Minggu, 03 Januari 2016

PENGHOBBY GAMBAR PORNO

Dear Joko Enom dan sanak familinya,

Hidup memang bagaikan sebuah perjalanan dari Surabaya ke Jakarta. Setidaknya kita akan melewati kota Lamongan, kotanya teroris terkenal Amrozi. Di kota ini makanan yang paling enak adalah soto Lamongan dan nasi gorengnya. Soto Lamongan yang di kota Lamongan berbeda sekali rasanya dengan yang ada di kota-kota lainnya yang memakai merk soto Lamongan. Di sini kuahnya sangat kental berwarna kuning dan harumnya sangat merangsang rasa sekali. Tapi setelah keluar dari wilayah propinsi Jawa Timur, misalnya jika kita tiba di kota Semarang, masakan yang terkenalnya sudah lain lagi. Di Semarang yang terkenal adalah bandeng presto dan lumpianya.
Lain kota lain suasananya, demikian pula dengan masa kanak-kanak ketika kita sangat menyukai mainan kelereng, kini setelah dewasa kesukaan kita sudah lain lagi, seperti anda yang hobbynya mengirimkan photo-photo porno. Sudah beda, 'kan?! Itu namanya perjalanan!

Sebab sebagai laki-laki, saya dulu juga suka dengan yang begitu-begitu itu. Tapi masa-masa itu sudah saya anggap kelabu, sebab saya sudah tiba di kota Semarang yang terkenal lumpianya. Sebagai rohaniawan tentunya sangat memalukan jika saya masih seperti masa lalu. Demikian pula dengan member grup yang anda masuki coba hitung berapa jumlah membernya dan berapa yang berulah seperti anda. Paling hanya segelintir orang saja yang hobbynya seperti anda sekarang ini. Bukan karena mereka tak suka dengan yang begituan, tapi mereka memiliki alasan untuk mengendalikan hasratnya. Misalnya; alasan kedudukannya sebagai direktur atau guru atau pendeta, atau merasa sebagai laki-laki yang sudah berkeluarga, dan lain-lainnya.

Apa yang semula luar biasa ada waktunya akan bergeser menjadi tidak lagi luar biasa! Karena itu membanggakan hobby seperti itu belum tentu menyukakan orang lain. Malah mungkin ada yang menganggapnya sebagai selera sampah! Jangan tersinggung, sebab hidup adalah sebuah perjalanan, bung!

Ketika di bumi, saya melihat gedung-gedung di kota Jakarta itu besar-besar dan tinggi-tinggi. Tapi ketika saya naik pesawat terbang, apa yang semula kelihatan besar itu kelihatan kecil bagaikan titik-titik saja. Demikian halnya dengan hobby anda mengirimkan gambar-gambar porno itu setelah saya lihat dari tingkat kerohanian saya, itu benar-benar hanyalah sampah belaka. Maaf, sebab hidup adalah sebuah perjalanan, bung! Sebab kelak jika anda sudah tiba di kota Semarang seperti saya sekarang ini, anda pasti tak lagi menyukai yang seperti itu lagi. Masa lalu kelabu yang sangat memalukan.

Mudah-mudahan tulisan ini seperti pupuk yang mempercepat pertumbuhan akal budi anda, atau seperti pedal gas yang bisa mempercepat perjalanan anda dari Lamongan ke Semarang. Ayo, bung, sekarang sudah tahun 2016, lho! Masak masih seperti itu-itu saja?!


Hua..ha..ha..........  

Tidak ada komentar: