Sabtu, 16 Januari 2016

NAFSU SYAHWAT YESUS

Kaum Muslim mempertanyakan bagaimana tentang nafsu syahwat YESUS?


Al Qur'an sendiri menyatakan bahwa YESUS dijelmakan sebagai manusia yang sempurna. Artinya, YESUS harus sebagaimana manusia pada umumnya. Harus 100% manusia yang juga mempunyai hawa nafsu seksual atau ketertarikan kepada lawan jenis. Sebaliknya, Alkitab juga menetapkan ketentuan untuk seorang yang melayani TUHAN itu harus sempurna fisiknya, tidak boleh ada cacatnya;


Imamat
"Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,
orang yang patah kakinya atau tangannya,
orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.
Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.




Sayapun tak mungkin berani menjadi penginjil jika saya impoten[lemah syahwat] atau memiliki kelainan seksual. Sebab itu kejijikan dan penghinaan bagi ALLAH. Jika kita hendak memberi sesuatu pada ALLAH, berikanlah apa yang terbaik. Jangan kita melayani ALLAH sebagai pelarian, tapi sebagai pengabdian.


Ajaran Kristen mengajarkan keberanian dan mengalahkan tantangan, bukan seperti Islam yang mengajarkan kepengecutan. Karena takut terjadi perzinahan, maka laki-laki dengan perempuan dipisahkan. Karena takut orang tidak berpuasa, maka warung-warung disuruh tutup. Itu ajaran terhadap anak kecil. Supaya anak-anak tidak memecahkan gelas dan piring, maka gelas dan piring dijauhkan dari jangkauan anak. Tapi Kristen memperlakukan umatnya sebagai orang dewasa. Di depan kita ada api, ada gelas, ada piring, ada listrik, ada pisau. Kita diijinkan berhadapan langsung dengan tantangan dan memukulnya kalah.


Kalau kita tak bisa mengalahkan hawa nafsu, sekalipun jauh dari perempuan, kita akan mencari binatang. Tapi kalau kita sanggup mengendalikan hawa nafsu, maka sekalipun ada wanita telanjang di depan kita, itu bukanlah apa-apa. Kalau kita niat puasa, biar ada makanan lezat di depan hidung kita, pasti takkan kita makan. Tapi kalau tidak niat puasa, makanan tersembunyipun akan kita temukan.


Semua organ tubuh kita itu dikendalikan oleh pikiran kita, termasuk alat kelamin kita. Jika pikiran kita dipenuhi nafsu, maka itu akan menggerakkan syahwat. Tapi kalau tidak, juga tidak akan bekerja.


Masalah tawaran dosa itu bukan cuma masalah seksual saja, tapi ada juga tawaran untuk mencuri, membunuh, berdusta, dan lain-lainnya. Dan itu semua juga harus dihadapkan kepada YESUS, supaya kita semua mengetahui seperti apa prestasi sejati YESUS. Harusnya kita tidak terpancang pada tantangannya, tapi pada siapa yang menghadapi tantangan itu. Bukan soal ujiannya seperti apa, tapi siapa yang akan mengerjakan soal-soal ujian itu. Soal ujian yang sulit bukanlah masalah jika yang mengerjakannya adalah murid yang pandai. Bukan soal berat barbelnya yang 300 kilogram, tapi soal siapa yang akan mengangkatnya? Bukan soal truk tronton yang menabraknya, tapi apa yang ditabrak oleh truk tronton itu? Sebab kalau tembok besi yang ditabraknya, pasti truk tronton itu yang kalah. Bukan soal hawa nafsu syahwat YESUS-nya yang perlu kita pertanyakan, tapi Siapakah YESUS yang menghadapi nafsu syahwat itu? Bukan soal ularnya, tapi soal siapa pawangnya?


Mobil dikasih mesin memang untuk berjalan. Tapi di dalam mobil itu juga dipasangi rem untuk berhenti, dipasangi setir untuk menghindar ke kanan atau ke kiri. Begitu pula di dalam diri kita, selain dipasangi dengan ujian-ujian dan cobaan-cobaan, juga dipasangi dengan jalan keluarnya. Selain dimasuki iblis, TUHAN juga menyiapkan ROH KUDUS supaya kita memiliki keseimbangan.


Pabrik sepedamotor Yamaha, selain memproduksi secara massal suatu type, pasti juga membuat type spesial yang diproduksi secara terbatas. Penjual martabak, selain menjual martabak biasa juga menjual martabak yang istimewa. Demikian pula halnya dengan ALLAH. Selain menciptakan berjuta-juta manusia biasa, ALLAH juga mempunyai ciptaan yang spesial, yaitu YESUS KRISTUS.


ALLAH adalah Pencipta, sedangkan iblis adalah ciptaanNYA. Sungguh konyol sekali jika iblis melawan Penciptanya. Bagaimana mungkin iblis akan menang? Tapi kebodohan demikian itu nyata ada! Anak-anak tidak menurut pada orangtuanya, tapi lebih menuruti temannya. Ini 'kan konyol sekali?! Orang mencuri, orang korupsi, orang membunuh, sekalipun semua itu ada hukumnya. Tahu tidak baik tapi masih juga dilanggar. Tahu akibat buruknya tapi masih juga dijalani. Ini namanya kekonyolan.


Alkitab menuliskan bahwa nabi Daniel adalah nabi yang dikaruniai kecerdasan 10 kali lipat dari antara orang-orang Kasdim[Babel]. Karena itu kita patut yakin bahwa orang yang terpandai di seluruh dunia bukanlah Albert Einstein, melainkan Daniel. Tapi tentang para malaikat, ALLAH mengatakan bahwa kecerdasan mereka melebihi nabi Daniel;


Daniel
Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.


Yehezkiel
Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.


Tapi kepandaian yang setinggi itu mereka campakkan hanya demi hawa nafsu sesaat;


Yehezkiel
Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.





Berapa banyak orang di antara kita yang menjalani kebodohan seperti Lusifer itu?! Tahu mencari kerjaan sulitnya setengah mati, setelah mendapatkan pekerjaan yang terbaik melakukan perbuatan yang tidak baik. Tahu sulitnya membina rumahtangga, setelah berumahtangga membuat ulah selingkuh. Tahu mencuri itu ancamannya penjara, setelah dipenjarakan baru menyesal. Padahal tahu itu artinya kepandaian, tapi mengapa menjadi seperti orang yang tak tahu?

Tidak ada komentar: