Rabu, 16 Maret 2016

JANGAN MEMBAWA KE DALAM PENCOBAAN

Sebagai orang Kristen kita tidak diwajibkan mencari-cari orang susah, lalu dipublikasikan ke umum untuk dimintakan sumbangan, sebagai seolah-olah kita ini malaikat santo Klaus. Sebab yang demikian itu adalah konsepnya pedagang buah mangga. Cari buah mangga ke desa-desa lalu dijual ke kota. Tapi orang Kristen itu dipersiapkan sebagai penolong orang-orang kesusahan yang datang kepadanya. Orang susah yang mendatangi kita itulah yang wajib kita tolong, sebagaimana TUHAN Firmankan;

Mat. 6:13dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Kalau kita tidak sakit, ya jangan mencari penyakit. Kalau kita tidak ada masalah, ya jangan mencari masalah. Kalau tidak ada pencobaan yang datang ke kita, ya kita jangan mencari pencobaan. Jangan menantang pencobaan sebagai seolah-olah orang yang sudah kuat. Jangan menantang setan sebagai seolah-olah orang yang sudah kuat imannya. Kita tidak diajarkan untuk sombong atau takabur. Tapi sekalipun kita lemah, pada saat yang diperlukan kita akan TUHAN buat kuat seketika atau dadakan. Nabi Daniel adalah orang biasa, bukan pawang singa. Tapi ketika dia dijebloskan ke gua singa oleh raja Darius, mendadak Daniel bisa menundukkan singa-singa itu sehingga tak ada yang menerkamnya.

Jadi, kita tidak perlu mencari-cari orang susah untuk kita tolong. Sebab TUHAN sudah menempatkan bermacam-macam orang dalam setiap lokasinya. Di suatu wilayah sudah komplit orang-orangnya; ada dokter, ada tukang kayu, ada tukang bangunan, ada guru, ada orang kaya, ada orang miskin, ada orang sehat, ada orang sakit, ada orang susah, ada orang gembira, ada orang cacat, ada orang sempurna, dan lain-lainnya. Anda mencari orang model apa saja di kampung anda, pasti ada. Tak ada suatu kampung yang isinya dokter semua atau orang kaya semua. Tapi semua keadaan atau status orang sudah tersebar secara merata.

Orang yang buntung kaki atau tangannya memang orang susah yang perlu kita tolong. Tapi orang yang tidak buntung kaki atau tangannya justru banyak yang lebih susah. Kaki dan tangannya utuh, tapi pikirannya berkecamuk macam-macam masalah. Lihat saja orang-orang yang stres atau yang gila, apakah mereka buntung kaki atau tangannya? Orang yang sakit kanker payudara atau kanker otak memang orang susah yang perlu kita tolong. Tapi orang-orang yang sehat dan segar bugar bukan berarti mereka tidak susah. Utang setumpuk, kontrakan rumah akan habis, biaya anak-anak sekolah menumpuk, dan lain-lainnya, membuat pikirannya sakit sekalipun fisiknya sehat.

Jadi, cobalah untuk melihat orang bukan sebatas fisiknya saja, tapi luaskan untuk melihat ke dalamannya. Perluaslah wawasan kita untuk melihat orang pada kesukarannya bukan pada fisiknya. Sebab walaupun orang itu sakit kanker payudara, namun orang itu kaya raya dan sudah ada sanak famili yang menghiburkan hatinya. Sudah bagus itu! Bandingkan dengan orang sehat yang pengangguran, utangnya banyak, ada anak, dan ada istri, bukankah nasib orang ini lebih malang sekalipun tubuhnya sehat?!

Saya mengenal seorang boss yang tubuhnya pendek, pincang pula kakinya. Tapi dia boss yang kaya raya. Bandingkan dengan puluhan karyawannya yang normal tapi nyatanya mereka hanya karyawan. Bukankah orang-orang normal itu ditolong oleh orang yang tidak normal? Karena itu jangan melihat pada fisiknya, tapi lihat pada permasalahannya.

Kalau anda orang yang berlimpah-limpah harta, bolehlah anda mencari-cari orang susah dari desa ke desa, dari kampung ke kampung untuk anda tolong. Sebab nyatanya anda memang orang yang kuat - memiliki kesanggupan untuk menolong tanpa berkoar-koar ke orang lain. Tapi kalau anda tidak sanggup menolong sendirian, ya janganlah mencari-cari orang susah untuk dipasarkan ke "kota." Kecuali anda didatangi orang susah tapi anda tidak mampu menolongnya, barulah anda wajib "melelang"-nya ke umum. Sebagai orang Kristen anda wajib memecahkan masalah orang yang datang ke anda. Anda tidak boleh membiarkan orang bermasalah datang ke anda, pulang tetap dalam masalahnya. Anda wajib meringankan atau bahkan menghilangkan kesusahan orang itu, sehingga dia pulang membawa sukacita dan damai sejahtera dari TUHAN YESUS KRISTUS. Di belakang kita ada BOSS BESAR, yang siap memback up kita dalam memberkati dunia, seperti rasul Petrus ketika dimintai uang oleh seorang pengemis;

Kisah
3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Mat. 5:42Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Jangan menolak orang yang meminta pertolongan kita. Jangan kecewakan orang yang datang dan meminta bantuan kita.

Jangan menutup mata dengan apa yang kita lihat, jangan menutup telinga dengan apa yang kita dengar. Jika melihat orang susah jangan pura-pura tidak melihatnya dan jika mendengar orang susah jangan pura-pura tidak mendengarnya. Tapi bersyukurlah karena mata anda bisa digunakan untuk melihat dan telinga bisa digunakan untuk mendengar. Mengapa anda menginginkan buta dan tuli? Bersyukurlah mempunyai tangan yang bisa dipergunakan untuk menolong dan harta benda yang bisa dipergunakan untuk menolong. Mengapa anda menginginkan buntung dan miskin yang tidak bisa menolong orang?

Kalau soal Injil, beritakanlah ke segala orang. Carilah orang-orang yang perlu diberitakan Injil. Tapi kalau soal menolong orang, tak usahlah kita mencari-carinya. Tunggulah sampai ada orang susah yang mendatangi kita. Di zaman para nabi Perjanjian Lama, banyak orang yang susah tapi tak semua ditolongnya. Di zaman TUHAN YESUS, banyak juga orang yang timpang, yang buta, yang tuli, yang bisu dan lain-lainnya. Tapi apakah semua ditolong TUHAN YESUS?

Lukas
4:23Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"
4:24Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
4:25Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
4:26Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
4:27Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mat. 13:58Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Dan dari antara "sesama manusia" yang harus kita tolong, diri kita adalah sesama manusia juga yang wajib kita tolong juga. Yah, kita selain harus memperhatikan orang lain jangan lupa untuk memperhatikan diri kita sendiri. Jangan orang lain kita tolong sementara diri sendiri yang malang tidak ditolong. Sebab kemalangan yang lebih besar dari segala kemalangan duniawi adalah kemalangan rohani. Introspeksi diri dari dosa-dosa yang masih dipelihara ini lebih perlu ditangani lebih dahulu dari pada menolong kemalangan duniawi orang lain.

TUHAN YESUS memberikan ilustrasi tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Singkat cerita ketika keduanya mati, yang kaya masuk neraka, sementara Lazarus yang miskin justru masuk sorga. Nah, betapa malangnya orang kaya itu jika dia yang menolong masuk neraka sementara yang dia tolong masuk sorga. Itu terjadi karena kelengahan memperhatikan kemalangan orang lain, sementara kemalangannya sendiri dia abaikan.

1Kor. 9:27Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Introspeksi diri terhadap hukum-hukum TUHAN jauh lebih penting dari menolong orang lain. Itulah sebabnya perintah menolong sesama manusia itu TUHAN bebankan ke atas diri orang Kristen. Sebab orang Kristen adalah orang yang sudah bebas dari belenggu dosa. Orang Kristen adalah orang yang sudah tidak berbuat dosa lagi.

1Yoh. 3:9Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Tidak ada komentar: