Sabtu, 09 Januari 2016

IMAN BERDASARKAN PERJANJIAN

Sejak semula ALLAH mendasarkan tindakanNYA pada perjanjian. Di Taman Eden, perjanjian yang dibuat ALLAH dengan Adam dan Hawa adalah: mereka diperbolehkan memakan buah apa saja kecuali buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Jika melanggar maka mereka akan mati.
Dengan Nuh ketika ALLAH menghukum manusia dengan air bah, dengan Abraham, dengan bangsa Israel, bahkan dengan umat Kristen melalui Perjanjian Baru yang dimeteraikan dengan darah YESUS.
Mengapa Perjanjian? Perjanjian adalah kesepakatan yang dibuat oleh dua belah pihak;
Perjanjian atau kontrak adalah suatu peristiwa di mana seorang atau satu pihak berjanji kepada seorang atau pihak lain atau di mana dua orang atau dua pihak itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal (Pasal 1313 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia). Oleh karenanya, perjanjian itu berlaku sebagai suatu undang-undang bagi pihak yang saling mengikatkan diri, serta mengakibatkan timbulnya suatu hubungan antara dua orang atau dua pihak tersebut yang dinamakan perikatan. Perjanjian itu menerbitkan suatu perikatan antara dua orang atau dua pihak yang membuatnya. Dalam bentuknya, perjanjian itu berupa suatu rangakaian perkataan yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang diucapkan atau ditulis.”


Di Perjanjian Lama, seluruh isi perjanjian ALLAH dengan bangsa Israel yang dikenal sebagai Taurat Musa, ALLAH perintahkan supaya disimpan ke dalam sebuah peti perjanjian atau Tabut Perjanjian, supaya dengan hukum-hukum Taurat itu ALLAH menghakimi bangsa Israel.
Semua perjanjian yang ALLAH buat dengan manusia, dibuat berdasarkan inisiatif dari ALLAH, bukan oleh inisiatif manusia. ALLAH menjanjikan sesuatu kepada suatu bangsa dan bangsa itu harus menuruti segala perintah ALLAH. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, seluruhnya ditujukan untuk bangsa Yahudi. Perjanjian Lama mengikat bangsa Yahudi “kulit” - lahiriah, berdasarkan keturunan Abraham, Perjanjian Baru mengikat bangsa Yahudi “rohani”, yakni siapa saja yang percaya kepada YESUS KRISTUS.


Sebenarnya apakah untungnya suatu perjanjian? Untungnya adalah adanya ikatan bagi kedua belah pihak untuk sama-sama menepati isi perjanjian itu. Ada sesuatu yang dijadikan pengharapan. Coba seandainya tidak ada perjanjian;


>> Bagaimana terjadi pertemuan jika tanpa janji kapan dan di mana ketemunya?
>> Siapa yang mau berpacaran terus tanpa janji untuk menuju perkawinan?
>> Siapa yang mau memberikan pinjaman uang tanpa janji pembayarannya yang jelas?
>> Siapa yang mau memilih Jokowi menjadi presiden jika Jokowi tidak menjanjikan sesuatu untuk pemilihnya?
>> Terhadap anak saja kita sering membuat janji: “Kalau kamu ranking satu, papa belikan sepeda.”


Bagaimana dengan agama-agama Islam, Hindu, Buddha dan lain-lainnya yang hubungan antara “tuhan” dengan umatnya tanpa adanya ikatan perjanjian? Sebenarnya ada perjanjiannya tapi tidak ada tanda meterainya. Kalau akta perjanjian yang tidak dikasih meterai, itu tidak sah. Tidak bisa dijadikan gugat-menggugat ke pengadilan, sebab “meterai” adalah tanda kesaksian pengadilan ketika dua pihak mengadakan perjanjian.
“Perjanjian” di Islam antara ALLAH dengan umatNYA, misalnya: jika sholat 5 waktu maka ALLAH akan memberi mereka pahala dan 77 bidadari. Namun sayangnya perjanjian demikian itu tidak disahkan dengan meterai.
Kalau di Perjanjian Lama, perjanjian itu dimeteraikan dengan darah domba dan sunat, Perjanjian Baru dimeteraikan dengan darah YESUS;


Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata:"Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.


Tentang hal ini Al Qur'an mengatakan;
QS. 19:21 “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”


Menurut Al Qur'an YESUS adalah “TANDA” bagi manusia – YESUS adalah meterai dari ALLAH bagi manusia. YESUS adalah IMANUEL – lambang kehadiran ALLAH di antara manusia, sehingga barangsiapa yang melihat YESUS sama seperti melihat ALLAH.

Akhirnya TABUT PERJANJIAN Israel di Temukan!


Tidak ada komentar: