Rabu, 03 Februari 2016

KUASA HP DAN INTERNET

Dulu Hand Phone menggunakan system AMPS – Advance Mobile Phone Service, lalu berganti ke system GSM - Global System For Mobile Communication. Nah, di saat system GSM mulai memasuki pasar Indonesia itulah saya berjualan HP Waktu itu merk-merk yang laris manis adalah Motorolla, Nokia dan Ericson. Saya memasarkan mulai dari Ericson type 237, 238, 239, 240 dan 241. Ketika type 242 keluar saya sudah berhenti memasarkan HP, sebab keuntungannya sudah merosot sekali. Jika semula bisa untung Rp. 200.000,- hingga Rp. 400.000,- per-unit semakin hari semakin merosot hingga cuma Rp. 50.000,- an.

Tanpa saya duga perkembangan HP saat ini sudah sangat luar biasa sekali. Selain untuk berteleponan juga bisa SMS, bisa internet, bisa email, bisa Facebook, bisa untuk photo, bisa transaksi perbankan, bisa jualan barang online, bisa membeli barang online, bisa bayar rekening listrik, bisa untuk panggil taksi atau GOJEK, dan lain-lainnya. Menggenggam HP saat ini seperti anda menggenggam dunia. Tapi benarkah anda yang menggenggam dunia? Jangan-jangan anda yang sedang digenggam oleh HP?

Yang bisa kita lihat dari fenomena HP ini adalah penyatuan dunia. Semua orang yang mempunyai HP dari ujung dunia telah dipersatukan. Hampir semua gerak kehidupan kita telah masuk ke satu tatanan dunia baru – New World Order, suatu budaya baru yang tersystem yang bisa dikaitkan dengan kelanjutan mendirikan menara Babel;

Dulu pernah ada usaha untuk mendirikan menara Babel. Tampaknya usaha itu dimotori oleh iblis, sebab rasanya manusia tak sampai mempunyai nalar untuk membentuk persatuan. Tapi iblis memiliki kepentingan untuk menyatukan manusia dengan maksud supaya mudah pengendaliannya. Manusia harus dibuatkan organisasi yang terstruktur, seperti mulai dari RT – RW – Lurah – Camat – Walikota – Gubernur – Presiden. Supaya dengan menguasai presidennya, terkuasai seluruh rakyatnya.

Jika seluruh rakyat sudah seperti penumpang bus yang dikendalikan oleh seorang sopir, maka sangat mudah sekali untuk menjerumuskan mereka ke dalam jurang – penyesatan. Itulah sebabnya ALLAH segera mengambil tindakan mengacaukan usaha pendirian menara Babel. ALLAH tidak menghendaki terjadinya penyatuan manusia, manusia yang satu dikendalikan oleh manusia yang lainnya. Tapi masing-masing manusia harus berdiri mandiri. Untuk urusan duniawi bolehlah istri menurut pada suaminya, anak pada orangtuanya, murid pada gurunya. Tapi untuk urusan keselamatan jiwa, masing-masing orang harus mandiri.

Betapa bahayanya jika suami Hindu, lalu sang istri ikut Hindu, anak-anak ikut Hindu. Suami menguasai istri, laki-laki menguasai perempuan, kakak menguasai adik, guru menguasai murid, pemimpin menguasai anak buah. Karena pacarnya Islam, lalu yang Kristen pindah ke Islam. Jadi apa jiwa anda jika urusan akherat dipersatukan?! Coba lihat di negara China; orang-orang yang memeluk agama Kristen dimusuhi. Coba bayangkan jika seandainya Indonesia ini dijadikan negara Islam sebagaimana pernah diperjuangkan oleh Kartosuwiryo – Negara Islam Indonesia atau lebih dikenal sebagai Darul Islam yang artinya Rumah Islam.

Mari kita pelajari bagaimana pendirian menara Babel itu.

Kejadian
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

Saat ini melalui terjemahan Google atau Google Translate, bukankah semua bahasa di seluruh dunia sudah bisa diterjemahkan, sehingga ketika anda tidak mengerti bahasa Rusia-pun menjadi bisa mengerti melalui terjemahan Google.


Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.


Tanah Sinear berbicara tentang tempat atau sarana. Tentu saja saat ini sarananya adalah Hand Phone atau internet. Di Tanah Sinear itulah mereka mendirikan menara Babel. Melalui HP inilah “menara Babel” kedua didirikan. Tanah datar artinya tempat yang strategis – HP adalah sarana yang strategis sekali.


Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."


Menara yang puncaknya ke langit. Bukankah itu satelit komunikasi yang mengorbit ke bumi? Menurut lembaga antariksa Amerika Serikat – NASA, ada sekitar 3000 satelit yang mengedari bumi.

Apa namanya? Internet. Apakah internet?

Interconnection network (internet) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin "inter" yang berarti "antara". Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya.
Sejarah internet awalnya berasal dari proyek ARPA yang dibentuk tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Proyek ini kemudian dikenal dengan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang melakukan riset tentang cara menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya agar bisa saling berkomunikasi. Pada tahun 1970, proyek ini berhasil menghubungkan lebih dari 10 komputer dalam bentuk jaringan, dan beberapa tahun kemudian, hasil riset proyek ini dikembangkan di luar Amerika. Karena jumlah komputer yang terhubung semakin banyak, maka pada tahun 1980 dibuatlah protokol resmi yang dikenal dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.


Itulah sebabnya TUHAN memecah manusia ke dalam berbagai suku dan memecah bahasa ke dalam berbagai macam bahasa supaya antara suku dengan suku yang lainnya menjadi orang lain atau orang asing sehingga timbul perang atau tawuran seperti sekarang ini. Dan sekalipun perang itu tidak baik, namun perang menandakan tidak terjadinya kuasa-menguasai. Ketika seorang ditindas dia harus melakukan perlawanan. Kita jangan mau diajak teman untuk melakukan tindak kejahatan. Kita harus berani menolak persekongkolan jahat sekalipun beresiko kehilangan teman.

Saat ini kita dipersatukan melalui HP atau internet dan Facebook. Harus timbul pertanyaan dalam pikiran kita. Untuk apa kita dipersatukan melalui HP atau internet dan Facebook?! Sama seperti anda ketika saya comot saya masukkan ke dalam grup Facebook saya, anda bertanya: “apa maksudnya saya digabungkan ke grup ini?” Itu tandanya anda cerdas dan waspada. Tapi maksud dan tujuan saya jelas, yakni supaya anda semua menyimak pemaparan saya. Saya hanya memaparkan suatu perkara atau temuan saya tanpa melakukan usaha apapun untuk mempengaruhi anda sekalipun dengan kecenderungan ke Alkitab. Dan Alkitab atau kitab suci atau TUHAN merupakan rujukan kita semua. Entah sadar atau tidak kita semua merindukan kebenaran, bukan?!

Tapi apakah tujuan HP, internet dan Facebook? Apakah tujuannya sekedar mencari uang? Jika mencari uang, mengapa terjadi perubahan terhadap gaya hidup dan berbudaya kita? Membuat kita semakin manja, semakin jauh dari pertemuan fisik, semakin merangsang kita pada keduniawian, dan lain-lainnya?!

Konon di Amerika Serikat orang sudah tidak perlu pergi ke gereja lagi. Orang bisa mendengarkan khotbat dari HP dan mengirimkan persembahannya melalui HP juga. Sekalipun itu entah salah atau benarnya, tapi bukankah telah merubah budaya 180 derajat?!

Bagaimana dengan pengaruh gambar-gambar porno bagi anak-anak kita. Tidakkah itu menguatirkan sekali. Macam apa moral bangsa ini beberapa tahun ke depan? Dan jika semakin ke tengah laut semakin besar ombak dan semakin jauh untuk kembali ke pantai, tidakkah semakin tenggelam kita ke keduniawian semakin sulit kita masuk pada pertobatan dan perkenan TUHAN?!

Karena itu ada baiknya kita memikirkan, merenungkan dan mengendalikan pemakaian HP dan internet, supaya jangan sampai kita terjerumus ke dalam pengendalian mereka, jika kita tidak menyadarinya.


Tidak ada komentar: