Sabtu, 27 Februari 2016

XX. MASALAH MENYEKOLAHKAN ANAK

Jangan lupa, gerakan menganjurkan menyekolahkan anak setinggi mungkin itu adalah program pemerintah dalam rangka pemberantasan buta huruf, di zaman Orde Baru. Sekalipun itu tidak salah dan bukan dosa, namun jika dilakukan secara berlebih-lebihan, apakah baik hasilnya?

Berkaca dari negara-negara Barat yang sudah mendahului terbebas dari buta huruf warganya, nyatanya di sana juga menyisakan ketimpangan:

>> Pendidikan tidak bisa menciptakan lapangan kerja yang memadahi.

>> Pendidikan tidak bisa mengurangi kerusakan moral seksual: perselingkuhan, perkosaan, homoseks, lesbian, dan banci-banci.

>> Pendidikan berpartisipasi meningkatkan angka orang meninggalkan TUHAN dan agama. Semakin tinggi kepintaran orang semakin meniadakan TUHAN.

>> Pendidikan tidak sanggup membendung tindak kejahatan. Semakin hari semakin banyak orang yang dipenjarakan.

>> Pendidikan tidak sanggup menciptakan perdamaian dunia. Semakin pintar semakin rajin menciptakan senjata pemusnah.

>> Pendidikan berpartisipasi dalam membuat orang dihanyutkan oleh kemewahan, foya-foya, materialistis, ambisius, egoistis, dan lain-lainnya.


Pendidikan mungkin baru berhasil membuat benda-benda, seperti motor, mobil, pesawat terbang, kereta api, komputer, HP, robot, dan lain-lainnya. Dan pendidikan memang berhasil meningkatkan kwalitas semua barang-barang itu. Dari tahun ke tahun keluar motor type terbaru dengan teknologi yang lebih maju. Tapi sayang manusia pembuatnya semakin merosot moralnya.

Jika laju hasil pendidikan yang semakin merosot ini dilanjutkan, tidakkah pada akhirnya akan menghancurkan negara, menghancurkan dunia dan membawa seluruh umat manusia masuk neraka?! Karena itu kita, orang-orang Kristen yang memiliki terang TUHAN ada baiknya kita kembali mencari pengajaran TUHAN kita, supaya kita tahu bagaimana kita harusnya hidup.

Wahai bapak dan ibu, jika hasil menyekolahkan anak itu membuat anak-anak anda sukses menjadi menteri, menjadi pengusaha, menjadi orang kaya, mempunyai banyak rumah, banyak mobil dan banyak uang untuk 7 keturunan, apakah anda bangga sekalipun kedudukan itu telah membuat anak-anak anda melalaikan dan meninggalkan TUHAN? Bagaimana jika ada anak yang tidak bersekolah, buta huruf, tidak bisa mendirikan pabrik, bisanya hanya menjadi nelayan sederhana, hidupnya sederhana sekali, namun jiwanya dekat dan diperkenan TUHAN, manakah yang anda inginkan? Kaya tapi jauh dari TUHAN atau miskin tapi dekat TUHAN?

Di dalam TUHAN, pekerjaan yang TUHAN sediakan adalah menjadi petani, peternak, gembala kambing, nelayan, dan lain-lainnya yang tidak membutuhkan ijasah sekolah, tidak perlu bisa membaca-menulis, juga tak perlu kuliah kesarjanaan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak menyalahi aturan pemerintah, malahan didukung oleh pemerintah, tidak menyalahi aturan TUHAN, malahan Alkitabiah.

Sekalipun pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak menjanjikan kekayaan, kedudukan, kehormatan, dan kemewahan, namun sesuai sekali dengan ajaran Kristen yang mengajarkan pola hidup sederhana. "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." - 1Timotius 6:8.

Dari sini terbentang 2 jalan: jalan pendidikan dengan jalan orang biasa, jalan pikiran manusia dengan jalan pikiran TUHAN, jalan yang menjerumuskan dengan jalan yang menyelamatkan, jalan kebanyakan orang dengan jalan orang-orang berhikmat?

Suatu kali terjadi pertengkaran antara gembala-gembala Lot dengan gembala-gembala Abraham karena berebut lahan gembalaan. Dari sini Abraham mengambil kebijaksanaan untuk sebaiknya hidup berpisah antara dirinya dengan Lot. Lalu Abraham menyuruh Lot memilih wilayah; jika Lot ke barat, maka Abraham akan ke timur, jika Lot ke Timur, Abraham akan ke barat.

Nah, Lot melihat ke arah kota Sodom dan Gomora, sebuah kota metropolitan yang menjanjikan masa depan. Ke sanalah pilihan Lot, sehingga Abraham hanya mendapatkan wilayah yang jauh dari gemerlapan kota. Lot memilih jalan yang disangkanya bermasa depan, sedangkan Abraham siap di tempatkan di mana saja. Lot berhitung dengan akal pikirannya, tetapi Abraham berpedoman pada ALLAH. Bahwa beserta ALLAH, di mana saja adalah berkat yang besar.

Kata Mochtar Riady, bossnya Lippo Bank: "Gunung itu tak perlu tinggi yang penting ada dewanya." Angan-angan itu tak perlu muluk-muluk, yang penting adalah kuasanya. Sebab apa guna nyaring suaranya kalau itu suara tong yang kosong? Lebih baik tenangnya air yang menghanyutkan. Dan Alkitab memberikan bukti dari tongkat bisa dijadikan ular, dari air tawar bisa dijadikan anggur, Daud yang kecil merobohkan Goliat yang besar, seorang gembala Musa mengalahkan firaun yang dipuja-puja, dan banyak lagi kisah lainnya. Bahwa bersama ALLAH itu lebih berguna dari pada bersama jutaan orang.

Ams. 14:12Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Itulah pilihan Lot tentang kota Sodom dan Gomora yang dipikirnya kota masa depan, tapi yang kemudian ternyata menjadi kota yang ditunggangbalikkan ALLAH. Demikian pula dengan kita yang berpikir untuk merantau ke kota Jakarta. Mungkin benar di Jakarta mencari uang gampang, tapi kata orang: ibukota ini lebih kejam dari ibu tiri.

Dari kampung miskin, di Jakarta kaya-raya. Tapi kehidupan kita hancur; moral bejat, terjerumus narkoba, terjerumus kelainan seksual, dan akhirnya harus mendekam di penjara, seperti Saipul Jamil. Apa yang akan kita kata?

Sebagai orang Kristen, keberatankah kita menerapkan ajaran TUHAN ke dalam rumahtangga kita? Sebab hidup di dunia ini hanya sekejap mata saja, sehingga tak ada gunanya kita merentangkan rencana jangka panjang.

Kalau saya ke luar warnet ke jalan raya, itu hanya membutuhkan waktu yang kurang dari satu menit. Kalau saya sekeluar warnet disambar truk tronton hingga mati seketika, maka itu hanya membutuhkan waktu semenit saja. Orang-orang di warnet pasti akan bercerita: "Belum ada semenit bapak itu dari menulis-menulis di warnet sini sekarang sudah tiada. Cepat amat?!"

Siapa dari antara anda yang berani memastikan masih hidup satu jam ke depan? Jika satu jam ke depan saja masih belum jelas apakah masih hidup atau sudah matinya, bagaimana anda merancang masa depan yang bertahun-tahun kemudian? Belum sampai anak kita kuliah kedokteran, masih baru kelas 4 SD sudah mati. Belum sampai menjadi dokter, masih kuliah di semester satu sudah dicabut nyawanya. Belum sampai membuka praktek dokter, barusan diwisuda mendadak mati.

Jika kita tahu bahwa sewaktu-waktu anak kita bisa mati sebelum mencapai cita-citanya, maka apakah yang perlu kita sediakan? TUHAN! Pengenalan akan TUHAN lebih penting ditanamkan ke dalam anak-anak kita dari pada kita mencekoki mereka dengan pelajaran matematika. Pengenalan akan TUHAN itu lebih penting dari pada pengenalan akan huruf-huruf dan angka-angka.

Buta huruf tak apa-apa asal tak buta pikiran. Tak sekolah tak apa-apa asal ada GURU ROH KUDUS di dalam diri kita. Tak jadi orang sukses tak apa-apa asal menjadi anak-anak ALLAH. Tak punya emas dan perak tak apa-apa asal punya TUHAN.

Ulangan
6:5Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6:6Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Jika kita hanya menjadi petani, lalu siapa yang membuat mobil, pesawat terbang, komputer dan lain-lainnya? Jangan kuatir! Yang mengerjakan itu masih berjubel-jubel banyaknya. Di sana ada orang-orang Atheis, orang Islam, Hindu, Buddha, dan lain-lainnya. Bahkan orang-orang Kristen yang bebal, yang tidak mau diarahkan yang lebih baik, ada banyak sekali. Hanya saja, janganlah itu kamu! Yang penting selamatkan diri sendiri.

Mat. 11:15Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Jika anda bukan berdaun telinga saja, melainkan sanggup mendengar, baiknya anda mendengar apa yang difirmankan TUHAN. 

Kasihilah anak-anak dengan memberikan yang benar untuk mereka!

*** Maaf, fasilitas untuk memasukkan teman ke grup di Facebook rupanya saat ini sudah dihapuskan sehingga mungkin saya tak lagi membuat grup melainkan hanya sebagai member di grup-grup saja.

Tidak ada komentar: