Minggu, 24 Januari 2016

MENGAPA PERKAWINAN DIBELOKKAN KE GEREJA?


Kalau ALLAH sudah memberikan persetujuan perkawinan anda dengan tanda-tanda akil baliq, mengapa perkawinan harus dibelokkan ke gereja? Mengapa harus kawin di gereja dengan acara pemberkatan pernikahan oleh pendeta? Sebab kalau soal administrasi perkawinan secara pemerintahan 'kan sudah ada kantor catatan sipil?!

Supaya didoakan pendeta? Memangnya papa dan mama anda tidak bisa mendoakan? Memangnya anda sendiri tidak bisa berdoa? Memangnya ada khasiatnya doa pendeta? Dalam kacamata saya ini merupakan persoalan yang serius, sesuatu yang anda pikir itu baik ternyata malah melahirkan dosa besar. Sebab syarat minimum seorang Kristen adalah iman. Tanpa iman, yakni jika anda berpikir doa anda kurang manjur atau tidak didengar, bagaimana anda mengharapkan keselamatan? Sebab keselamatan itu berdasarkan iman masing-masing orang, tidak bisa menggunakan iman orang lain, termasuk imannya pendeta.

Nah, jika keselamatan saja bisa diberikan kepada anda oleh iman anda, bagaimana cuma berdoa saja sampai harus didoakan orang lain?! Taruhlah dosa anda besar dan anda masih keduniawian. Bagaimana anda yakin selamat jika dalam hal doa saja anda tidak yakin? Buat apa anda Kristen jika tidak yakin diselamatkan?! Jadi, doa itu hanyalah bagian terkecil dari keselamatan. Jika jiwa anda diterima, masakan doa anda tidak diterima?

Bagaimana mengimani doa, bahwa doa anda itu didengar ALLAH? Sama halnya dengan keyakinan anda ketika mengirimkan surat melalui kantor pos setelah anda membubuhi perangko secukupnya. Surat itu anda yakini akan sampai ke penerimanya dengan baik karena sudah diberi perangko yang cukup. Itulah yang meyakinkan anda. Demikianlah halnya dengan doa, perangkonya adalah “dalam nama TUHAN YESUS”, maka doa itu pasti akan sampai ke telinga TUHAN YESUS.


dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.


Jadi, kalau soal doa itu sampai ke telinga YESUS atau tidak, jelas pasti sampainya. Tapi hal doa itu dikabulkan atau tidak, itu adalah kebijaksanaan YESUS. Sebab doa adalah permohonan bukan skakelar lampu, yang “on” menyala, “off” mati. Kecuali doa anda memenuhi syarat yakni untuk kemuliaan TUHAN, maka itulah doa yang pasti segera dikabulkan. Sebab apa saja yang berkenaan dengan kemuliaan TUHAN akan diprioritaskan oleh TUHAN.

Sekali lagi, tidak ada imam Lewi, para nabi, TUHAN YESUS maupun para rasul yang melakukan pemberkatan perkawinan. TUHAN YESUS ke desa Kana adalah untuk menghadiri undangan pesta perkawinan, bukan untuk memberkati perkawinan itu. Karena itu baiknya masalah perkawinan adalah masalah keluarga, bukan masalah gereja.

Saya sedih karena gereja yang berkali-kali kebobolan memberkati perkawinan dari pasangan yang sudah hamil duluan akhirnya gereja membuat peraturan agar pihak pasangan yang hendak diberkati di gereja melampirkan surat keterangan keperawanan. Ngapain gereja sampai ngurusi hal pribadi seperti itu? Dan mengapa gereja tidak senang jika ada pasangan yang hamil duluan itu mempertanggungjawabkan perbuatannya? Mengapa orang yang bertanggungjawab malah dikucilkan dan dianggap najis oleh gereja? Apakah senang kalau ada perempuan hamil yang ditinggalkan pacarnya?

Gereja, gereja, mengapa kehadiranmu hanya membuat masalah, bukannya membantu orang mengatasi masalah?!

  1. TUHAN sudah memberkati perkawinan setiap orang sehingga bawahan TUHAN tidak perlu mencampuri masalah itu lagi.
  2. Kita harus berhati-hati dalam membuat suatu acara yang disisipkan ke peribadatan, sebab peribadatan bukan main-main dan harus penuh hormat pada TUHAN.
  3. Fungsi gereja itu membantu orang-orang berdosa yang menuju ke kebaikan. Gereja itu untuk orang berdosa bukan untuk orang baik. Sama seperti bengkel mobil itu untuk mobil yang rusak, bukan untuk mobil yang baik. Karena itu jika gereja diisi pelacur, penjudi, pemabuk, pencuri, dan perampok itu adalah kebenaran, sama seperti YESUS datang untuk mereka. Tapi gereja malah mengucilkan mereka.
  4. Fungsi gereja sama juga dengan fungsi orangtua, guru, pejabat dan orang-orang besar lainnya, yakni melayani orang-orang yang perlu dilayani. Anak-anak atau murid-murid nakal janganlah disingkirkan, tapi dibina yang sebaik-baiknya. Kalau mereka tidak diurusi sebaik-baiknya, mereka akan menjadi semakin liar karena tidak ada yang membimbing mereka lagi.
  5. Keberhasilan anda adalah mengubah orang tidak benar menjadi benar. Tapi kegagalan anda adalah jika orang tidak benar menjadi semakin tidak benar. Jangan lari dan jangan putus asa dalam menghadapi tantangan.
  6. Memang tidak setiap mobil rusak bisa dibikin betul. Memang tidak setiap orang sakit bisa disembuhkan. Memang tidak setiap orang nakal bisa diluruskan. Tapi semua itu ada level-levelnya.

Dokter TNI Ini Ungkapkan Tes Keperawanan Memalukan dan Menjijikkan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Aktivis hak asasi manusia ingin Indonesia menghentikan tes keperawanan dalam perekrutan tentara perempuan. Human Rights Watch (HRW) menilai, tes ini diskriminatif dan tidak memiliki hubungan dengan kemampuan wanita melakukan pekerjaannya.
Di Indonesia, tes keperawanan sifatnya wajib bagi militer perempuan dan calon polisi nasional yang biasanya lulusan SMA berusia antara 18 dan 20. Penelitian HRW menunjukkan bahwa angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut selama beberapa dekade terakhir juga melakukan tes keperawanan bagi tunangan perwira militer sebelum menikah.
Apa sebenarnya yang dilakukan pada tes ini?
Andreas Harsono, salah satu peneliti HRW mewawancarai sebelas perempuan Indonesia yang merupakan istri tentara dan polisi wanita. Menurutnya, para perempuan ini menjelaskan saattes keperawanan dua jari digunakan untuk membuka vagina sementara satu jari ditempatkan di anus.



Dia mengatakan, pada satu kesempatan seorang wanita yang telah menjelani tes menceritakan kepada perempuan lain yang menunggu di luar ruang pemeriksaan tentang apa yang dialami saat tes keperawanan. Setelah itu, 23 pelamar yang tersisa memilih meninggalkan tempat itu. Andreas mengatakan, sebagian besar pelamar malu dengan prosedur ini dan banyak yang mengaku mengalami trauma.
Seorang dokter militer perempuan mengatakan kepada peneliti bahwa ketika dia melakukan tes di Jakarta, ia merasa sulit untuk membujuk perempuan untuk ambil bagian.
"Itu bukan (hanya) tindakan memalukan ... Ini adalah penyiksaan. Saya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi," katanya.


SINGKIRKAN LEMBAGA PERNIKAHAN

Lembaga pernikahan gereja adalah salah satu dari warisan gereja Roma Katolik yang diwariskan ke gereja-gereja Kristen sekarang ini. Lembaga pernikahan gereja ini tentunya dimaksudkan untuk memberikan kewibawaan bagi gereja, seolah-olah gereja memiliki kewenangan untuk mengawinkan pasangan suami-istri. Lembaga ini hanya memperpanjang dan membikin rumit sebuah perkawinan yang sama sekali bertentangan dengan Alkitab dan fakta alamiah kita.

Alkitab tidak mengenal lembaga pernikahan, yakni penerbitan surat kawin untuk mengesahkan sebuah perkawinan. Sebab pasangan yang melangsungkan perkawinan itu sudah memiliki keluarga yang berwewenang untuk mengawinkan mereka. Mereka sudah memiliki orangtua[ayah-ibu] yang memiliki hak untuk merestui atau tidak merestui perkawinan anaknya. Mengapa harus dibelokkan ke pendeta, jika orangtua sudah merestui? Karena pendeta wakil TUHAN? Kalau dalam hal Firman TUHAN, pendeta mengklaim diri sebagai wakil TUHAN, boleh. Tapi dalam hal perkawinan TUHAN sudah berbicara melalui tanda-tanda akil baliq.

Apakah anda laki-laki yang sudah akil-baliq? Apakah anda perempuan yang sudah akil-baliq? Jika keduanya sudah akil-baliq, silahkan melakukan hubungan seks suami-istri, asal tidak ada yang merasa dipaksa dan itu dilakukan dengan bertanggungjawab sebagai suami-istri. Hubungan seks itu sudah sah dihadapan TUHAN melalui tanda akil-baliq. Ilmu kedokteranpun menyatakan bahwa tanda akil-baliq merupakan tanda sudah diperbolehkannya orang melakukan hubungan seks.

Karena TUHAN sendiri yang sudah mengesahkan hubungan seks anda, maka ayah-ibu apalagi pendeta, sudah tidak ada nilainya apa-apa lagi. Jadi, perkawinan sebenarnya tidak memerlukan persetujuan ayah-ibu. Karena itu jika ayah-ibu anda tidak menyetujui pasangan anda, anda boleh mengabaikan mereka. Itu tidak dosa. Ayah-ibu menguasai anak-anaknya hanya sebatas mereka akil-baliq. Selebihnya, anak-anak harus dilepaskan. Jika ada orangtua yang masih mengendalikan anak-anaknya yang sudah akil-baliq, maka orangtua itu adalah perampok dan pemerkosa anak-anaknya. Merekalah yang berdosa, jika mereka tidak mengerti batas-batas mereka.

>> Kejadian   2:24            Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan
                                            bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Anda harus bersatu dengan pasangan anda, bukan dengan ayah-ibu terus-terusan. Ada waktunya anda terpisah dengan orangtua dan bersatu dengan pasangan anda.

Apakah saya mengajari anda kurangajar pada orangtua? Tidak. Anda perlu merundingkan perkawinan anda pada mereka. Anda harus menghormati mereka. Anda harus memperkenalkan pasangan anda pada mereka sebelum anda melakukan hubungan seks. Anda juga perlu mendengarkan pertimbangan-pertimbangan pemikiran mereka. Jika mereka tidak setuju, anda boleh memperhatikan omongan mereka. Anda boleh putuskan hubungan dengan kekasih anda itu demi nasehat orangtua. Tapi anda juga boleh mengabaikan ketidaksetujuan mereka. Jadi, anda memiliki kebebasan untuk menuruti ataupun tidak menuruti omongan mereka dalam hal perkawinan anda.
Jika anda mempunyai pasangan dan mendapatkan persetujuan orangtua, bersyukurlah, sebab itu artinya posisi anda semakin baik/kuat.

Jika anda mendapatkan restu orangtua, tundalah melakukan hubungan seks sampai acara pestanya.
Itu untuk penghormatan kepada orangtua. Tapi jika sebelum anda memperkenalkan pasangan anda kepada orangtua, anda sudah melakukan hubungan seks duluan, misalkan: ketemu di jalan lalu anda keburu melakukan hubungan seks, anda tidak perlu merasa berdosa. Itu halal di mata TUHAN. Asalkan anda bertanggungjawab, bukan main-main. Jika anda melakukan yang seperti ini, inilah yang dituliskan Alkitab, bahwa anda harus membayar Mas Kawin.

>> Keluaran  22:16          Apabila seseorang membujuk seorang anak perawan yang belum
                                           bertunangan, dan tidur dengan dia, maka haruslah ia mengambilnya menjadi
                                           isterinya dengan membayar mas kawin.
                        22:17             Jika ayah perempuan itu sungguh-sungguh menolak memberikannya
                                            kepadanya, maka ia harus juga membayar perak itu sepenuhnya, sebanyak
                                            mas kawin anak perawan."

Jadi, Mas Kawin adalah semacam denda jika anda melakukan hubungan seks sebelum ijin dari orangtua gadis itu. Jika itu anda bayar, maka anda tidak berdosa sedikitpun. Halal itu.

Berapakah Mas Kawin menurut Hukum Taurat?

>> Ulangan  22:29           maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima
                                            puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi
                                            isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak
                                            boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.


Syikal adalah ukuran timbangan di Timur Tengah pada zaman Alkitab sebesar 11,4 gram. Biasanya dipakai untuk ukuran jumlah uang. Syikal kudus ialah syikal (timbangan yang utuh, yang disimpan dalam Kemah Suci (Keluaran 30:13)


50 syikal perak = 50 x 11,4 gram = 570 gram perak.


Dengan demikian tidak ada istilah “kumpul kebo” atau “seks pranikah” atau “hamil diluar nikah”, sebab Alkitab tidak mengenal pernikahan. Semua istilah itu harus kita singkirkan. Tidak ada kebenarannya sama sekali itu. Setiap hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan yang sudah akil-baliq dan bertanggungjawab adalah sah.

>> Lebih baik disebut kumpul kebo asalkan bertanggungjawab, daripada mempunyai surat kawin tapi
      tidak bertanggungjawab.

Tapi alangkah baiknya jika kita meluaskan makna akil baliq dari sekedar tanda-tanda lahiriah kepada tanda-tanda kedewasaan. Sebab akil baliq tapi pikirannya masih belum dewasa, maka perkawinan itu menjadi riskan sekali. Kedewasaan berpikir sangat diperlukan dalam membina rumahtangga.

Para orangtua boleh memperpanjang masa akil-baliq sampai ke masa kedewasaan anak dengan batasan usia yang relatif. Hanya saja jangan sekali-sekali mengatas-namakan TUHAN, jika TUHAN tidak mengatakan sesuatu. Juga jangan mempersulit perkawinan dengan tradisi-tradisi yang tidak
perlu.

Para nabi, para imam, TUHAN YESUS dan para rasul tidak ada yang mengadakan pemberkatan pernikahan. Karena itu pemberkatan pernikahan di gereja oleh pendeta harus ditiadakan. Yang boleh memberkati pernikahan dengan menumpangkan tangan ke atas kepala mempelai adalah orangtua. Pendeta bukan sanak keluarga mempelai biarlah datang sebagai tamu undangan, seperti TUHAN YESUS ketika diundang perkawinan di desa Kana. Syukur-syukur jika pendeta itu datang dengan menyumbang anggur, seperti yang TUHAN YESUS lakukan. Tapi kalau datang untuk bikin repot dan bikin ruwet, apalagi minta amplopan, lebih baik nggak usah diundang saja.

Pemberkatan dari TUHAN sudah diberikan melalui tanda akil-baliq. Di saat itu TUHAN seolah berkata kepada anda: “Sekarang,  silahkan anda kawin dengan siapa saja yang anda inginkan.” Dari segi kedokteranpun berkata yang sama dengan TUHAN. Jadi, jangan ada yang berlaku melebihi TUHAN dan dokter. Termasuk orangtuapun.


PERTUNANGAN.

Pertunangan adalah untuk mengikat pada perkawinan. Anda boleh mengikat pertunangan dengan anak kecil sekalipun. Misalnya anda hendak mengikat anak perempuan yang masih berumur 5 tahun. Itu boleh. Tapi untuk mengawininya harus menunggu sampai anak itu akil-baliq.



Mari, kita sudahi keberadaan pernikahan gereja yang merupakan warisan Roma Katolik ini. 


Tidak ada komentar: