Selasa, 23 Februari 2016

APAKAH KEBETULAN

Kebetulan adalah suatu salah yang benar atau salah tapi benar/betul. Contohnya: Saya tahu pak Tony kalau hari kerja tak mungkin ada di rumah, sebab kantornya di luar kota. Tapi sekalipun tahu pak Tony tak ada di rumah, pasti tak ketemunya, saya tetap ke sana. Inilah kesalahan saya. Tapi kesalahan itu menjadi benar karena saya berhasil ketemu.

Kesalahan di pihak pak Tony adalah menyalahi kebiasaannya, yakni harusnya dia ke kantor. Tapi kesalahan itu menjadi benar karena pada akhirnya bisa ketemu saya. Adapun nilai dari kebetulan itu ditentukan oleh kepentingannya. Semakin penting acaranya semakin penting arti kebetulan itu. Juga ditentukan oleh berat atau ringannya.

Kebetulan yang ringan adalah jika antara iya dengan tidaknya fifty-fifty. Apakah pak Tony ada di rumah? Bisa iya bisa pula tidak, ini termasuk ringan. Kebetulan yang sedang adalah jika antara iya dengan tidaknya tidak berimbangan. Apakah pak Tony ada di rumah? Kemungkinan besarnya tidak mungkin ada di rumah, ini termasuk sedang. Tapi jika ketidakmungkinannya mencapai angka 100%, bahwa pak Tony mustahil ada di rumah, maka inilah kebetulan yang berat. Artinya, berat bagi kesalahan itu menjadi benar.

Apakah TUHAN terlibat dalam kebetulan? Bisa iya bisa tidak, bisa TUHAN, bisa setan dan bisa pula alamiah.

Contoh kebetulan yang dibuat oleh TUHAN adalah ketika nabi Yunus dibuang ke laut. Salahnya adalah jika TUHAN menghendaki nabi Yunus tetap hidup, harusnya TUHAN mencegah jangan sampai dia dibuang ke laut. Tapi nabi Yunus yang harusnya mati, kebetulan ada ikan yang lewat dan menelannya. Dalam hal ini Alkitab menuliskan: "atas ketentuan TUHAN......."

Yun. 1:17Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Contoh kebetulan yang dibuat setan adalah keberhasilan-keberhasilannya di dalam menguasai dunia. Harusnya setan tidak mungkin mencapai keberhasilan dalam segala rancangannya. Tapi TUHAN mengijinkan setan melaksanakan segala rancangan-rancangannya. Padahal rencana-rencana setan itu jahat semuanya, namun TUHAN ijinkan terjadi. Yang benar dibuat selalu gagal, tapi yang salah dibuat selalu sukses.

Contoh kebetulan yang terjadi secara alamiah adalah keberuntungan-keberuntungan yang kita alami seperti hadiah-hadiah undian yang kita menangkan atau kebetulan kita bisa diterima kerja di suatu perusahaan atau tentang perjodohan kita.

Jadi, kebetulan juga merupakan kemungkinan dari ketidakmungkinan. Karena kemungkinannya mendekati kemustahilan, karena itu jangan sekali-sekali kebetulan dijadikan bahan perhitungan. Jangan memimpikan faktor kebetulan karena itu betul-betul peristiwa yang langka sekali.

Apakah iman bisa membuat kebetulan? Tidak bisa, karena jalurnya berbeda. Sebab apa yang terjadi dari iman adalah menurut visi iman itu, sedangkan peristiwa kebetulan tidak masuk dalam perencanaan sama sekali.

Jika saya yakin bisa ketemu dengan pak Tony, itu namanya iman. Tapi jika pertemuan itu terjadi di luar perkiraan, maka itu bukanlah iman melainkan kebetulan. Jika saya yakin barang yang saya jual akan laku laris manis, itu namanya iman. Ada komponen yang dijadikan bahan perhitungan untuk meyakininya. Ketika saya mulai investasi atau melakukan langkah-langkah itulah yang disebut langkah-langkah iman. Saya melakukan apa yang saya yakini berdasarkan suatu logika. Kita bekerja atas sesuatu yang belum menjadi kenyataan, itulah yang disebut iman.

Kalau kebetulan tidak ada porsi logikanya yang untuk diyakini. Meyakini kebetulan sama dengan perbuatan konyol. Jadi, kebetulan itu ada tapi tidak boleh diadakan. Maksudnya, jangan diharapkan!

Ibr. 11:1Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Tidak ada komentar: