Sabtu, 02 Januari 2016

PERANTARAAN NABI ISA DI ISLAM

Menurut Al Qur'an nabi ISA adalah Hakim yang adil. Itu artinya bukan ALLAH yang menghakimi dunia melainkan diwakili oleh nabi ISA. Nabi ISA menghadapi umat manusia mewakili ALLAH, berarti nabi ISA adalah SANG PENGANTARA antara ALLAH dengan manusia.

Sebagai Hakim IA mewakili ALLAH, sedangkan sebagai IMAM MAHDI, nabi ISA mewakili umat manusia untuk menghadap ALLAH. Jadi, nabi ISA adalah ALLAH sekaligus juga Manusia;


Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Itulah penampakan YESUS di zaman Yakub, sekitar 2.000 tahun sebelum kelahiranNYA ke dunia. TUHAN YESUS berjalan melewati Yakub, didesak oleh Yakub untuk memberkati dirinya. Dan ketika TUHAN YESUS berlaku seolah-olah keberatan memberkati Yakub, Yakub memegangi tangan YESUS dengan erat, tak membiarkan YESUS pergi sebelum memberkati dirinya, maka terjadilah saling tarik-menarik diantara mereka. Akhirnya TUHAN YESUS mengakui keuletan Yakub dan mengganti namanya menjadi Israel.

Kejadian
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

Jadi, Islam ternyata mengenal konsep perantaraan seperti di Kristen. Dan jika benar nabi ISA itu YESUS KRISTUS, maka tentunya terlalu rendah kedudukan seorang nabi biasa itu. Sebab kedudukan nabi itu hanya sebagai hamba. Tapi ANAK sering disuruh untuk mewakili BAPANYA kalau ada acara-acara penting yang BAPA tak bisa menghadirinya.

Apakah pak Komar sependapat dengan saya?

Tidak ada komentar: