Selasa, 26 Januari 2016

GEREJA TANGISAN



Aneh juga! Di rumah, kalau ada anak menangis oleh bapak-ibunya disuruh diam. Tapi di gereja, bapak-ibunya malah diajari nangis oleh pak pendetanya. Rupanya pak pendeta salah paham, salah memahami ajaran TUHAN YESUS. TUHAN YESUS mengajari umatNYA supaya berani menghadapi persoalan dan berjiwa besar, oleh pendeta dibalik menjadi umat yang cengeng. Konon kalau menangis ada ROH KUDUS-nya. Padahal ROH KUDUS itu tugasnya memimpin orang kepada seluruh kebenaran. Tapi mengapa ROH KUDUS tidak mengajari supaya umat Kristen kembali ke hari Sabat Alkitab? Mengapa ROH KUDUS membiarkan umat Kristen tetap tersesat di hari Minggu, hari dewa Matahari Dept. Store?!

Lain lagi dengan gereja sebelah. Gereja sebelah malah mengajari umatnya berjoget-joget. Konon kalau tidak berjoget dibilang belum kepenuhan ROH KUDUS. Saya hanya mikir, apakah TUHAN YESUS juga joget-joget goyang ngebor kayak Inul atau goyang patah-patah kayak Dewi Persik?!

Gereja yang satu menangis-menangis karena tidak bisa menyucikan hari Sabat, sementara gereja yang satunya berjoget-joget kesenangan bisa menginjak-injak 10 Hukum TUHAN.

Ada-ada saja. Memangnya sejak kapan ada acara joget dan menangis di gereja?


Tidak ada komentar: