Selasa, 01 Maret 2016

EFESUS 6:5

Efesus 6:5    Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Apakah ayat itu menyiratkan suatu perintah agar orang Kristen menjadi hamba dunia, menjadi karyawan, menjadi orang-orang keduniawian, menjadi orang yang mencintai harta benda, menjadi orang yang sukanya foya-foya, shopping ke mall-mall, berpakaian necis-necis, dan lain-lainnya?

Atau adakah ayat yang MEMAKSA orang Kristen itu harus miskin, harus menderita, tidak boleh kaya, tidak boleh shopping ke mall-mall?

Mat. 19:23Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Apakah ayat itu melarang orang kaya?

Kita harus cermat dalam memaknai sebuah kalimat, dan jangan main comot untuk dijadikan pembenaran pikiran sendiri. Sebab jika untuk masuk Kristen saja tidak ada paksaan, lebih-lebih lagi untuk mentaati segala aturannya. Orang mau masuk Kristen, boleh, tidakpun, boleh. Orang mau mentaati aturan Kristen, boleh, mau tidak taatpun, boleh. Tidak ada malaikat yang menodongkan pedang yang memaksa kita untuk melakukan apapun. 

Saat ini orang Islam, orang Hindu, Buddha, bahkan yang Atheis, bisa hidup biasa-biasa saja, normal-normal saja. Saat ini orang mau mencaci maki ALLAH, menjadi dukun peramal, menjadi dukun santet, menyembah berhala, menyembah setan-setan, menjadi anggota ordo Jesuit, menjadi anak buahnya Lia Eden, menjadi teroris, mengebom gereja, membunuh pendeta, menganiaya orang Kristen, menjadi pelacur, koruptor, maling, jambret, rampok, copet, menghisap shabu-shabu, mabuk-mabukan, berzinah, selingkuh, dan lain-lainnya, bukankah aman-aman saja?!

Saat ini orang Kristen yang kaya banyak, yang miskin banyak, yang kikir banyak, yang suka bersedekah banyak, yang foya-foya banyak, yang menderita banyak, yang korupsi banyak, yang jujur banyak, yang baik banyak, yang jahat banyak, yang berzinah banyak, yang menipu banyak, yang menyembah patung banyak, yang ke dukun-dukun banyak, yang di penjara banyak, yang menjadi buronan banyak, yang pindah ke Islam banyak, yang tak pernah ke gereja banyak, yang tak pernah sembahyang banyak, yang berdoanya lipat tangan banyak, yang berdoanya menadahkan tangan banyak, yang berhari Sabat banyak, yang berhari Minggu banyak, yang mempercayai trinitas banyak, yang anti trinitas banyak, namun bukankah semuanya baik-baik dan normal-normal saja?!

Ada laranganpun kalau orang bebal ya tetap saja dilanggarnya, ada perintahpun kalau orang bebal ya tetap saja takkan dilaksanakannya.

1. Hai hamba-hamba;

Apakah semua orang Kristen itu hamba? Apakah harus menjadi hamba? Jadi, maksudnya adalah orang Kristen yang hamba, orang Kristen yang menjadi buruh pabrik, yang menjadi karyawan sebuah perusahaan, yang menjadi staf. Yang bukan karyawan, ya nggak apa-apa.

2. Taatilah tuanmu;

Kalau anda orang Kristen yang menjadi karyawan sebuah perusahaan, apakah pantas jika anda suka memberontak, suka tidak taat pada peraturan perusahaan, suka menggerutu, suka demo, suka protes, suka membolos kerja, dan lain-lainnya? Jadi, maksud rasul Paulus adalah jika anda karyawan, jadilah karyawan yang baik, yang pantas, yang tidak malu-maluin Kristen. Tunjukkanlah bahwa anda orang Kristen yang baik.

Tapi jangan lupa bahwa panggillan anda adalah supaya anda menjadi pengikut YESUS, dan meninggalkan segala hal keduniawian. TUHAN YESUS tidak menyuruh anda ke sana, tidak menyuruh anda menjadi karyawan bank Mandiri, tidak menyuruh anda menjadi tukang sapunya pabrik sepatu. Sebab TUHAN YESUS sanggup memberi makan anda dan menggaji anda 100 kali lipat dari gaji anda di bank Mandiri. Masak TUHAN tidak sanggup menggaji anda lebih besar dari UMR? Tapi jika ketika anda percaya YESUS, anda adalah karyawan bank Mandiri, sementara waktu tetaplah bekerja di sana, tunggulah sampai TUHAN memanggil anda; "Dari Mesir KUpanggil anakKU." - Dari bank Mandiri anda dipanggil untuk menjadi penginjil. Tunggulah sampai ada kegerakan dalam jiwa anda untuk masuk dalam barisan penginjil.

1Korintus
7:20Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
7:21Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
7:22Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
7:23Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Sebab;

Mat. 6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Pada akhirnya anda harus memilih siapa tuanmu? Saya sebelum tahun 2004 adalah bekerja wiraswasta dengan cita-cita ingin menjadi pengusaha sukses dan kayaraya. Itu adalah angan-angan saya semenjak muda. Tapi panggilan jiwa membuat saya harus melepaskan semua itu dan menguburkan semua angan-angan saya, seperti Abraham yang dipanggil untuk meninggalkan kampung halamannya;

Kejadian
12:1Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
12:2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Kini, sekalipun secara badani hidup saya bukanlah hidup yang menyenangkan, namun saya sudah sama sekali tidak tertarik dengan pekerjaan wiraswasta, tidak tertarik untuk menjadi direktur, tidak tertarik untuk menjadi menteri, tidak tertarik untuk menjadi karyawan bank Mandiri, tidak tertarik untuk mengumpulkan uang, tidak tertarik untuk memiliki uang yang banyak. Apa yang anda sukai saat ini, yakni keduniawian, saya sudah tak tertarik sama sekali.

Kehidupan sebagai penginjil saat ini yang sangat-sangat tidak menyenangkan, takkan saya tukarkan dengan pekerjaan yang lainnya. Sebab sekalipun ini tidak menyenangkan karena bukan sorga, tapi ini adalah yang terbaik dari segala yang ada di dunia ini. Hidupku lebih baik dari hidupnya presiden Jokowi, lebih baik dari hidupnya menteri-menteri, lebih baik dari hidupnya para politikus Senayan, bahkan lebih baik dari hidupmu juga. Sekalipun harta saya cuma sandal jepit, bukan mobil Lamborghini.


3. sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Hah?! Apakah anda mentaati direkturnya bank Mandiri sama seperti anda mentaati KRISTUS? Apakah anda akan mati syahid untuk direkturnya bank Mandiri? Bagaimana anda akan mati syahid juga untuk YESUS? Mungkinkah anda mati syahid dua kali?

Direktur bank Mandiri berkata kepadamu: "Besok hari Minggu kamu harus lembur." Padahal YESUS menyuruhmu ibadah hari Minggu. Bagaimana ini, mungkinkah kamu bisa melakukan kedua perintah itu secara bersamaan?

Jadi, apa maksud rasul Paulus mengatakan supaya mentaati direkturmu sama seperti kepada KRISTUS? Konsepnya! Konsep ketaatannya harus sama. Tapi siapa yang harus lebih kita taati, jelas harus dibedakan antara direktur dengan YESUS. Jika YESUS anda anggap lebih besar dari direktur bank Mandiri, maka YESUS-lah yang harus lebih anda taati. Jika kedua perintah itu tidak bertabrakan, taatilah kedunya. Tapi manakala terjadi tabrakan, ya harus anda pilih salah satunya.

Tidak ada komentar: