Minggu, 17 Januari 2016

MODEL IBADAH ORANG CACAD

Karena ALLAH melarang orang cacad melayani TUHAN, maka bung Jom berkata: “ALLAH tidak adil.” Padahal kebenaran ibadahnya orang cacad itu di situ, yakni jika dia tidak melanggar ketentuan TUHAN. Jika ketentuan itu dituruti, maka dia tidak berbuat dosa. Tapi kalau dilanggar malah menjadi dosa. Contoh lain adalah orang yang sakit kusta;




Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!


Ibadah orang kusta itu harus seperti itu. Kalau tidak dituruti, menjadi dosa. Sebab Firman TUHAN itu untuk dituruti, dan penurutan itulah ibadah. Baik orang cacat maupun orang yang sempurna memiliki aturan sendiri-sendiri. TUHAN sebagai sumber sesembahan sudah menetapkan tata caranya, ya kita tinggal melaksanakan saja sesuai dengan petunjuknya. Sebab sebagaimana DIA membedakan orang kaya dengan orang miskin, orang malang dengan orang mujur, DIA pula yang membedakan antara orang cacat dengan orang yang normal. Kepada orang kaya FirmanNYA: “Berikan uangmu kepada fakir miskin” berbeda FirmanNYA kepada fakir miskin: “Mintalah uang pada orang kaya.” Kepada orang mujur DIA berfirman: “Tolonglah orang yang malang”, kepada orang yang malang DIA berfirman: “Minta tolonglah pada orang yang mujur.”


Kepada orang Kristen, FirmanNYA: “Berimanlah pada YESUS KRISTUS”, tapi kepada orang-orang Islam DIA berfirman:


Yohanes
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


Padahal baik umat Kristen maupun umat Islam sama-sama ciptaan ALLAH. Tapi perintahNYA berbeda. Buat yang Kristen disuruh menyembah YESUS, buat yang Islam disuruh mencium lantai mesjid. Buat harimau dikasih makanan daging, buat kambing dikasih rumput. Padahal sama-sama ciptaan ALLAH-nya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Jom Tersenyum Sodara Asyer Manasye
Dalam ayat yg sodara paparkan itu, sangat jelas bahwa Allah memilah milih/pilih kasih terhadap hamba-Nya,, kalau begitu cara Allah kepada Hamba-Nya lalu bagaimana nasib orang yg cacat? Orang cacat tidak boleh beribadah atau mendekatkan diri dengan Tuhannya, tidak boleh berdakwah untuk menegakkan perintah Allah. Itu artinya orang-orang cacat tidak layak masuk syurga. Bigikah ajaran kasih? Sudahkah anda merenungi ayat itu sebelum anda jadikan Ts?

Tapi disisi lain dalam Ts anda mengatakan bahwa ""kristen mengajarkan keberanian dan mengalahkan tantangan"" jika kristen mengajarkan keberanian dan mengalahkan tantangan, kenapa orang cacat pisiknya tidak boleh berhikmat kepada Tuhan? Bukankah kecacatan itu suatu tantangan yg harus kita lawan dengan keberanian? Justru kecacatan itu kita bisa jadikan sebagai moment untuk membuktikan kepada Allah, walaupun kita cacat tapi kita bisa menjadi hamba yg baik di hadapan Allah.

Kalau ada orang sempurna pisiknya rajin beribadah itu biasa, tapi kalau ada orang cacat rajin beribadah itu baru luar biasa... gimana sih anda nih...

Tidak ada komentar: