Sabtu, 16 Januari 2016

SATU ADALAH KASIH

Alam semesta adalah alam kasih. Diciptakan oleh ALLAH yang adalah “DIRIKU SENDIRI.” ALLAH yang tunggal yang mencintai dirinya sendiri. Pada mulanya adalah DIA sendiri, sehingga selanjutnya harus kembali ke dalam dirinya sendiri. Semua yang diciptakanNYA akan terpusat ke DiriNYA.

Ketika DIA menciptakan YESUS, DIA menuntut pada YESUS: “Kasihilah DiriKU.” YESUS diciptakan supaya mengasihi ALLAH, sehingga kedua Pribadi itu tetap satu adanya. Karena itu kalau dua bukan lagi kasih namanya, sebab kasih itu satu adanya. Dari ALLAH kembali kepada ALLAH. Jika kerajaan iblis sudah dimusnahkan, maka yang ada hanya satu kerajaan saja, yaitu kerajaan ALLAH, sebagaimana pada mulanya adalah satu.

Ketika saya mencintai seorang perempuan, saya seolah berkata: “Hai tulang rusukku, kembalilah kepadaku.” - “Hai perempuan cintailah aku, sebab dari akulah kamu dibuat.” Sementara itu perempuan itu sendiri sebagai satu pribadi yang mandiri, dia juga menuntut kepada saya: “Hai laki-laki, cintailah aku.”

Anak bayi yang menangispun seolah berkata: “Hai mamaku, perhatikanlah aku.”
Jadi, semuanya membentuk tuntutan ke dirinya sendiri. Masing-masing orang menuntut untuk dikasihi oleh orang lainnya. Dari saling menuntut itulah timbulnya saling mengasihi.

ALLAH menuntut dikasihi YESUS, YESUS juga menuntut dikasihi ALLAH. Sebab kalau YESUS ditindas oleh ALLAH, pasti juga nggak mungkin mau. Saya menuntut dikasihi istri, istri juga menuntut saya kasihi. Saya menuntut dikasihi anak, anak juga menuntut saya kasihi.

Jadi, kasih adalah satu, sedangkan kalau dua bukan kasih. Kalau ada golongan ini dan golongan itu, maka takkan terjadi kasih. Kalau ada Islam, ada Kristen, takkan ada kasih, sebab kasih itu jika kita sebagai saudara seiman.


Suami-istripun kalau tidak seia-sekata akan terjadi percekcokan! Sekali lagi, kasih itu satu, kalau dua bukan kasih.  

Tidak ada komentar: