Kamis, 04 Februari 2016

BERAPAKAH SUKARELA ITU?

Jika di Perjanjian Lama jumlah persembahan ditetapkan 10% dari penghasilan – persepuluhan, tapi di Perjanjian Baru ALLAH menyerahkan pada kesadaran, kesukarelaan anda, maka berapakah yang anda berikan sebagai persembahan sukarela itu ?

Suatu kali saya memakai tenaga tukang bangunan dari tetangga di sebelah rumah. Mungkin karena sungkan terhadap saya, maka tukang bangunan itu berkata: Soal upah kerja terserah om Rudy saja……. Dia tak mau memberikan harga upah kerjanya, melainkan diserahkan pada kesadaran dan kerelaan saya. Tentu saja ini bikin saya serba repot. Mau diupah berapa, ya?!

Pada waktu itu upah harian umumnya Rp. 15.000,-  perhari. Tukang ini tetangga sebelah rumah, masak dikasih sama seperti upah umumnya? Lagi pula tukang ini kerjanya bagus sekali, masak tidak dikasih lebih? Akhirnya saya putuskan untuk memberinya Rp. 17.500,- sebagai kompensasi kelebihannya sebagai tetangga dan kelebihan pekerjaannya yang memuaskan. Kelebihan Rp. 2.500,- untuk zaman itu besar sekali, lho?!

Nah, jika Perjanjian Lama 10% dari penghasilan, maka berapakah yang hendak anda berikan berdasarkan kesadaran anda? Di sini ALLAH pingin tahu seperti apa jalan pikiran anda, seberapakah harga ALLAH menurut pikiran anda?!


Apa beda antara ditetapkan dengan sukarela? Kalau ditetapkan itu wajib, tanpa alasan apapun, yang jika tidak dipenuhi merupakan dosa. Tapi kalau sukarela ada fleksibelitasnya. Misalnya ketika anda berpenghasilan besar anda memberikan 10%, tapi ketika anda jatuh miskin, hidup serba kekurangan yang tak mungkin lagi untuk memberikan persembahan, maka ALLAH takkan mempermasalahkannya. Di sini orang-orang miskin dimerdekakan. Jika memang kekurangan ya tak usah memberikan persembahan. Sebab diri sendiri ini juga sesama manusia yang wajib dikasihi. Kita mengasihi orang lain, juga harus mengasihi diri sendiri. Yang penting kan nggak berlebih-lebihan, sebab harus sama sebagaimana terhadap orang lain. 

Tidak ada komentar: