Kamis, 14 Januari 2016

PEPERANGAN DI SORGA

Kita mengenal adanya 2 jenis benda, yakni benda mati dan makhluk hidup. Benda mati adalah benda yang tidak bisa bergerak, dan tidak bisa bertumbuh/berkembang. Tapi benda atau makhluk hidup bisa bergerak, bisa bertumbuh dan berkembang biak. 

Pohon sekalipun batangnya tidak bergerak namun akarnya bergerak ke mana-mana mencari makanan untuk menopang hidupnya. Binatang dan manusiapun sama, bisa bergerak, bisa bertumbuh dan bisa berkembang biak. Jika benda mati tak memiliki keinginan apapun, termasuk keinginan untuk hiduppun tak ada, benda hidup setidaknya mempunyai keinginan untuk bertahan hidup. Karena itu makhluk hidup rajin sekali mencari makanannya. 

Jadi, makhluk hidup memiliki keinginan sedangkan benda mati tak memiliki keinginan apapun.
Sekarang kita masuk pada apakah keinginan itu? Keinginan adalah sesuatu yang belum kita miliki namun yang kita inginkan untuk memilikinya. Kita ingin makan artinya kita masih belum makan. Kita ingin pergi ke pasar artinya kita masih belum di pasar. Kita ingin membeli mobil artinya kita masih belum punya mobil. Kita ingin hidup artinya kita masih belum mempunyai hidup. Sebab untuk hidup kita harus menyambung makanan setiap 6 jam sekali. Makan pagi, siang dan sore. Kalau tidak begitu kita tak memiliki hidup, bukan?!

Karena semua makhluk dilahirkan dari minimal, dari biji dan dari bayi, maka semua makhluk masih memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan menurut batasnya. Tanaman jagung batasannya berbeda dengan pohon mangga. Jika tinggi maksimal tanaman jagung itu 2 meter, maka batas itulah yang dikejar oleh setiap tanaman jagung. Jika pohon mangga tinggi maksimalnya 5 meter, maka batas itulah yang dikejar oleh setiap pohon mangga.

Demikian halnya dengan kita. Jika tinggi maksimal manusia adalah 2 meter, siapakah yang menginginkan tinggi 3 meter? Jika umur maksimal manusia adalah 80 tahun, siapakah yang menginginkan berumur 100 tahun? Jika jabatan maksimal manusia di dunia ini adalah presiden, siapakah yang bermimpi menjadi malaikat? Jadi, setiap makhluk hidup itu digerakkan secara naluriahnya untuk mencapai batasan maksimalnya.

Jika ada orang yang tak ingin mencapai batas maksimalnya, maka orang itu termasuk mati keinginannya. Orang pasif, orang yang tidak memiliki semangat juang. TUHAN benci sekali dengan orang yang tidak mau dikembangkan atau mengembangkan dirinya. Jika dia diberi 5 talenta TUHAN menuntut talenta itu dikembalikan pada TUHAN 10 talenta. TUHAN menuntut “bunga” atau “riba.” Ketika ada orang yang diberi 1 talenta lalu menyembunyikan talentanya itu, TUHAN marah sekali dan menghukum orang itu.
Sebaliknya, jika ada orang yang memiliki keinginan mencapai lebih dari batasannya, TUHAN juga benci dengan orang yang memiliki ambisi liar. Ambisi yang tak mengukur kemampuannya. Bodoh tapi pingin jadi direktur. Konyol sekali orang demikian itu. Keinginan yang tak masuk akal. 

Nah, orang yang benar adalah orang yang bisa menempatkan dirinya menurut tempatnya yang pantas. Inilah orang-orang bijaksana yang memiliki kesadaran yang sangat baik. Keinginan menjadi presiden atau direktur itu baik. Semua orang memiliki hak untuk jabatan itu. Tapi apakah semua orang memiliki kemampuan? TUHAN ingin jika kita merasa tak sanggup, ya tidak perlu berjuang di jabatan itu. Tahu diri dan mau menghargai kemampuan orang lain. 

Saya ingin menjadi presiden. Tapi dalam banyak hal saya tak memiliki kemampuan. Karena itu saya rela hanya menjadi penginjil saja dan mendukung Jokowi sebagai presiden yang saya pandang memiliki kemampuan. Ini namanya menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain. Jika semua orang memiliki kesadaran yang seperti itu, maka negara ini akan harmonis. Hidup akan damai, takkan ada pergolakan. Tapi manakala ada orang lain yang merasa sanggup, seperti misalnya Prabowo, maka terjadilah persaingan antara Prabowo dengan Jokowi. Terjadi persaingan dan pertentangan tajam. 

Dalam menjalankan pemerintahan ALLAH di sorga, ALLAH juga ingin ada keharmonisan di sorga. Masing-masing Makhluk sorgawi ada baiknya tahu diri untuk tidak mengirikan kedudukan orang lain. Tapi ALLAH ingin keharmonisan yang sejati yang lahir dari kesadaran, bukan dari rasa ketakutan terhadap ALLAH. Karena takut pada ALLAH, maka mereka berpura-pura menghormati YESUS, ANAK ALLAH. Padahal dalam hati mereka mempertanyakan: “Bisa apa YESUS itu?!” 

Kalau di dalam suatu perusahaan, pertentangan itu bukan antara manager dengan direktur. Semua orang tahu kalau tak mungkin melawan direktur. Pertentangan yang terjadi adalah antara sesama karyawan, saling mengirikan jabatan orang lain. Demikianlah pertentangan yang terjadi di sorga bukanlah antara malaikat melawan ALLAH, melainkan antara malaikat melawan YESUS, ANAK ALLAH.


Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,


Tentang apakah?


Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.


ALLAH sudah menetapkan malaikat menurut posisinya masing-masing. Karena kedudukan Putera Makhkota itu hanya satu saja dan sudah ALLAH tetapkan untuk YESUS, maka jangan ada iri hati di antara mereka. Tapi rupanya tidak semua malaikat bisa menerima itu;


Yehezkiel
"Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.


Yesaya
"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!


ALLAH yang ingin sorganya bersih dari orang-orang yang berhati kotor lebih suka melihat terjadinya peperangan, sehingga timbul 2 kelompok yang berbeda, yang jelas, sehingga tidak menyimpan api dalam sekam atau menyembunyikan musuh dalam selimut. Kedua hal yang berbeda harus dipisahkan. Antara orang yang salah dengan orang yang benar, antara orang baik dengan orang jahat, antara ajaran yang benar dengan ajaran yang salah, antara agama yang benar dengan agama yang salah, antara nabi yang benar dengan nabi yang palsu, janganlah disamaratakan. 

Hati manusia bukanlah makanan atau minuman. Kalau makanan atau minuman dicampurkannya berbagai jenis bahan bisa dihasilkan makanan atau minuman yang enak. Hati manusia juga bukanlah cat. Kalau cat warna merah, hijau dan kuning dicampurkan akan dihasilkan keindahan, tapi hati manusia yang jahat jika diberi kesempatan hidup dia akan menjadi penyakit yang menular. 

Anak baik jika anda gaulkan dengan pemabuk akan jadi pemabuk, jika anda gaulkan dengan pencuri akan jadi pencuri. Dan Alkitab mencatat ada sepertiga jumlah malaikat yang berhasil dihasut oleh Lusifer;


Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


>> Bintang = malaikat.


Ketika diturunkan ke Bumi, dimaksudkan untuk menguji kesetiaan Adam dan Hawa, ternyata iblis-iblis itu berhasil mempedayai Adam dan Hawa. Jiwa yang rusak itu akan merusakkan apa saja. Sorga rusak, bumipun rusak. Karena itu jiwa yang rusak harus dimusnahkan!


Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


Jadi, penyesatan yang menggunakan segala macam cara itu sangat membahayakan sekali!


Sebagai bukti bahwa pertentangan antara Lusifer dengan YESUS itu karena kedudukan YESUS, Alkitab mencatat puji-pujian para makhluk sorgawi setelah YESUS turun tangan mengatasi dosa di kayu salib, YESUS mereka anggap layak sekali dengan kedudukanNYA sebagai ANAK ALLAH;


katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"


Jabatan YESUS adalah jabatan yang sudah pas, yang sudah sesuai dengan kemampuanNYA.

Tidak ada komentar: