Minggu, 21 Februari 2016

XV. LITURKI IBADAH

Liturki ibadah adalah susunan acara peribadatan di gereja yang secara garis besar terdiri dari acara doa, menyanyi, kesaksian dan acara intinya berupa khotbah pendeta. Tak jauh berbeda dengan susunan acara di upacara-upacara 17 Agustusan yang dibacakan oleh pembawa acara:

  1. Penghormatan Umum kepada Inspektur Upacara
  2. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  3. Pengibaran Bendera Merah Putih menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, Penghormatan dipimpin oleh Komandan Upacara
  4. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
  5. Pembacaan Teks PANCASILA Oleh Inspektur Upacara, diikuti seluruh peserta upacara
  6. Pembacaan Pembukaan UUD 1945
  7. Pembacaan Panca Prasetya Korpri diikuti oleh seluruh peserta upacara
  8. Amanat Inspektur Upacara
  9. Pembacaan Doa
  10. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  11. Penghormatan Umum kepada Inspektur Upacara
  12. Inspektur Upacara berkenan meninggalkan mimbar upacara
  13. Upacara selesai, Komandan Upacara dapat membubarkan pasukannya.
Dan kalau diumpamakan kendaraan, itu seperti kereta api yang ditumpangkan ke atas relnya, yang kereta api itu tidak mungkin ke kanan atau ke kiri menyimpang dari relnya. Setelah semua acara ibadah atau liturki itu dilalui seluruhnya, maka selesailah acara ibadah itu. Jadi, ibadah umat Kristen adalah menyelesaikan acara liturkinya.

Di dalam susunan acara liturki itu sudah ditentukan orang-orang yang bertugas, ada pemimpin doa, ada pemimpin pujian, dan lain-lainnya, sehingga tidak mungkin ada orang yang tidak bertugas yang masuk mengisi acara ibadah tersebut dan tidak mungkin ada acara baru.

>> Liturki adalah harga mati bagi sebuah gereja.

>> Jika susunannya diubah, maka akan dianggap sesat. Padahal liturki gereja itu berbeda-beda antara satu gereja dengan gereja lainnya.

>> Tidak semua gereja menyediakan waktu untuk kesaksian dalam liturkinya. Maka jika ada orang yang hendak memberikan kesaksian akan dikatakan: "Maaf, tidak ada agendanya dalam liturki gereja kami."

>> Orang baru atau orang luar tidak mungkin bisa berbicara di hadapan jemaat. Mereka akan berkata: "Maaf, orang yang boleh berbicara dengan jemaat hanya orang-orang yang sudah ditunjuk saja. Tidak ada acara untuk orang asing."


1. Alkitab tidak mengenal adanya susunan peribadatan. Artinya, peribadatan berlangsung secara spontan tanpa dibuatkan peraturan. Ibadah yang benar adalah ibadah yang tidak beraturan dan tidak ada tata tertibnya. Sebab umat ALLAH itu sudah dikaruniai ROH KUDUS, sehingga sekalipun tanpa peraturan akan teratur, tanpa tata tertib pasti akan tertib.

Sudah ada ROH KUDUS, masak masih diatur dengan pikiran dan perencanaan manusia? Maksud TUHAN adalah supaya TUHAN mempunyai waktu berbicara dengan umatNYA sewaktu-waktu. Tapi liturki telah menutup pintu bagi TUHAN untuk bicara sewaktu-waktu.

Oleh tidak adanya liturki itulah TUHAN YESUS berkesempatan berbicara kepada jemaat di Nazaret. Jemaat di sana merasa asing dengan YESUS menyatakan bahwa YESUS jarang atau belum pernah masuk ke gereja tersebut;

Lukas
4:16Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
4:20Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
4:21Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

"Bukankah IA ini anak Yusuf?"

4:22Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"

Dan kalau anda baca di ayat selanjutnya terjadi dialog antara YESUS dengan jemaat di sana. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi di gereja liturki. Biarpun pada akhirnya mereka marah pada YESUS dan bermaksud membunuh YESUS, namun misi TUHAN YESUS berhasil, yakni membidikkan kata-kata kebenaran. Kata-kata YESUS berhasil ditembakkan ke dalam benak banyak orang. TUHAN YESUS berhasil menanamkan benih, sekalipun ada yang jatuh di pinggiran jalan, ada yang jatuh di bebatuan, ada yang jatuh di semak duri, tapi pasti ada juga yang jatuh di tanah yang subur.

Demikian halnya dengan saya di Facebook ini yang memasuki berbagai macam grup. Ada grup liturki, yakni moderator yang memoderasi - menyeleksi tulisan-tulisan saya, yang jika dianggap memukul gerejanya, maka saya akan dia blokir. Maunya dia hanya tulisan-tulisan yang enak-enak, bukan yang bernada kritikan. Tapi ada juga grup-grup yang benar-benar bebas. Nah, dari antara para pembaca tulisan saya terjadilah reaksi yang bermacam-macam, sehingga terjadilah geliat kehidupan yang benar-benar hidup, tidak seperti dunia robot atau dunia zombie yang monoton.

Demikian juga rasul Paulus mendapatkan kesempatan yang serupa untuk menyampaikan buah pikirannya;

Kisah
13:14Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.
13:15Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!"
13:16Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: "Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

Padahal rasul Paulus hanya "mampir" ke gereja tersebut dari acara perjalanannya ke Ikonium. Jemaat di Antiokhia itu merasa tercerahkan dengan pekabaran Injil rasul Paulus sehingga rasul Paulus diminta berbicara lagi di Sabat-sabat berikutnya;

13:42Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.
13:43Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.

Di Sabat berikutnya yang datang lebih banyak; banyak yang tertarik!

13:44Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.

Tantangan mulai muncul dari orang-orang yang iri hati;

13:45Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.

Apakah rasul Paulus diam saja ketika perkataannya dibantah orang?

13:46Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
13:47Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

Apa reaksi umum jemaat di Antiokhia?

13:48Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
13:49Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.
13:52Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Di Antiokhia inilah para pengikut rasul Paulus itu disebut Kristen;

Kis. 11:26Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Apa yang dikerjakan oleh musuh-musuh kebenaran?

Kisah
13:50Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.
13:51Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.

2. Bagaimana rasul Paulus memberikan gambaran peribadatan gereja?

Roma
12:6Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
12:7Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
12:8jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Yang hendak menyanyi, ya menyanyilah. Jangan semua orang dipaksa bernyanyi jika dia tidak digerakkan ROH KUDUS untuk menyanyi pada waktu itu. Sebab orang yang tidak sedang semangat menyanyi jika dipaksa harus menyanyi, maka penjiwaannya tak ada, menjadi persembahan yang palsu di hadapan TUHAN.

Jadi, di gereja, kamu mau apa? Kamu tergerak untuk memuliakan TUHAN dengan cara seperti apa? Apakah kamu digerakkan untuk menyampaikan pantun? Apakah kamu digerakkan untuk bersaksi? Apakah kamu digerakkan untuk menari? Apakah kamu digerakkan untuk menyampaikan nasehat? Apakah ada mimpi atau penglihatan atau pesan TUHAN yang perlu disampaikan ke jemaat? Apakah kamu digerakkan untuk menyampaikan pengajaran? Apakah kamu digerakkan untuk menyampaikan kebenaran?

Sampaikanlah dorongan ROH KUDUS yang berbicara kepada kamu, sekalipun itu bertentangan dengan pendapat umum, sekalipun beresiko kamu akan dibenci dan dimusuhi orang. Jangan ditahan, jangan padamkan ROH KUDUS;

1Tesalonika
5:19Janganlah padamkan Roh,
5:20dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
5:21Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.


Yoel 2:28"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Jangan meremehkan perkataan orang sekalipun itu orang baru, bahkan baru Kristen, sebab ALLAH bisa saja memakai semua orang. Bahkan ALLAH pernah memakai seekor keledai untuk berbicara pada "pendeta" Bileam. Apakah ALLAH sekarang tidak bisa berbicara melalui seekor kuda kepada pendeta Gilbert Lumoindong yang terkenal di zaman ini? Apakah karena ia seorang yang terkenal sehingga tidak layak mendengarkan perkataan dari mulut kuda?

Mat. 21:16lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Ketika Amerika Serikat dilanda kekecewaan besar akibat pekabaran Williem Miller yang meleset, ada 2 bapak-bapak yang ditawari ALLAH untuk melanjutkan pekabaran itu, namun mereka menolak. Itulah sebabnya ALLAH memakai seorang perempuan, seorang perempuan yang hanya mengecap pendidikan sebatas kelas 4 SD karena mengalami cedera otak. Dan di tangan ALLAH, Ny. Ellen G. White menjadi seorang nabiah yang melahirkan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. 

1Korintus 14:26Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Biarlah yang menyanyi hanya yang hatinya digerakkan untuk menyanyi saja, jangan semua orang harus menyanyi. Jangan membuat suguhan palsu ke hadapan TUHAN, membuat TUHAN membuang mukaNYA oleh sebab basa-basimu.

1Korintus
14:27Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
14:28Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Kalau ada yang berbahasa ROH, harus ada yang bisa menafsirkannya. Jika tidak ada yang bisa menafsirkannya, maka jangan disampaikan ke jemaat. Jadi, jangan semua orang berbahasa ROH sehingga kayak kumpulan orang gila saja;

1Korintus 14:9Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

Waktu untuk TUHAN itu 24 jam sehari-semalam, sama seperti dengan hari-hari lainnya. Karena itu jangan dibatasi acara gereja itu hanya 2 jam saja sehingga orang-orang lain tak berkesempatan untuk menyampaikan sesuatu. Rasul Paulus memberikan petunjuk supaya setiap orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu;

1Korintus
14:30Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
14:31Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.


Dan tentang pengajaran-pengajaran;

1Korintus 14:29Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
14:32Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
14:33Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

"Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi", artinya, ajaran yang disampaikan harus selaras dengan Alkitab. Jika tidak sesuai Alkitab harus ditolak, seperti: Trinitas, ibadah hari Minggu, Natal, Paskah, gambar YESUS rambut panjang, dan lain-lainnya. Apa ada itu di Alkitab? Jika tidak ada harus ditolak!

Jadi, liturki gereja merusakkan rencana-rencana dan pekerjaan ALLAH. Itulah sebabnya pekabaran kelahiran YESUS tidak ALLAH sampaikan ke gereja resmi yang dikuasai oleh orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat, tapi disampaikan ke orang-orang jalanan, yakni: Maria, Yusuf, para Majusi dan para gembala. Para imam Lewi TUHAN abaikan.

Kebenaran tidak mungkin disampaikan ke jalur resmi, gereja-gereja papan nama dan pendeta-pendeta upahan, tapi terpaksa ke jalur tidak resmi, ke orang-orang jalanan seperti saya.


3. Arti ibadah itu luas, bukan cuma di gereja saja. Sebab arti ibadah adalah melakukan perintah TUHAN. Karena itu ketika kita memberi ke fakir-miskin itu juga termasuk ibadah;

Yak. 1:27Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Melakukan semua perintah ALLAH itu ibadah! Mengapa dibatasi dengan ruang dan waktu?


4. Perintah ke gereja itu di Alkitab dinamai: "PERTEMUAN JEMAAT." Themanya adalah jemaat atau saudara seiman kita, bukan untuk ALLAH, juga bukan untuk mendengarkan khotbah pendeta. Apa lagi ditujukan ke masuk gedung gerejanya. Sebab banyak orang yang tidak suka dengan pendetanya, sehingga dia ke gerejanya hanya sebelum waktu khotbah dan ketika waktunya khotbah, dia pulang. Jadi, menurut orang itu ibadah adalah masuk ke dalam gedung gereja.

Banyaknya orang yang telah terjebak ke pengertian gedung bisa dilihat pada sumbangan pembangunan gedung gereja. Jika untuk menyumbang pembangunan gedung gereja, orang tak segan-segan menyumbang milyaran. Tapi untuk fakir-miskin? Nol besar!

Jadi, pertemuan jemaat adalah untuk jemaat bukan untuk ALLAH. Pertemuan jemaat itu bukan untuk menyembah ALLAH tapi untuk menunjukkan kasih kepada sesama jemaat. Bukan untuk menghadap ALLAH tapi untuk menghadap sesama jemaat, untuk saling berbagi, saling membangun dan saling menguatkan.

Jika kita menyanyi lagu Mazmur itu untuk telinga jemaat, bukan untuk telinga ALLAH! Supaya orang yang mendengar syairnya tersentuh hatinya dan imannya dikuatkan melalui lagu pujian.

Mat. 9:13Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

ALLAH tidak menuntut penyembahan kita. Tapi ALLAH ingin melihat hubungan kasih terjadi di antara umatNYA. Jadi, lakukanlah perintah TUHAN, maka itulah penyembahan kepada TUHAN.

Orang menyanyi untuk jemaat, mengajar untuk jemaat, bernubuat untuk jemaat, berbahasa ROH untuk jemaat. Pendeknya semua acara adalah untuk jemaat, bukan untuk ALLAH. Sangat salah alamat jika pertemuan jemaat untuk menyembah ALLAH. Tapi sembahlah ALLAH dengan cara melakukan segala perintahNYA.

Tidak ada komentar: