Selasa, 09 Februari 2016

Membongkar Tipuan Mujizat Kesembuhan

http://judyhusin.blogspot.co.id/2012/12/membongkar-tipuan-mujizat-kesembuhan.html

Selesai didoakan, orang itu diminta berdiri, Bangun dari kursi roda yang digunakan. “Ayo jalan... haleluya... engkau telah disembuhkan oleh bilur-bilurNya, ayo jalan..!” Orang itupun melangkah perlahan. “Haleluya... puji Tuhan, ia telah disembuhkan. Sekarang kutuk kursi roda ini sudah dilepaskan oleh kuasa Yesus..! Terpujilah Tuhan...!”

Pendeta tersebut lalu meninggalkan orang itu dan menghampiri yang lainnya. Sungguh mengesankan malam ini, mengikuti KKR penyembuhan yang dihadiri lebih dari 10 ribu orang. Mujizat kesembuhan dari Tuhan benar-benar terjadi. Tuhan Yesus memang luar biasa, ia tabib yang ajaib.

Anda pernah menghadiri KKR penyembuhan? Pernah melihat mujizat kesembuhan yang terjadi secara ajaib. Kuasa Tuhan memang luar biasa, tidak ada yang mustahil baginya. Sebagai orang kristen, anda pasti tahu dan pernah mendengar yang namanya mujizat kesembuhan. Banyak gereja mengadakan KKR mujizat kesembuhan dan banyak kesaksian orang-orang yang disembuhkan. Jika anda pernah menghadiri KKR kesembuhan, mungkin anda akan mengagumi pendeta-pendeta yang dipakai Tuhan dengan luar biasa untuk melakukan mujizat kesembuhan.

Banyak undangan KKR yang dilengkapi dengan embel-embel mujizat kesembuhan. Banyak yang datang dengan membawa orang sakit, apalagi kalau orang sakit tersebut tidak percaya Tuhan. Jika Tuhan menunjukkan kuasanya menyembuhkan penyakit orang itu, bukankah orang tersebut akan menjadi percaya pada Yesus? Itu berarti kita membawa jiwa-jiwa baru untuk diselamatkan. Terpujilah Tuhan.

Ada gereja yang mengajarkan bahwa mujizat kesembuhan bukanlah hal yang utama, yang terpenting adalah pengajaran yang benar. Perkataan ini umumnya diucapkan oleh pendeta di gereja-gereja yang tidak pernah mengadakan KKR penyembuhan. Tapi, banyak juga yang mengakui pentingnya ajaran yang benar dibandingkan mujizat kesembuhan atau kuasa-kuasa lainnya. Seorang pendeta, jika ia memiliki kuasa penyembuhan dan menyembuhkan banyak orang, tapi jika ajarannya menyimpang dari Alkitab, maka kemungkinan mujizat kesembuhan yang dilakukannya berasal dari Iblis.

Wow..., saya tertegun. Ternyata Iblis juga bisa melakukan mujizat kesembuhan. Selain pengajarannya, apa yang membedakan mujizat kesembuhan yang dari Tuhan dan dari Iblis. Apa satu pertanyaan yang melintas dipikiran saya, “Jika seseorang itu disembuhkan dengan ajaib, bukankah itu suatu anugerah baginya, terlepas dari siapa mujizat itu berasal. Bukankah orang tersebut diminta untuk percaya Yesus ketika akan disembuhkan, dan orang tersebut menyatakan percaya, lalu..., mengapa ia dikatakan disembuhkan oleh Iblis dan bukan oleh Tuhan?”

Ada yang mengatakan untuk membedakan pendeta yang benar-benar diurapi Tuhan dengan yang palsu adalah dilihat dari “buah”nya. Jika banyak orang bertobat, menjadi percaya Tuhan, banyak yang merasa diberkati, bertumbuh, dihiburkan, dikuatkan, itu berarti, pendeta tersebut benar-benar diurapi Tuhan dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Tapi, coba anda perhatikan pendeta-pendeta yang sering mengadakan KKR Kesembuhan, bukankah banyak yang bertobat, banyak yang percaya Tuhan, banyak yang merasa diberkati, bertumbuh, dihiburkan, dikuatkan, itu berarti, memang Tuhan yang mengurapinya, bukannya Iblis. Lalu?

Iman, Dasar Terjadinya Mujizat Kesembuhan

Percayalah dengan imanmu. Ketika kamu memohon kesembuhan dari Tuhan dan kamu mengimaninya bahwa kamu pasti sembuh, maka kesembuhan itu pasti terjadi. Iman itu penting, bukankah beberapa kali Yesus ketika akan melakukan penyembuhan berkata : “imanmu telah menyelamatkanmu”. Iman adalah dasar utama terjadinya mujizat kesembuhan. Lalu, apa dasar orang yang tidak disembuhkan oleh Tuhan? Dasarnya adalah dosa dan kurang beriman/percaya.

Dosa merupakan penghambat utama kamu tidak mendapatkan mujizat kesembuhan itu. Tuhan sangat membenci dosa. Oleh sebab itu jika di dalam hatimu masih tersembunyi dosa, maka kamu tidak akan disembuhkan. Selain dosa, kurang beriman/percaya juga akan membuat kamu tidak disembuhkan oleh Tuhan. Tuhan tidak suka orang yang setengah-setengah percaya kepada Tuhan, Tuhan mau kamu seutuhnya. Berikan dirimu seutuhnya kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepadaNya, maka ia yang mengasihimu akan memberikan yang terbaik bagimu.
Apakah Tuhan Yesus Menyembuhkanmu?

Katika pendeta di gereja anda mengatakan bawalah orang-orang sakit yang belum percaya Yesus dalam KKR yang akan diadakan tidak lama lagi. Biarkan Tuhan bekerja melakukan mujizat kesembuhan pada orang-orang yang belum percaya itu, agar ketika mereka menerima kesembuhan, mereka akan menjadi percaya pada Yesus dan bertobat dari dosa-dosanya.

Tapi..., tunggu dulu... Jika pendeta anda mengatakan hal ini, tapi juga mengajarkan bahwa imanmu-lah yang menyembuhkanmu, bukankah itu aneh? Jika pendeta anda mengatakan hal ini, tapi juga mengajarkan bertobatlah dari dosa-dosamu agar kamu menerima kesembuhan dari Tuhan, bukankah itu aneh?

Saya ulangi lagi. Pendeta menyuruh anda membawa orang-orang sakit yang belum percaya Tuhan, agar ketika disembuhkan mereka menjadi percaya, tapi mengatakan untuk sembuh harus percaya Yesus, harus punya iman. Bagaimana orang-orang tersebut sembuh jika belum percaya Yesus dan tidak punya iman terhadap Yesus? Mungkin anda menjawab, “justru pada saat akan disembuhkan itulah mereka diminta untuk percaya Yesus.” Anda yakin itu?

Saya ulangi lagi. Pendeta menyuruh anda membawa orang-orang sakit yang belum percaya Tuhan, agar ketika disembuhkan mereka akan mengakui dosa-dosanya dan bertobat, tapi mengatakan untuk sembuh harus mengakui dosa-dosanya dan bertobat terlebih dahulu. Bagaimana orang-orang tersebut sembuh jika belum mengakui dosanya dan bertobat? Mungkin anda menjawab, “dari dalam hatinya mereka pasti sudah mengakui dosa-dosanya dan mengalami pertobatan.” Anda yakin itu?

Anda pasti pernah mendengar, ada orang yang disembuhkan secara ajaib di atas mimbar, tapi setelah kembali ke rumah, penyakit orang tersebut kambuh lagi, bahkan lebih parah. Pendeta-pendeta dengan kuasa penyembuhan mengatakan kesembuhan itu berasal dari Tuhan Yesus. Jika kamu beriman, maka kamu akan sembuh. Jika kamu bertobat dari dosa-dosamu, maka Tuhan pasti menyembuhkanmu. Ketika penyakitmu datang lagi setelah kamu disembuhkan, itu berarti kamu kurang beriman atau masih ada dosa yang kamu sembunyikan. Jadi, sekali lagi.. PERCAYA dan berTOBATlah!

Pertanyaanya adalah : Jika orang yang penyakitnya kambuh kembali disebabkan karena kurang beriman atau masih ada dosa yang disembunyikan, bukankah pendeta berkata “Jika kamu beriman, maka kamu akan sembuh. Jika kamu bertobat dari dosa-dosamu, maka Tuhan pasti menyembuhkanmu”. Bukankah orang tersebut sudah disembuhkan diatas mimbar dan itu pasti karena ia beriman dan sudah bertobat. Ketika penyakitnya kambuh lagi, mengapa dianggap kurang beriman dan masih ada dosa yang disembunyikan?


Saya memiliki rekaman video-video KKR mujizat kesembuhan, beberapa kesaksian mujizat kesembuhan, pernah hadir dalam KKR Mujizat kesembuhan. Jika anda perhatikan, orang-orang yang katanya sudah disembuhkan dan diminta naik ke atas panggung, sebenarnya jauh lebih banyak yang memberikan kesaksian belum mengakui dosa-dosanya, belum bertobat. Dan jika orang tersebut belum mengenal Yesus, umumnya mereka baru mengaku percaya Yesus setelah disembuhkan.

Apa sesungguhnya yang dilakukan oleh pendeta yang mengatakan bahwa ketika orang-orang menerima kesembuhan, mereka akan menjadi percaya pada Yesus dan bertobat dari dosa-dosanya, tapi juga mengajarkan untuk sembuh perlu iman percaya kepada Yesus dan pertobatan?

Pernahkah anda perhatikan, meskipun banyak yang memberikan kesaksian mujizat kesembuhan di atas mimbar, tidak ada orang yang menguji kebenaran kesaksiannya. Umumnya setiap orang yang mendengar kesaksian itu akan terkagum-kagum dengan kuasa Tuhan termasuk sang pendeta. Ada yang tersenyum kagum, ada yang memandang dengan rasa takjub, ada yang terharu sampai meneteskan airmata, ada juga yang merasa ragu tapi tidak berani berbuat apa-apa, karena takut menghakimi hamba Tuhan, tapi tidak ada seorangpun yang berusaha membuktikan kebenarannya alias mengujinya. Meskipun banyak yang disembuhkan saat diatas mimbar, anda tidak pernah memperhatikan kelanjutan dari kesembuhan itu.


Mengamati dengan Lebih Teliti

Menguji kebenaran sebuah kesaksian kesembuhan akan dianggap sebagai orang yang tidak percaya. Menguji ajaran pendeta yang melakukan penyembuhan akan dianggap suka menghakimi. Meragukan terjadinya mujizat kesembuhan akan dianggap tidak percaya Yesus yang bisa menyembuhkan. Menolak cara-cara penyembuhan yang dilakukan oleh pendeta akan dianggap tidak beriman.

Jika anda berada di Gereja yang “tidak melakukan mujizat kesembuhan”, anda akan membenarkan diri dan merasa yakin bahwa para pendeta penyembuh itu adalah sesat. Anda memang tidak merasa takut untuk menilai bahwa cara-cara penyembuhan yang dilakukan pendeta-pendeta penyembuh itu adalah salah. Anda tidak takut mengatakan bahwa ajaran pendeta-pendeta penyembuh itu adalah sesat. Mengapa demikian? Itu karena pendeta di Gereja anda yang mengajarkan demikian, bukan karena anda tahu dimana letak kesalahannya. Begitu bukan?

Pernahkah anda mengamati dengan lebih teliti mujizat kesembuhan? Pernahkah anda membaca Alkitab lebih serius tentang penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus maupun pengikutnya? Ketika membaca mujizat kesembuhan yang dilakukan Yesus, anda mungkin hanya sekedar membacanya saja, atau anda mungkin hanya merasa kagum saja. Tapi, pernahkah anda perhatikan apa perbedaan dan persamaan mujizat kesembuhan yang dilakukan Yesus dengan pendeta-pendeta di KKR kesembuhan?

Jika anda berasal dari gereja yang “melakukan” mujizat kesembuhan, anda percaya bahwa kesembuhan itu berasal dari Tuhan sendiri yang disalurkan melalui pendeta yang diurapinya. Jika anda berasal dari gereja yang “tidak” melakukan mujizat kesembuhan, anda mungkin akan tetap percaya bahwa mujizat kesembuhan itu terjadi, tapi mungkin saja itu berasal dari Iblis.

Anda tahu barang asli dan barang palsu. Barang asli ketika dilakukan pengujian akan terbukti keasliannya, sedangkan barang palsu ketika diuji akan terbukti kepalsuannya dan anda juga akan menemukan bahwa barang palsu pasti bukan asli. Emas itu emas, semakin diuji akan semakin terbukti itu emas. Emas palsu itu bukan emas, semakin di uji semakin terbukti itu bukan emas. Anda pernah memakai perhiasan emas palsu? Terbuat dari apakah emas palsu itu? Anda mungkin menjawab dari bahan kuningan, perak atau yang lainnya, tapi tidak mungkin anda mengatakan perhiasan emas palsu itu terbuat dari emas.

Emas palsu itu bukan emas yang dihasilkan oleh tukang emas palsu yang ingin meniru tukang emas asli. Pada waktu ingin meniru tukang emas asli, tukang emas palsu pasti menggunakan bahan lain yang bukan emas. Intinya adalah emas palsu itu bukan emas.

Mujizat asli itu mujizat. Mujizat palsu itu bukan mujizat. Mujizat asli yang diterima seseorang itu adalah mujizat, mujizat palsu yang diterima seseorang, itu bukan mujizat. Tapi, bukankah orang itu sembuh secara tiba-tiba dan ajaib, kalau sembuh secara tiba-tiba dan ajaib tapi itu bukan berasal dari Tuhan, bukankah itu tetap mujizat, hanya saja pelaku mujizat itu kemungkinan adalah Iblis?

Tahukah anda bahwa sejak kecil kita disuguhkan dengan cerita-cerita dongeng, tahayul, dan hal-hal supranatural lainnya, sehingga tanpa sadar kita sangat mempercayai hal-hal tersebut. Tahukah anda bahwa yang mendapatkan cerita-cerita dongeng, tahayul, dan hal-hal supranatural lainnya bukan hanya kita sebagai orang awam, tapi juga para pendeta yang sudah sekolah teologi.

Pendeta-pendeta ini masih sangat banyak yang terpengaruh dengan hal-hal tersebut, akibat tanpa sadar erita-cerita dongeng, tahayul, dan hal-hal supranatural lainnya masuk ke dalam gereja bahkan dipercaya sebagai ajaran gereja yang sesuai dengan Alkitab. Saya tidak membahas lebih lanjut tentang ini, karena saat ini saya khusus ingin membahas mujizat kesembuhan.

Tuhan itu supranatural, Tuhan itu di luar akal manusia. Kita tidak mungkin bisa memahami Tuhan. Tuhan itu terlalu agung dan ajaib. Tapi dibalik keagungannya, Tuhan juga memberikan hal-hal supranatural yang mungkin terjadi dalam kehidupan kita, salah satunya adalah mujizat kesembuhan. Alkitab banyak mencatat mujizat kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus, jadi sebagai pengikut Yesus, tidak mustahil bukan jika ada pendeta-pendeta yang diurapi dengan kuasa penyembuhan. Saya setuju dengan hal ini.

Masalahnya adalah apakah mujizat-mujizat kesembuhan yang terjadi itu benar-benar adalah mujizat? Anda mungkin menganggap saya sebagai orang yang kurang percaya, bahkan menolak adanya mujizat kesembuhan. Tapi, saya beritahukan kepada anda bahwa Alkitab mengajarkan kita untuk menguji segala sesuatu, menguji setiap roh, bahkan Tuhan sendiri berkata “UJILAH AKU”

Saya mempertanyakan mujizat kesembuhan maupun mujizat lainnya, bukan karena tidak percaya, bukan karena meragukannya. Tahukah anda bahwa mujizat sejati, semakin di uji maka akan semakin terbukti kesejatiannya. Tuhan yang benar, ketika diuji akan semakin terbukti kebenarannya. Saya menguji bukan karena saya tidak percaya mujizat, tapi justru karena saya percaya. Alkitablah yang mengajarkan saya untuk menguji.

Mungkinkah kita menguji mujizat kesembuhan? Jawabannya mungkin sekali, terutama jika kita memiliki informasi yang lengkap. Alkitab kita jadikan standar kebenaran. Mungkin anda bertanya, mungkinkah kita menguji mujizat kesembuhan yang tercatat di dalam Alkitab? Jawabannya mungkin sekali, tapi peristiwa yang dicatat Alkitab sudah lama terjadi, para saksi mata sudah meninggal, tidak ada rekaman video terjadinya peristiwa, tapi kita memiliki catatannya di dalam Alkitab. Melalui kisah-kisah mujizat kesembuhan itu, kita masih mungkin mengujinya. Dari sinilah justru saya bisa membedakan mujizat kesembuhan yang terjadi sekarang ini dengan yang tercatat di Alkitab. Jangan terkejut kalau hasilnya sangat jauh berbeda.



Mujizat Kesembuhan oleh Yesus

Selama keberadaannya didunia, dengan tampil sebagai anak manusia, Yesus tercatat banyak sekali melakukan mujizat kesembuhan. Saya akan mengambil mujizat-mujizat Yesus yang berhubungan dengan kesembuhan saja. Saya akan jelaskan beberapa mujizat Yesus :

  • Yesus Menyembuhkan Orang Sakit Kusta

Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepadaNya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata :”Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir. Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." (Matius 8:2-4)

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun,tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. (Markus 1:40-45)

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." (Lukas 5:12-14)

Ayat-ayat dari Matius, Markus dan Lukas ini menceritakan peristiwa yang sama yaitu Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Apa yang terjadi dalam peristiwa ini? Yesus, karena belas kasihannya menyembuhkan orang itu. Begitu Yesus berkata “Aku mau, jadilah engkau tahir”, maka orang tersebut seketika itu langsung sembuh. Apakah orang ini benar-benar sembuh? Ayat berikutnya menjelaskan hal ini. Yesus berpesan kepadanya agar jangan menceritakan kepada siapapun tentang kesembuhannya, tapi cukup dengan memberikan persembahan seperti yang diperintahkan Musa. Tapi yang dilakukan orang itu justru sebaliknya. Ia menceritakan kepada banyak orang mengenai kesembuhannya, akibatnya banyak orang yang datang kepadaNya. Mengapa orang-orang ini mau datang kepada Yesus? Itu karena mereka telah melihat kesembuhan dari orang kusta ini. Jika orang tersebut tidak benar-benar sembuh maka tidak mungkin orang banyak itu mau datang kepada Yesus.

Perhatikan kesembuhan yang terjadi. Kesembuhan orang kusta ini terjadi dengan seketika. Seketika itu juga penyakitnya sembuh. Tidak ada penundaan kesembuhan, tidak ada disebutkan berangsur-angsur sembuh atau membutuhkan waktu beberapa hari baru bisa sembuh. Kesembuhan yang dialaminya adalah kesembuhan yang sempurna. Ini dibuktinya dengan orang itu berani menceritakan kepada banyak orang tentang kesembuhannya. Di jaman itu penyakit kusta adalah kutukan. Orang yang sakit kusta selalu disingkirkan dan tidak boleh mendekat kepada orang lain disekitarnya. Orang itu berani mendekat dan menceritakan kesembuhannya, itu karena ia benar-benar sembuh.

Sekali lagi perhatikan. Kesembuhan yang terjadi adalah SEKETIKA. Artinya saat ia dinyatakan sembuh, maka ia benar-benar SEMBUH.

  • Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Petrus

Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. (Matius 8:14-15)

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. (Markus 1:29-31)

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. (Lukas 4:38-39)

Ibu mertua Petrus sedang terbaring karena sakit demam saat Yesus datang ke rumah Petrus. Tampaknya juga demamnya cukup keras sesuai dengan yang tercatat di Lukas. Murid-murid Yesus meminta kepada Yesus supaya menolongnya. Yesus menghampiri ibu mertua Petrus dan memegang tangannya. SEKETIKA itu juga lenyaplah demamnya, dan pada akhirnya ibu mertua Petrus bisa melayani mereka semua. Sekali lagi kesembuhan yang terjadi adalah seketika.

Saya pernah mendengarkan kesaksian seorang yang katanya pernah menderita demam tinggi. Obat dokter yang diminumnya sepertinya tidak mempan. Lalu datanglah seorang hamba Tuhan kepadanya. Hamba Tuhan itu menggunakan minyak yang sudah didoakan untuk dioleskan di tubuhnya yang sakit. Orang itu mengatakan “selama beberapa hari kemudian, demamnya berangsur-angsur sembuh” dan ia menjadi percaya sekali dengan hamba Tuhan ini. Apakah orang tersebut sembuh karena didoakan dan dioleskan minyak? Saya katakan TIDAK. Tapi saya akan jelaskan nanti dibagian bawah.


  • Yesus Menyembuhkan Orang Lumpuh

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia. (Matius 9:1-8)

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah,katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat." (Markus 12:1-12)

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan." (Lukas 5:17-26)

Dalam peristiwa ini kesembuhan yang terjadi adalah kesembuhan dari kelumpuhan. Bagaimana kesembuhan itu terjadi? Kesembuhan itu terjadi dengan SEKETIKA setelah Yesus mengatakan “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu” Orang lumpuh tersebut bangkit dan mengangkat tempat tidurnya, kemudian langsung pulang ke rumah dengan disaksikan orang banyak. Kesembuhan yang terjadi adalah SEKETIKA.

Apa yang terjadi dengan mujizat kesembuhan dijaman ini? Anda perhatikan baik di KKR-KKR kesembuhan maupun gereja-gereja yang mengadakan acara penyembuhan. Kesembuhan yang terjadi tidak seketika. Ada seorang yang katanya terkena stroke dan mengalami kelumpuhan dan telah sekian tahun menggunakan kursi roda. Ia didoakan dalam KKR penyembuhan. Setelah didoakan ia diminta bangkit dari kursi rodanya. Perlahan ia bangkit, dan meskipun masih dalam kondisi berjalan dengan susah payah ia benar-benar mampu berjalan. Sang pendeta langsung mengatakan ia sudah disembuhkan. Benarkah ia disembuhkan?

Jikalau memang terjadi kesembuhan, seharusnya SEKETIKA itu juga orang tersebut dapat berjalan dengan normal dan lancar, tidak terseok-seok melangkah. Mengapa ia masih berjalan dengan susah payah? Itu karena penyakitnya stroke-nya belum sembuh alias tidak disembuhkan, IA MASIH SAKIT. Mungkin anda mengatakan “Bukankah orang itu tadinya lumpuh dan menggunakan kursi roda, jika ia dapat bangkit dari kursi rodanya dan berjalan meskipun terseok-seok itu kan sudah menunjukkan kesembuhan? Ia sudah lama lumpuh, maka tidak mudah baginya untuk kembali berjalan lancar.” Anda perhatikan lagi kisah Yesus menyembuhkan orang lumpuh diatas, apakah orang itu berjalan terseok-seok, sama sekali tidak. Orang itu langsung kuat tubuhnya dan bisa mengangkat sendiri tempat tidurnya. Orang lumpuh yang disembuhkan di KKR kesembuhan selalu berjalan dengan susah payah untuk turun dari mimbar dan terkadang masih perlu dibantu. Saya katakan sekali lagi, sama sekali tidak ada kesembuhan yang terjadi. Anda mau tahu mengapa ia bisa bangkit dan berjalan? Saya akan jelaskan dibawah.

Masih banyak lagi mujizat kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus maupun murid-muridnya. Saya hanya mengambil tiga peristiwa saja dari Alkitab. Dalam ketiga peristiwa di atas, selain kesembuhan yang terjadi SEKETIKA, masih ada peristiwa lain yang bisa kita temukan diatas yaitu kesembuhan yang terjadi bukan karena iman orang yang sakit, melainkan karena belaskasihan Yesus, permintaan murid-muridnya dan untuk menunjukkan kuasanya dihadapan ahli Taurat dan orang Farisi. Tidak disebutkan tentang iman. Ini menunjukkan bahwa iman bukanlah dasar mujizat kesembuhan bisa terjadi. Adakah ayat yang menunjukkan seseorang sembuh karena imannya? Jawabannya ADA. Alkitab mencatat banyak peristiwa mujizat kesembuhan, baik itu karena belas kasihan, karena iman orang lain disekitar orang sakit tersebut, maupun karena iman orang sakit tersebut. Tetapi IMAN tidak bisa dijadikan dasar seseorang mendapatkan mujizat kesembuhan atau tidak.

Adakah dalam mujizat kesembuhan baik yang terjadi di dalam gereja maupun di KKR kesembuhan terjadi kesembuhan yang kelihatan “SEKETIKA”? Ada, tapi sekali lagi saya katakan ujilah terlebih dahulu, apakah itu benar-benar kesembuhan atau tipuan. Di bawah saya akan berikan contoh mujizat kesembuhan yang seolah-olah terlihat benar-benar sembuh, tapi kenyataannya hanyalah tipuan.

Saya berikan dahulu daftar peristiwa mujizat kesembuhan yang terdapat di Alkitab, anda bisa mempelajarinya dengan hati-hati.

  • Menyembuhkan sakit kusta : Matius 8:2-4, Markus 1:40-45, Lukas 5:12-14
  • Menyembuhkan mertua Petrus, Matius 8:14-15, Markus 1:29-31, Lukas 4:38-39
  • Menyembuhkan orang lumpuh, Matius 9:1-8, Markus 2:1-12, Lukas 5:17-26
  • Menyembuhkan orang yang mati sebelah tangan, Matius 12:10-14, Markus 3:1-6, Lukas 6:6-11
  • Menyembuhkan anak pegawai istana, Yohanes 4:46-54
  • Menyembuhkan orang lumpuh di kolam Bethesda, Yohanes 5:1-16
  • Menyembuhkan wanita sakit pendarahan, Matius 9:20-22, Markus 5:25-34, Lukas 8:43-48
  • Menyembuhkan orang tuli dan gagap, Matius 15:29-31, Markus 7:31-37
  • Menyembuhkan hamba perwira yang sakit lumpuh, Matius 8:5-13, Lukas 7:1-10
  • Menyembuhkan orang buta di Betsaida, Markus 8:22-26
  • Menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, Yohanes 9:1- 41
  • Menyembahkan dua orang buta Matius 9:27-31- Iman sendiri
  • Menyembuhkan Bartimeus yang buta Matius 20:29-34, Markus 10:46-52, Lukas 18:35-43
  • Menyembuhkan wanita bungkuk yang 18 tahun dirasuk roh jahat, Lukas 13:10-17
  • Menyembuhkan anak yang sakit ayan, Matius 17:15-18 – Iman ayahnya
  • Menyembuhkan 10 orang sakit kusta, Lukas 17:11-19 – Iman sendiri
  • Menyembuhkan telinga Markus yang dipenggal Petrus, Lukas 22:49-51, Yohanes 18:10-11
  • Mengusir roh jahat di sinagoge, Markus 1:21-28, Lukas 4:33-37
  • Menyembuhkan orang gila di Gerasa dengan mengusir roh jahat, Matius 8:28-34, Markus 5:1-20, Lukas 8:26-37
  • Mengusir Roh jahat dari orang Siro-Fenisi di Tirus, Matius 15:21-28, Markus 7:24-30
  • Mengusir roh yang membuat seorang anak bisu, Matius 17:14-21, Markus 9:14-29, Lukas 9:37-42 
  • Mengusir setan yang menyebabkan bisu, Matius 9:32-34
  • Mengusir setan yang menyebabkan bisu dan buta, Matius 12:22, Lukas 11:14
  • Membangkitkan anak perempuan Jairus, Markus 5:22…43, Matius 9:18-26, Lukas 8:41-56
  • Membangkitkan anak janda di Naim, Lukas 7:11-17
  • Membangkitkan Lazarus Yohanes 11:1-44

Sembuh Tapi Kambuh Lagi

Banyak pendeta yang katanya punya karunia penyembuhan ketika menyembuhkan seseorang diatas mimbar, orang itu sembuh. Lalu ketika pulang ke rumah orang itu menjadi sakit kembali, bahkan lebih parah. Pendeta tersebut langsung mengatakan orang itu kurang beriman atau masih ada dosa yang disembunyikan. Benarkah penyebab kambuhnya adalah karena kurang iman, karena tidak taat, karena masih ada dosa yang disembunyikan? Jawabannya adalah karena orang itu tidak disembuhkandan pendeta tersebut sedang melakukan PENIPUAN. Lalu mengapa kelihatan seperti sembuh ketika di mimbar? Jawabannya saya jelaskan dibawah, tapi disini saya katakan kesembuhan dari sakit tidak harus beriman.

Anda yang tinggal di Indonesia, khususnya di Jakarta tentunya tahu bahwa Benny Hinn pernah datang ke Indonesia dan mengadakan KKR. KKR yang paling saya ingat adalah di tahun 2006, yang saat itu diadakan di Ancol. Saya ingat karena saya diajak oleh teman saya untuk ikut menghadiri, tapi saya menolaknya, karena saya merasa tidak perlu dan karena alasan salah satu teman saya yang ingin hadir saat itu mengatakan “ingin melihat kuasa Tuhan” secara langsung.

Selama KKR berlangsung, setiap harinya dihadiri lebih dari 500.000 orang, sungguh luar biasa. Selesai KKR, saya dipinjamkan teman saya rekaman VCD acara KKR tersebut yang saya copy untuk dapat saya lihat di lain waktu. Luar biasa ketika saya menonton VCD tersebut, ramai sekali yang hadir. Ketika selesai KKR (saya tidak ingat hari ke berapa) banyak kursi-kursi roda yang ditinggalkan. Itu berarti banyak orang lumpuh disembuhkan.

Tapi sejak dari rekaman pertama peristiwa mujizat kesembuhan oleh Benny Hinn, saya kesulitan menemukan orang yang benar-benar sembuh. Yang saya temukan adalah orang yang bercerita tentang penyakitnya yang tidak jelas dan ceritanya bertentangan dengan gejala penyakitnya, dan banyak dari orang-orang yang katanya sudah disembuhkan tapi masih jalan terseok-seok, masih harus dipapah, dan sama sekali tidak sembuh.

Ada satu yang menarik perhatian saya ketika menonton VCD tersebut. Melky Goeslaw, seorang penyanyi yang cukup dikenal di Indonesia, naik ke atas panggung. Ia mengatakan terkena kanker payudara, dan sudah disembuhkan dalam KKR tersebut oleh Benny Hinn. Kemudian ia pun menyanyikan lagu How Great Thou Art dengan begitu bersemangat, sambil memukul-mukul dadanya yang diyakini olehnya sudah sembuh dari kanker payudara. Saat menyaksikan itu, saya hanya berpikir “Kalau ia nanti kambuh lagi dengan penyakit yang sama, ia hanya membuat malu kekristenan”. Beberapa bulan kemudian, setelah KKR berakhir, saya menonton televisi yang memberitakan kematian Melky Goeslaw, dengan penyakit yang sama yaitu kanker payudara. Ironis sekali.

Mengamati Mujizat Kesembuhan Melalui Video

Berikut ini saya akan tampilkan beberapa video rekaman mujizat kesembuhan:

  • Sembuh dari Tuli dan Bisu


Jika video tersebut tidak terbuka, anda bisa melihatnya disini : http://www.youtube.com/watch?v=4VPXRtnS27c

Dalam rekaman ini seorang Opa dikatakan mengalami tuli dan bisu. Orang tuli tidak bisa mendengar, dan orang yang tuli sejak lahir umumnya juga bisu. Ini disebabkan ia tidak dapat mendengar suara sehingga ia juga kesulitan berbicara meskipun sebenarnya tidak bisu. Orang tuli dapat berkata-kata dengan suara yang khas dan terkadang tidak jelas. Seringkali anda harus berulang-ulang mendengarkan perkataan orang tuli, karena sebenarnya ia dapat berbicara dengan membaca gerak bibir anda.

Perhatikan video diatas. Si Opa di minta mengeluarkan lidahnya. Jika ia benar-benar tuli, mengapa ia bisa mengeluarkan lidahnya, padahal ia tidak mendengar dan sepertinya saat itu telinganya belum disembuhkan atau didoakan untuk sembuh. Ia mengeluarkan lidahnya kemungkinan karena membaca gerak bibir sang pendeta atau pendeta mengatakan itu sambil menjulur-julurkan lidahnya untuk memberikan contoh (tapi sepertinya sang pendeta tidak melakukan hal ini).

Setelah didoakan si Opa diminta mengatakan Haleluya. Si Opa mengatakannya dengan kesulitan dan tidak jelas. Pendeta mengulangi berkali-kali kata Haleluya. Perhatikan mata si Opa dan gerakan mulutnya, jika anda perhatikan dengan teliti, si Opa menatap ke mulut sang pendeta dan mengikuti gerak mulut sang pendeta. Itu sebabnya ia dapat berkata Haleluya. Sembuhkah si Opa? Saya yakin tidak. Sama sekali tidak terjadi kesembuhan. Si Opa masih kesulitan mendengar maupun berbicara. Ia hanya membaca gerak bibir sang pendeta. Lanjutan dari rekaman ini adalah seorang ibu yang terkena kanker payudara, tapi saya tidak membahasnya karena kesembuhannya tidak jelas dan informasinya sangat sedikit sekali.


  • Sembuh dari Kelumpuhan


Jika video tersebut tidak terbuka, anda bisa melihatnya disini : http://www.youtube.com/watch?v=V1fnywqeCXw

Ibu ini dibawa ke mimbar dan didudukkan di kursi. Ia sepertinya mengalami kesulitan berjalan. Dengan media saputangan yang sudah didoakan, ibu ini diminta untuk bangkit dari tempat duduknya. Sang pendeta sibuk berkali-kali mengatakan “terima kesembuhan!”. Si Ibu tampaknya enggan untuk bangkit dan butuh waktu cukup lama sang pendeta mengatakan “terima kesembuhan”. Dengan sedikit dipaksa ibu ini akhirnya bangkit dari tempat duduknya, dan selanjutnya berjalan perlahan karena memang ia kesulitan berjalan. Rekaman di potong, dan kemudian diperlihatkan ibu ini berjalan dengan lebih lancar meskipun sebenarnya masih terseok-seok. Sembuhkah ibu ini? Jika memang benar-benar sembuh seharusnya sejak awal ibu ini bisa berjalan dengan lancar, tapi yang terjadi adalah, ibu ini berjalan dengan susah payah dahulu, baru kemudian sedikit lebih lancar. Sama sekali tidak terjadi kesembuhan.

Mengklaim media seperti sapu tangan bisa menyembuhkan adalah OMONG KOSONG besar dari pendeta ini. Kalau memang saputangan itu bisa menyembuhkan, mengapa harus mengatakan berkali-kali “terima kesembuhan”. Tapi mengapa ibu ini bisa berjalan? Saya akan jelaskan dibawah.

  • Sembuh dari Tuli, Lumpuh dan Down Sindrom


Jika video tersebut tidak terbuka, anda bisa melihatnya disini : http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=j7zXGVLAaTQ

Ini adalah rekaman Festival of Gods Power yang diadakan oleh pendeta Philip Mantofa dari gereja Mawar Sharon. Dalam rekaman ini diperlihatkan tiga peristiwa kesembuhanan. Saya akan jelaskan satu persatu :
  1. Sembuh dari Tuli?
    Dalam rekaman dikatakan seorang anak perempuan baru saja disembuhkan dari telinga kirinya yang tidak bisa mendengar. Philip Mantofa menguji apakah anak ini benar-benar sudah sembuh telinga kirinya. Ia meminta telinga kanannya ditutup. Kemudian ia menjentikkan jarinya. Anak ini ternyata bisa mendengar. Lalu ia agak menjauh ke samping kanan anak ini dan memintanya mengulangi perkataannya, dan anak ini bisa mengulanginya dengan baik. Inilah faktanya:
    Jika memang benar anak itu tuli telinga kirinya dan telinga kanannya bisa mendengar, maka bukan hal aneh pada saat Philip Mantofa menjentikkan jarinya ia dapat mendengar, karena ia menjentikkan jarinya di dekat anak ini dan anak ini masih bisa mendengar melalui telinga kanannya, meskipun telinga kanannya di tutup. Kita tidak dapat mendengarnya karena mikropon tidak didekatkan. Ketika menjawab pertanyaan Philip Mantofa, Philip Mantofa berkata dengan menggunakan mikroponnya, itu sebabnya anda dan saya dan seluruh jemaat yang hadir bisa mendengar perkataan Philip Mantofa, alias suara speakernya cukup jelas terdengar. Cobalah anda menutup kedua telinga anda dengan tangan anda sekuatnya, apakah sama sekali anda tidak bisa mendengar apa-apa? Apalagi jika menggunakan speaker besar yang dapat didengar banyak orang. Jadi sama sekali tidak terlihat adanya kesembuhan disini.
  2. Sembuh dari Lumpuh?
    Seorang wanita yang katanya tidak bisa berjlana selama 6 tahun dibawa naik ke panggung. Meskipun dikatakan ia lumpuh, namun ia tidak dibawa menggunakan kursi rodanya. Mungkin kursi roda itu ditinggalkan karena ia sudah bisa berjalan, tapi mengapa tidak diberitahukan. Perhatikan cara jalan wanita ini, ia berjalan terseok-seok. Kemungkinannya adalah wanita ini tidak lumpuh, tapi hanya mengalami kesulitan berjalan, dan ia sama sekali tidak disembuhkan.
  3. Sembuh dari Down Sindrom?
    Dikatakan bahwa anak ini sejak usia 2,5 tahun setiap kali berlari pasti terjatuh, tapi sejak mendengarkan pemberitaan kesaksian-kesaksian, anak ini bisa berlari dan tidak pernah jatuh. Tidak disebutkan apa penyakitnya, tapi melihat gejalanya melalui gerakan dan tingkah laku anak ini, kemungkinan ia menderita down sindrom. Down sindrom merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom. Kelainan ini mempengaruhi pertumbuhan mental dan fisik menjadi terhambat atau terbelakang. Anak kecil ini memperlihatkan gejala tersebut.
    Ketika ia dibiarkan untuk berjalan sendiri, beberapa kali ia hampir terjatuh. Ini terjadi karena gangguan down sindrom yang dialami bocah ini salah satunya adalah gangguan motorik pergerakan dan keseimbangan tubuhnya. Dari gerakannya, terlihat dengan jelas ia sama sekali tidak sembuh.

  • Sembuh dari Sakit Pinggul karena Kaki Pendek Sebelah


Jika video tersebut tidak terbuka, anda bisa melihatnya disini : http://www.youtube.com/watch?v=U4oP9AWgd0s

Tadinya, saya ingin membatalkan untuk memasukkan video ini, karena ini rekaman dari luar negeri dan saya tidak tertarik dengan penyembuhannya. Tapi, saya ingin memperlihatkan sebuah trik disini. Todd White adalah seorang penyembuh jalanan di amerika. Ia biasa berkeliling kota untuk menyembuhkan orang-orang dengan kuasa Yesus. Salah satunya adalah seperti dalam video ini. Awalnya ia bertanya pada wanita penjaga toko apakah ada orang yang mengamai masalah fisik? Tapi kelanjutannya ia bertanya kembali kepada wanita itu apakah pinggulnya baik-baik saja? Wanita itu menjawab ia memiliki masalah, selanjutnya Todd White bahwa ada yang mengatakan dihatinya bahwa wanita itu memiliki masalah dengan pinggulnya dan penyebabnya adalah kakinya yang pendek sebelah. Antara percaya dan tidak, wanita ini setuju untuk didoakan dan selanjutnya ia merasakan kakinya yang pendek sebelah seperti mengalami pertumbuhan menjadi rata dengan kaki yang satunya. Ia merasa disembuhkan. Benarkah?

Dari sejak awal berbicara dengan wanita ini, Todd White sebenarnya sedang bermain trik dan anda bisa menyebutnya trik sulap. Ada unsur cold reading disini, yaitu semacam teknik membaca pikiran yang dalam hal ini ia menebak penyakit seseorang (cold reading adalah sebuah trik membaca pikiran, bukan ilmu gaib). Wanita ini adalah korbannya. Awalnya ia bertanya apakah ada yang sakit fisik, tapi kemudian ia bertanya apakah wanita ini memiliki masalah dengan pinggulnya. Wanita ini sedikit ragu menjawabnya, tapi itu cukup buat Todd untuk masuk ketahap berikutnya, yaitu dengan mengatakan bahwa ada yang berkata dihatinya bahwa wanita ini memiliki masalah dengan pinggulnya. Ini adalah efek dari cold reading, yaitu orang yang mendengarnya akan merasa itu ditujukan untuk dirinya padahal hanya hal umum yang ia katakan. Berikutnya ia katakan penyebabnya yaitu kaki yang pendek sebelah.

Anda tahu, trik memanjangkan kaki adalah sebuah trik sulap yang sudah lama sekali, tapi di luar negeri trik ini banyak digunakan oleh pendeta-pendeta penipu untuk melakukan mujizat kesembuhan. Mengapa untuk memeriksa kaki yang pendek sebelah, sepatu si wanita tidak dilepaskan? Karena disinilah rahasia triknya. Si pendeta harus memperlihatkan kaki yang pendek sebelah. Untuk memperlihatkannya ia memanfaatkan sepatu si sakit. Jika ia mengatakan kaki kirinya lebih pendek, maka ia dengan sengaja menarik sedikit sepatu dari kaki kanan si sakit, begitu juga sebaliknya, jika kaki kanan yang lebih pendek, maka ia menarik sedikit sepatu kaki kiri si sakit. Anggap saja kaki kiri yang dibilang lebih pendek, maka ia menarik sedikit sepatu dari kaki kanannya, Maka secara otomatis kaki kirinya akan kelihatan lebih pendek.

Mengapa si sakit tidak menyadarinya, karena si sakit sedang fokus dengan kakinya yang “lebih pendek”. Lalu bagaiman cara memanjangkan kaki yang pendek. Si pendeta berdoa dan perlahan-lahan ia memasukkan kembali sepatu kaki kanan. Mengapa si sakit tidak menyadarinya, karena ia sedang fokus dengan kaki kirinya yang pendek, bahkan ia kemudian merasakan ada sesuatu dengan kaki kirinya, yaitu mengalami pertumbuhan.

Itulah yang sebenarnya terjadi dalam rekaman tersebut. Perempuan itu, jika memang ia mengalami masalah pinggul, penyebabnya adalah bukan karena kaki pendek sebelah. Itu adalah tipuan. Sayangnya perepuan ini sudah tertipu, itu sebabnya ia merasa senang sekali, dan merasa sakitnya sembuh.

Apa yang bisa disimpulkan dari seluruh video diatas. Sesuatu yang diklaim sebagai mujizat kesembuhan diatas bukanlah mujizat kesembuhan. Tidak ada kesembuhan SEKETIKA yang terjadi seperti yang tercatat di Alkitab, semua hanyalah paksaan secara halus untuk menerima bahwa kesembuhan itu terjadi. Itu adalah PENIPUAN dan hanya trik belaka.


Kelenjar Adrenal, Si Kecil yang Mengagumkan

Pernahkah anda merasa begitu ketakutan, dan dalam ketakutan yang begitu besar, anda tiba-tiba memiliki keberanian yang tinggi. Pernahkah anda di kejar anjing. Ketika dikejar anjing seseorang yang ketakutan tiba-tiba bisa berlari begitu kencangnya padahal ia tidak pernah berlari sekencang itu. Pernahnya anda menyaksikan kesaksian baik di televisi atau membacanya di koran atau majalah, seseorang yang terdesak tiba-tiba bisa memiliki kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya. Apa yang menyebabkan itu semua? Jawabannya adalah adrenalin. Dalam situasi-situasi terdesak, adrenalin bisa membuat anda lebih kuat, lebih waspada, lebih siaga dan lebih cekatan. Hormon adrenalin di produksi oleh kelenjar Adrenalin.

Kelenjar adrenalin atau terkadang disebut dengan Adrenalin hanya berupa dua buah jaringan kecil dengan berat masing-masing hanya sekitar 5-6 gram dan terletak diatas kedua ginjal kita. Ada dua hormon yang sangat luar biasa fungsinya yang dihasilkan oleh kelenjar ini yaitu hormon adrenalin dan hormon kortisol.

  1. Hormon Adrenalin

Hormon adrenalin adalah hormon yang berfungsi sebagai sistem pertahanan diri. Dalam situasi terdesak, dalam keadaan bahaya, dalam rasa takut yang tinggi, atau dalam situasi-situasi menyenangkan yang berlebihan, hormon ini akan berfungsi. Anda bisa memiliki kekuatan 2 kali lipat dari biasanya ketika hormon ini bekerja, kewaspadaan anda juga meningkat tajam.


  1. Hormon Kortisol

Ada beberapa fungsi hormon kortisol yang sangat erat hubungannya dengan sistem pengobatan. Tapi saya akan membahas salah satu fungsinya yang menakjubkan yaitu penghilang rasa sakit untuk sementara.

Anda pasti pernah menyaksikan film-film dimana sang jagoan meskipun terluka, namun saat masih dalam pertarungan, sang jagoan seperti tidak menyadari dirinya sedang terluka dan dapat terus bertarung dengan baik. Setelah pertarungan selesai ia baru dapat merasakan rasa sakit dari lukanya. Itu kan hanya film. Memang benar itu hanya film, namun dalam situasi nyata, hal itu dapat juga terjadi.

Hormon kortisol yang sedang bekerja dalam diri seseorang dapat menyebabkan orang tersebut tidak merasakan sakit yang dideritanya. Hal ini dapat terjadi sampai beberapa waktu ke depan, bahkan bisa sampai berhari-hari. Hormon kortisol dapat mengetahui bagian tubuh mana yang sedang sakit dan dapat memperlambat atau menghentikan pengiriman sinyal-sinyal rasa sakit ke otak anda, akibatnya saat hormon ini masih bekerja, anda tidak merasakan sakit.

Karena dihasilkan dari kelenjar yang sama, maka kedua hormon ini dapat bekerjasama didalam tubuh anda. Anda ingin merasakan hormon ini bekerja, saya beritahukan salah satu caranya.

Anda tahu permainan Flying Fox yaitu meluncur dari ketinggian tertentu ke bawah dengan tubuh terikat tali. Cobalah untuk memainkannya, tapi saya tidak menyarankan untuk yang sakit jantung. Ketika naik melalui tangga ke ketinggian tersebut, di puncaknya, anda merasakan ketegangan bahkan ketakutan dengan ketinggian. Tapi cobalah lanjutkan. Begitu anda meluncur, seketika itu juga rasa takut anda hilang dan anda merasa nyaman. Itulah kerja adrenalin, makanya jangan heran ada olahraga menegangkan yang disebut memicu adrenalin. Perasaan nyaman inilah yang ingin dirasakan oleh para pecinta olahraga ini.

Lalu apa hubungannya dengan mujizat kesembuhan.

Hormon adreanlin dapat dipicu dalam situasi terdesak begitu juga dengan kortisol, namun tidak hanya situasi terdesak saja yang bisa memicu kedua hormon ini. Adrenalin (Kelenjar adrenal) dapat dipicu melalui hal-hal yang menyenangkan atau yang memberikan semangat. Musik yang keras disertai dengan lagu-lagu yang bersemangat ditambah dengan kata-kata yang mengandung sugesti dapat memicu adrenalin. Akibatnya adalah anda semakin bersemangat dan percaya diri dan seolah merasakan hadirat Tuhan padahal sesungguhnya itu hanya adrenalin anda yang terpacu. Tapi, adrenalin yang terpicu juga dapat mengakibatkan anda merasakan hal yang sebaliknya.

Itu sebabnya jika anda berasal dari gereja dengan musik-musik yang keras, begitu anda datang ke gereja dengan musik yang lebih tenang, anda akan merasa seolah tidak ada hadirat Tuhan, tidak ada Roh Kudus. Yang terjadi sesungguhnya adalah adrenalin anda tidak terpacu. Demikian juga sebaliknya, jika anda berasal dari gereja dengan musik yang tenang, kemudian datang ke gereja dengan musik yang keras dan bersemangat, anda justru merasa tidak nyaman. Ini terjadi karena adrenalin anda terpacu tapi dengan persepsi yang terbalik.

Gereja-gereja yang mengadakan KKR penyembuhan umumnya adalah berasal dari gereja-gereja yang sudah terbiasa dengan musik keras yang memacu adrenalin. Jemaatnya sudah terbiasa mendengarkan musik yang keras, motivasi para pendetanya yang meyakinkan bahwa “Mujizat masih terjadi, kesembuhan masih ada”. Kata-kata yang sugetif ini akan turut mendukung adrenalin anda, sehingga anda yang sudah terbiasa terpacu di gereja-gereja seperti ini seolah merasakan hadirat Tuhan yang begitu luar biasa.

Lalu bagaimana dengan orang yang baru pertama kali di bawa ke KKR penyembuhan dan belum pernah ke gereja seperti ini. Keinginan untuk sembuh dari sakit, situasi sekitarnya yang diisi oleh orang-orang yang bersemangat, akan turut memicu adrenalinnya dan akan diartikan “inilah hadirat Tuhan”

Ketika adrenalinnya terpicu, hormon adrenalin dan hormon kortisol terpicu, akibatnya orang ini akan lebih waspada atau lebih fokus pada apa yang dikatakan pendetanya. Selanjutnya ia akan merasakan karisma yang begitu kuat, seolah-olah pendeta ini benar-benar di pakai Tuhan dengan luar biasa. Jika ia memiliki penyakit dan keinginan sembuhnya besar, kortisol yang terpicu akan bekerja untuk menghilangkan rasa sakitnya, sehingga orang ini akan merasa “DISEMBUHKAN”.

Orang yang disembuhkan dari kelumpuhan seperti pada rekaman video diatas, mengapa bisa berjalan? Itu karena adrenalinnya bekerja. Saat itu ia tidak merasakan sakitnya dan memiliki kekuatan lebih untuk berjalan. Mengapa ia berjalan perlahan dan terseok-seok? Itu karena memang ia masih sakit, alias penyakitnya tidak sembuh. Adrenalin membantu berjalan untuk beberapa waktu, itu sebabnya tidak usah heran jika setelah pulang ke rumah, ketika efek adrenalinnya mereda, ia akan kembali lumpuh. Sama sekali tidak ada kesembuhan.

Saya mau mengatakan satu hal kepada anda. Saya pernah menyaksikan kesaksian sebuah video dimana seorang anak dinyatakan sembuh melalui mujizat kesembuhan oleh seorang pendeta. Tapi setelah kembali kerumah anak ini kambuh kembali penyakitnya. Saya tidak ingat apa penyakitnya, tapi itu penyakit yang sulit disembuhkan. Keesokan harinya anak ini oleh orangtuanya dibawa kembali ke pendeta tersebut. Pendeta tersebut mengatakan bahwa anak ini masih memiliki dosa yang disembunyikan, itu sebabnya penyakitnya kambuh lagi. Anak ini mengalami frustasi, karena ia tidak tahu dosa apa yang disembunyikannya. Tahun berikutnya, ia ditemukan bunuh diri oleh orang tuanya.

Jika anda pernah mengalami “mujizat kesembuhan” lalu beberapa waktu kemudian penyakit anda kambuh lagi, percayalah itu bukan karena dosa anda. Anda tidak perlu frustasi, tapi periksakanlah diri anda ke dokter. Tuhan juga bisa menyembuhkan melalui dokter. Jangan terus-terusan merasa berdosa. Anda perlu bertobat dari dosa, itu benar, dosa juga bisa mengakibatkan sakit, itu juga benar, tapi ingat tidak semua penyakit berasal dari dosa. Jika anda pernah mengalami “mujizat kesembuhan”, kemudian penyakit anda kambuh lagi, itu hanya merupakan tanda bahwa anda sama sekali tidak mengalami mujizat kesembuhan. Saran saya, periksakanlah diri anda ke dokter.

Jika Mujizat Kesembuhan bukan dari KKR

Bagaimana dengan mujizat kesembuhan yang muncul bukan dari gereja-gereja dengan musik yang keras? Intinya adalah sama.

Anda sedang mengalami kesulitan atau sakit penyakit. Datang seorang yang mengaku hamba Tuhan ke rumah anda. Jika yang datang mengaku berasal dari Saksi Yehuwa atau anda tahu mereka dari Saksi Yehuwa, dengan mudah anda akan langsung menolaknya, karena gereja-gereja umumnya mengajarkan demikian bukan? Tapi jika yang datang mengaku diutus oleh Yesus atau Roh Kudus, meskipun merasa ragu, anda akan cenderung menerimanya.

Ketika mendengarkan perkataannya yang tampak menghibur, hati anda langsung merasa nyaman atau anda mungkin menyebutnya “damai sejahtera”. Anda bisa tiba-tiba percaya pada orang tersebut, meskipun masih ada sedikit keraguan. Apa yang terjadi? Sebenarnya anda saat itu tanpa disadari ingin merasakan ketenangan, dan ingin menghilangkan kekuatiran anda karena kesulitan ataupun rasa takut anda. Itu sebabnya ketika datang Saksi Yehuwa, hormon adrenalin anda terpicu, tapi anda tahu mereka “salah”, akibatnya anda mengusir mereka. Tapi ketika datang yang emnagku diutus Yesus/Roh Kudus, adrenalinnya juga terpicu, tapi anda belum memiliki pemikiran yang buruk tentang orang ini, akibatnya, meskipun anda merasa ragu tapi lama-kelamaan ketika mendengarkan perkataan orang ini, anda mulai merasakan kenyamanan yang kemudian anda sebut dengan damai sejahtera, meskipun ada yang anda ragukan dari apa yang disampaikannya.

Begitu juga jika anda terbiasa mengagumi hamba Tuhan atau pendeta yang katanya punya karunia mengusir setan atau menyembuhkan penyakit. Meskipun tanpa musik yang keras, tapi perasaan kagum yang tanpa anda sadari sudah berlebihan akan memicu adrenalin anda, sehingga ketika anda sedang sakit, begitu didoakan olehnya, tiba-tiba anda merasa sembuh. Padahal yang terjadi hanyalah efek adrenalin sesaat.

Saya punya sebuah cerita. Istri saya sangat mempercayai dokter anak kami. Ketika anak kami sakit, pikiran pertama yang dituju adalah dokter anak ini. Bagi dia, hanya dokter anak ini yang bisa menyembuhkan anak-anak kami, meskipun dia juga tidak menyangkal dokter lain juga bisa menyembuhkan. Satu kali anak kami sakit. Karena sudah malam, saya sarankan bawa ke dokter yang didekat rumah kami saja. Ia sebenarnya tidak mau, tapi karena terpaksa, ia setuju. Di dokter ini anak kami diberikan obat yang langsung diminum malam itu. Keesokan harinya, pagi-pagi istri saya sudah ribut untuk pergi ke dokter anak kami yang biasa, karena mengatakan anak kami tidak sembuh. Saya katakan “nanti saja, kan obatnya juga baru diminum sekali.” Istrinya tetap ngotot dan mengatakan tidak sembuh kalau tidak dibawa ke dokter anak kami.

Tapi kami tetap tidak pergi. Anda tahu apa yang terjadi? Anak kami sembuh, bahkan belum minum obat untuk yang kedua kalinya. Apakah istri saya sadar bahwa dokter lain bisa menyembuhkan? Tidak, istri saya tetap nyaman kalau ke dokter anak kami. Beberapa kali anak kami tidak langsung sembuh ketika diobati oleh dokter anak kami, bahkan bisa samapi seminggu tidak sembuh. Tapi istri saya tetap merasa tenang. Karena kenyamanannya sudah berada di dokter tersebut.

Itu juga yang terjadi jika anda sudah merasa nyaman dengan seorang pendeta, anda bahkan mengagumi secara berlebihan, sehingga tanpa sadar, setiap kali mendengar perkataannya, anda akan merasa dikuatkan, dihiburkan, merasa bertumbuh, merasa damai sejahtera, dan lainnya. Dan pada saat anda sakit, kemudian didoakan, anda sudah merasa yakin sembuh, meskipun sebenarnya tidak sembuh. Efek tipuan yang masuk ke dalam diri anda.

Penutup

Anda yang terbiasa mengaku merasa dikuatkan, dihiburkan, bertumbuh, damai sejahtera, dll, berhati-hatilah. Perasaan ini akan membohongi anda. Banyak orang yang mengaku bahwa perasaan-perasaan seperti inilah yang menunjukkan bahwa hamba Tuhan atau pendeta tersebut benar-benar di pakai Tuhan, benar-benar di beri karunia menyembuhkan oleh Tuhan, benar-benar diurapi Tuhan, padahal itu hanya perasaan anda.

Tuhan Yesus, para nabi dan rasul, tidak pernah mengajarkan menggunakan perasaan untuk mengetahui kebenaran atau untuk mengetahui orang yang diurapi Tuhan. Tapi Alkitablah yang dijadikan dasar untuk mengetahui kebenaran. Jika anda hanya mengagumi atas dasar perasaan, percayalah anda sudah tertipu dan akan mudah sekali dimanipulasi oleh bermacam kepalsuan. Uji kebenaran melalui Alkitab. Uji setiap mujizat kesembuhan. Kesembuhan sejati tidak tahu di uji dan akan teruji kebenarannya ketika diuji. Dan sebagai penutup, tidak perlu kuasa setan untuk melakukan mujizat kesembuhan palsu ini.

Tidak ada komentar: