Selasa, 16 Februari 2016

XI. LARANGAN MEROKOK

Gereja biasanya menggunakan 1Korintus 6:15 - "Bukankah tubuhmu itu Bait ROH KUDUS" sebagai dasar untuk melarang jemaatnya merokok. Tapi tepatkah ayat itu digunakan sebagai dasar larangan merokok?

1. Sejak sekolah dasar[SD] dalam pelajaran biologi kita diajarkan bahwa tubuh itu adalah badan. Pelajaran biologi tak pernah menyentuh keagamaan dan Ketuhanan, sehingga biologi hanya mengenal satu pengertian saja bahwa tubuh itu badan yang terdiri dari kepala, leher, dada, kaki dan tangan. Nah, dengan bekal pengetahuan biologi yang sudah tertanam di kepala kita semenjak kecil itulah para pendeta menafsirkan kata-kata Alkitab dengan kacamata pelajaran biologi. Dari sini saja sudah keliru. Sebab harusnya Alkitab itu menguasai seluruh bidang mata pelajaran, bukannya mata pelajaran manusia yang menguasai Alkitab. Harusnya Alkitab dijadikan kacamata untuk pelajaran biologi bukannya bilogi yang dijadikan kacamata untuk membaca Alkitab.

Tubuh menurut Alkitab adalah akal pikiran kita, bukan badan kita. TUHAN tidak pernah mengurusi badan kita, tapi mengurusi pikiran kita. "ALLAH melihat hati" adalah melihat pikiran kita, bukan melihat pada lahiriah kita. Badan sekalipun melakukan perzinahan atau tangan melakukan pencurian, yang bertanggungjawab adalah pikiran kita. TUHAN berbeda dengan polisi atau pemerintah. Kalau polisi atau pemerintah yang ditangkap dan dihukum adalah badan, sehingga penjara dikenal juga sebagai "hukuman badan." Tapi ALLAH tidak mau menangkap badan, melainkan menangkap akal pikiran kita. Itulah sebabnya setiap hukuman ALLAH itu menyiksa pikiran. Masalah-masalah yang ditimpakan ke kita semuanya memakan pikiran. Secara fisik mungkin sehat, tapi pikiran kita babak belur. Itulah hukuman ALLAH.

Jadi, maksud 1Korintus 6:15 itu adalah supaya kita memelihara akal pikiran kita. Akal pikiran harus diusahakan berpikir yang suci, sebab ROH KUDUS tinggal di situ.

Mat. 15:19Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Sumber segala macam kejahatan itu dari pikiran. Karena itu pikiran harus diisi dengan kebenaran. Konsep-konsep dan ajaran-ajaran yang menyesatkan seperti trinitas, ibadah hari Minggu, gambar YESUS rambut panjang, dan lain-lainnya itu lebih merusakkan pikiran dari pada rokok. Kita merokok tidak akan masuk neraka, tapi kalau pengenalan kita akan TUHAN salah, kita pasti masuk neraka. Sebab pacar kita saja pasti gusar setengah mati kalau kita tidak mengenal kakak-adiknya, papa-mamanya, om dan tantenya. Nama kakaknya Herman dibilang Budi, papanya direktur dibilang tukang kayu. YESUS, ANAK ALLAH dibilang ALLAH. 'Kan sudah ngawur sekali itu?!

Yohanes
17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

2. Apakah rokok? Tembakau rokok itu mengandung racun yang namanya: nikotin. Kita jangan gusar dulu dengan "racun", sebab tidak semua racun itu tidak berguna atau membahayakan. Ada banyak racun yang bisa dimanfaatkan, contohnya racun tikus atau racun serangga. Kita sangat membutuhkan itu, bukan?! Lebih-lebih ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran itu justru memanfaatkan racun untuk obat. Semua obat dokter itu adalah racun.

Makanan seenak apapun jika sudah basi ya menjadi racun. Bahkan nasipun bagi orang yang sakit diabetes menjadi racun baginya. Jadi, jangan cepat-cepat berburuk sangka jika mendengar kata-kata racun. Bersikaplah bijaksana!

Rokok berbeda dengan minuman keras atau alkohol. Kalau alkohol itu membawa pengaruh ke kesadaran. Orang bisa kehilangan kesadarannya jika terlalu banyak minum alkohol, yaitu yang disebut mabuk. Tapi rokok sama sekali tidak menyerang kesadaran kita. Orang yang sudah kecanduan rokok, justru kegiatan berpikirnya sangat dibantu oleh rokok, misalnya ia sedang main catur atau main kartu atau ia seorang penulis. Tanpa rokok pikirannya justru menjadi tumpul. Kepala pening kalau tidak merokok.

Racun rokok itu menyerangnya ke jantung, paru-paru dan konon menyebabkan kanker. Itupun prosesnya sangat lambat sekali, yakni berpuluh-puluh tahun. Ayah saya meninggal karena jantung umur 74 tahun. Itu artinya beliau merokok selama lebih dari 50 tahun. Bisa jadi 60-an tahun baru membunuhnya. Jadi, rokok bukan pisau juga bukan pistol yang jika digunakan untuk membunuh bisa seketika menyebabkan kematian. Terlalu berlebihan untuk menyebut rokok sebagai pembunuh, jika setiap hari kenyataannya banyak orang mati karena kecelakaan di jalan. Harusnya lebih tepat orang dilarang membeli sepedamotor atau mobil dari pada dilarang merokok.

Mat. 7:3Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Kamu nangkring di atas mobil tapi telunjukmu menuding perokok sebagai ancaman. Padahal mobilmu itulah ancaman yang sesungguhnya.

3. Dari pada melarang orang yang sudah terlanjur kecanduan merokok seperti usia bapak-bapak, lebih baik memberikan penyuluhan kepada anak-anak muda yang masih belum tersentuh rokok atau yang masih baru mencoba-coba merokok. Sebab sangat sulit sekali melarang orang-orang yang sudah kecanduan itu. Hampir tidak ada gunanya segala nasehat, sebab luputnya mereka merokok di depan anda, mereka bisa merokok secara sembunyi-sembunyi. Bapak saya yang sudah kena penyakit jantung, masih merokok secara sembunyi-sembunyi.

4. Merokok itu menyerang kesehatan. Setuju. Tapi saya lebih suka membicarakan umur dari pada membicarakan kesehatan. Sebab apa gunanya segar bugar umur 30 tahun sudah mati ditabrak mobil. Bukankah masih beruntung yang sakit jantung yang bisa mencapai 74 tahun? Dengan kata lain, baiknya soal nasib itu menjadi kewenangan TUHAN. Kita tidak perlu menakut-nakuti para perokok dengan ancaman kesehatan, kecuali kita mempunyai pengetahuan kapan orang yang merokok itu akan sakit. Jika kapan akan sakitnya nggak jelas, lebih baik hemat bicara.

Anda berkata: "Merokok itu menyebabkan kanker." Saya bertanya: "Kapan itu akan terjadi?" Nah, jika anda tidak bisa menyebutkan waktunya, bukankah itu namanya omongan yang tidak berdasar, omongan yang tidak jelas?!

Berbicara tentang kesehatan, saat ini luas sekali cakupannya. Ada makanan-makanan yang mengandung pewarna, pengawet, daging-daging yang diawetkan dengan formalin, minuman-minuman instan, camilan-camilan yang mengandung sodium, dan lain-lainnya. Kebiasaan makan banyak-banyak juga bisa menyebabkan obesitas. Terlalu banyak makan daging juga kolesterol. Hidup di kota besar dengan tingkat polusi udara yang tinggi juga tidak baik.

Karena itu dari pada membicarakan masalah kesehatan yang tidak ada jelunterungannya, lebih baik membicarakan hukum-hukum TUHAN. Sebab tidak merokok kalau melanggar Firman TUHAN juga akan lebih parah bahayanya. Bisa jadi yang merokok terselamatkan, justru yang tidak merokok yang tidak selamat.

Jadi, anti merokok boleh tapi janganlah ekstrim memperlakukan perokok sebagai manusia sampah. Lihatlah manusia pada tabiatnya bukan pada merokoknya.

5. Merokok memang memberatkan keuangan. Pemerintah benar-benar menekan para perokok dengan menaikkan cukai rokok setiap bulannya, sehingga harga rokok naik terus setiap bulannya. Harga sebungkus rokok kini sudah mengungguli harga sepiring nasi di warung Tegal. Ini yang mencemaskan para perokok miskin.

6. Tulisan di bungkus rokok: "MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” jelas-jelas merupakan peringatan yang membodohi masyarakat. Sebab penyebab penyakit-penyakit itu bukan hanya rokok, tapi mengapa hanya dibebankan kepada rokok? Tidak adil, donk! 

Bukti ketidakbenaran peringatan itu, kini diganti menjadi: "MEROKOK MEMBUNUHMU." Tapi inipun merupakan kalimat yang konyol. Apa benar kamu dibunuh rokok?

7. Gambar penyakit kanker yang dimuat di bungkus rokok juga tidak ada kebenarannya. Jangan karena ada 1 - 2 kasus lalu dikenakan ke semuanya, seolah-olah setiap perokok pasti akan kena penyakit tersebut. Coba anda keliling pada satu kota, hitunglah jumlah perokoknya, lalu tengoklah ke rumahsakit kota apakah ada orang yang kena penyakit tersebut? Jika dalam satu kota tak ada orang yang berpenyakit seperti itu, bukankah itu namanya berlebih-lebihan?! 



8. Dibalik sisi negatif rokok, coba tengoklah berapa pajak rokok yang masuk ke pemerintah dan berapa juta tenaga kerja yang terserap di sektor rokok. Di saat pemerintah kesulitan mengharapkan kejujuran orang membayar pajak, para perokok dipastikan membayar pajak dengan benar. Sebab dalam setiap batang rokok yang dibelinya sudah termasuk pajak yang harus dibayarnya, sehingga tidak mungkin para perokok mengemplang pajak. Dan di saat pemerintah ketimpahan pengangguran, berapa banyak yang bisa diserap oleh industri rokok?!

Sebelum rokok dijual ke toko, ketika rokok masih tertimbun di gudang, bahkan ketika rokok masih belum dilinting, pabrik rokok sudah membayar pajak cukai rokoknya. Pemerintah sudah mengantongi uang dari pabrik rokok sebelum rokok itu laku. Dan laku atau tidak lakunya rokok tersebut menjadi resiko pabrik rokok tersebut. Pemerintah tidak dirugikan sedikitpun, Coba, mana ada bidang usaha lainnya yang seperti perusahaan rokok uniknya.

Bisakah gereja dan para pendeta memecahkan masalah pengangguran dan perpajakan rokok, supaya bukan bisanya melarang saja, sementara larangan itu jika diterapkan akan membawa dampak yang sangat luas?! Sebab masalah rokok bukan hanya masalah buruh-buruhnya saja. Di sekitar pabrik rokok itu ada banyak warung, pedagang kaki lima, ribuan Satpam, dan lain-lainnya yang hidupnya ditopang oleh cipratan keuntungan rokok. Ada petani tembakau, petani cengkeh, sopir rokok, sopir Angkot, salesman, toko-toko rokok, kios-kios rokok, pedagang asongan dan mata rantai yang luas sekali.

9. Perokok bukan penjahat! Tidak ada hubungannya sama sekali antara merokok dengan kejahatan. Berbeda dengan minuman alkohol. Kalau minuman alkohol ada hubungannya dengan kejahatan. Banyak pemabuk yang suka bikin onar dan melakukan kejahatan.

10. Konon perokok pasif, yakni orang-orang yang menghirup asap rokok lebih beresiko kena kanker dibandingkan dengan perokoknya sendiri. Ini jelas omongan yang tidak masuk akal. Sebab asap yang di udara itu sudah bercampur dengan udara, sementara asap rokok yang dihirup perokoknya masih murni asap rokok yang dimasukkan ke paru-parunya. Ibu saya jelas merupakan perokok pasif, tapi hidupnya lebih lama 10 tahun dari bapak saya. Begitu pula dengan nenek saya. Baik ibu maupun nenek saya mati dalam keadaan sehat walafiat, maksudnya, sakitnya tidak ada hubungannya dengan rokok.

11. Benarkah merokok itu sama dengan menghisap racun? Jelas tidak benar! Menghisap rokok ya menghisap tembakau, bukan menghisap racun. Adapun racun adalah efek samping atau resikonya. Dan semua hal di dunia ini pasti ada sisi negatif atau efek samping atau resikonya.

Saya merokok ketika usia 13 tahun. Pada waktu itu pikiran saya masih pikiran remaja dan masih belum tahu apa-apa tentang efek sampingnya merokok. Atau, kalaupun tahu resikonya saya masih terhitung orang duniawi, orang kegelapan, masih belum menjadi penginjil seperti sekarang ini. Kini usia saya 54 tahun[21 Oktober 1962], artinya saya sudah merokok selama 41 tahun dengan rata-rata 2 bungkus sehari. Jadi, merokok bagi saya saat ini bukan suatu kesengajaan tapi melanjutkan kecanduan saja.

Berhenti merokok sangat sulit sekali bagi saya. Sekalipun bisa berhenti namun pasti akan kambuh kembali. Karena itu saya biarkan saja keadaan ini, kecuali jika ada pengaruhnya bagi kesucian jiwa dan keselamatan jiwa saya. Jika tidak ada pengaruhnya buat apa saya harus bersusah-susah menghentikannya?! Yang saya sesalkan dari merokok hanya keuangannya yang termasuk memberatkan saya. Itu saja!

Sebelum menjadi penginjil tahun 2004, saya dihinggapi bermacam-macam penyakit; maag, ambeien, asam urat, dada nyeri karena rokok, sering terserang batuk dan setiap hari selalu meludahkan ludah warna hijau. Tapi ajaibnya semenjak menjadi penginjil hingga sekarang ini, saya sehat walafiat. Tak ada serangan penyakit apapun. Sekalipun makan tak teratur tak pernah maag saya kambuh.

>> Tak ada penyakit apapun.

>> Tak pernah meludah hijau lagi.

>> Tak pernah merasakan nyeri dada.

>> Bahkan bau badan saya tak berbau rokok.

>> Tubuh saya mulus tak pernah kena luka maupun tergores apapun.

>> Berkali-kali terpeleset hampir jatuh tapi tak pernah jatuh.

Sepertinya TUHAN menepati perjanjian dengan saya bahwa saya takkan mati karena kecelakaan, karena penyakit atau penyebab lainnya. Tapi saya hanya mau mati sebagai syuhada - mati syahid untuk kemuliaan nama TUHAN saja.

Beberapa bulan yang lalu saya pernah kena ambeien stadium 4 yang kini telah sembuh total oleh keajaiban TUHAN. Keajaiban lain yang menyertainya adalah jika sejak muda saya tak pernah mengeluarkan keringat, tak pernah kentut dan jarang buang air besar, semenjak sembuh dari ambeien, saya bisa mengeluarkan keringat, bisa kentut berkali-kali setiap hari dan bisa buang air besar setiap pagi.

Hasil gambar untuk gambar wasir stadium 4


Kamis, 29 Oktober 2015

SEMBUH DARI AMBEIEN

Sebelum saya menjadi penginjil tahun 2004, saya ini mempunyai banyak penyakit, antara lain: tekanan darah rendah, gigi, ambeien, rematik, dan lain-lainnya. Tapi semenjak menjadi penginjil, selama 10 tahun[2014] saya tak pernah terganggu kesehatan saya barang seharipun.

Saya menginjil melalui internet mulai tahun 2008, saya membuat grup di yahoogroups.com dengan member sekitar 32.000-an. Tapi pada tanggal 14 Juni 2014, saya digerakkan TUHAN untuk mematikan grup tersebut. Tanpa saya sadari tanggal tersebut memiliki angka "14" sebanyak 4 kali;

>> Kebetulan hari Sabtu, Sabtu ke-2: Sabtu adalah hari ke-7 x 2 = 14.

>> Kebetulan bertanggal 14.

>> Tahun 2014, angka terakhirnya: 14.

>> Tahun 2014 ada angka 20 yang belum terpakai dan bulan 6;

      20 - 6 = 14.

Nah, sejak itulah saya mulai agak sering terserang batuk dan pilek, sekalipun saya masih terus menginjil, tapi melalui facebook dan twitter.

Sekitar 3 bulan yang lalu saya dikejutkan oleh masalah mata yang mendadak kabur sekali dan kepala sakit jika lebih dari sejam di warnet. Terpaksa selama semingguan saya hanya 2 jam sehari di warnet[biasanya antara 8 - 10 jam]. Saya sempat mengambil keputusan untuk berhenti menulis gara-gara mata yang saya duga katarak.

Seorang sobat menawarkan bantuan untuk menguruskan kartu BPJS kesehatan supaya saya bisa operasi katarak. Tapi terpaksa saya tolak karena bertabrakan dengan prinsip saya untuk menolak baik obat maupun dokter. Sebagai hamba TUHAN, biarlah saya diurus oleh TUHAN.

Mendadak timbul gagasan untuk mengoleskan air ludah ke mata. Saya lakukan 4 - 5 kali, terjadilah keajaiban, keluarlah banyak sekali cairan semacam lendir dari ke-2 mata saya. Tapi penglihatan saya langsung pulih, bahkan lebih jernih dari biasanya. Maka sejak saat itu saya kembali aktif di warnet selama 6 - 8 jam di warnet, di facebook dan twitter.

Tapi kira-kira 1,5 bulan yang lalu, mendadak ambeien saya bikin masalah. Daging yang keluar dari anus besarnya setengah kepalan tangan tak bisa dimasukkan kembali. Rasa sakit luar biasa ketika BAB, ketika duduk, berdiri maupun berjalan. Biasanya, selama menjadi penginjil itu masih bisa dimasukkan kembali tanpa rasa sakit sama sekali. Karena tak berasa sakit maka saya anggap bukan penyakit. Setelah kesakitan itulah saya mencari informasi di internet tentang penyakit ambeien tersebut. Ternyata ketika masih bisa dimasukkan kembali itu sudah masuk stadium 3, sedangkan kalau tidak bisa dimasukkan stadium 4. Satu-satunya jalan harus operasi.

Selama menjadi penginjil saya tak pernah minta apa-apa, tak pernah berdoa yang untuk kepentingan diri saya sendiri. Termasuk soal penyakit ambeien itu, sekalipun sangat menyiksa sekali saya tetap menulis di warnet selama 6 - 8 jam sehari. Selama itu keluar lendir banyak sekali. Setelah menikmati penderitaan selama sekitar 2 minggu, mendadak rasa sakitnya hilang sama sekali sekalipun benjolannya masih tetap. Lalu sekitar 2 minggu berikutnya, benjolan tersebut bisa masuk dengan sendirinya, menyisakan sekitar sebesar kelereng saja. Dan sekitar 2 minggu berikutnya, yaitu hari ini, benjolan kecil itu sudah bisa saya masukkan dan tak keluar-keluar lagi.

Keajaiban yang lainnya, sebelum ambeien stadium 4 yang menyakitkan itu saya kalau BAB biasanya 3 hari sekali. Tapi semenjak menderita stadium 4 itu hingga sekarang saya bisa BAB setiap hari. Dan saat ini ada daging yang kelihatannya sudah mati, mengering, yang saya yakin beberapa hari lagi pasti akan terputus.

Kenapa saya tak pernah meminta sesuatupun pada ALLAH? Sebab DIA BAPA saya, BAPA yang sangat mengerti kebutuhan anak-anakNYA. Semua persoalan saya, saya serahkan kepadaNYA, saya mengurusi persoalan orang lain. Saya abaikan diri saya, saya perhatikan orang lain. Entah baik entah buruk saya tetap bersukacita dan tetap melayani yang sebaik-baiknya.

Yesaya 65:24Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 

Puji syukur kepadamu, ya JESHUA ha MASHIA. Amien

Tidak ada komentar: