Jumat, 04 Maret 2016

XXIV. KRISTEN AGAMA

1. Berdasarkan artinya:

"Agama" dari bahasa Sanskerta artinya adalah tradisi, sedangkan istilah lainnya: "religi" dari bahasa Latin: "religio" artinya adalah mengikat kembali. Adapun "tradisi" dari bahasa Latin: "traditio" yang artinya: diteruskan atau kebiasaan.

>> Agama = tradisi.

>> Tradisi = kebiasaan.

>> Religi = mengikat kembali.


Apakah Kristen itu tradisi? Kalau Taurat memang agama tradisi karena mengikat suatu bangsa, yaitu bangsa Yahudi dan diajarkan secara turun-temurun. Tapi Kristen, TUHAN YESUS menuntut terjadinya kelahiran baru dari setiap orang Kristen.

Yohanes 3:5Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Jika kita dilahirkan dari orangtua Kristen sehingga menjadi Kristen secara turunan dan menerima baptisan air, kita perlu dilahirkan kembali melalui baptisan ROH KUDUS[penumpangan tangan]. Apa maksudnya? TUHAN menginginkan kita mengenal ALLAH secara pribadi, bukan secara keturunan. Berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berdasarkan cerita ayah-ibu.

Ketika dibaptis air kita memang dibaptiskan dalam nama: BAPA - ANAK - dan ROH KUDUS. Tapi itu artinya sebagai penerimaan kita, bahwa seorang Kristen itu dipimpin oleh BAPA, ANAK, dan ROH KUDUS. Itu hanya "dalam nama" saja, bukan merupakan kehadiran. Tapi baptisan ROH KUDUS melalui penumpangan tangan[disalurkan melalui penumpangan tangan] merupakan tanda kehadiran ROH KUDUS ke dalam diri kita. Jadi, baptis air kita hanya menerima namanya saja, sedangkan baptis ROH KUDUS, kita menerima kehadiran ROH KUDUS.

Pada saat kita telah menerima penumpangan tangan, itu tanda kita diwisuda, dinyatakan lulus dari ajaran-ajaran dasar Kekristenan. Di saat itu kita harus sudah beralih dari menerima ajaran pendeta[manusia] ke ajaran ROH KUDUS;

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Ibr. 5:12Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Anda dinobatkan sebagai "imamat yang rajani" yang berdiri sejajar dengan para pendeta, bahkan mengatasi semua orang, baik nabi maupun raja; Atasan anda hanya YESUS KRISTUS saja;

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Jadi, Kristen bukan suatu tradisi, melainkan suatu hubungan pribadi kita secara langsung dengan TUHAN YESUS.

Apakah Kristen itu religi? Religi itu dari bahasa Latin, sedangkan orang Latin itu adalah orang Italia kuno penghuni awal kota Roma. Bangsa ini jelas bukan bangsa yang mengenal YAHWEH, melainkan bangsa penyembah berhala dewa-dewa. Jadi, religi itu mengikat kembali hubungan dengan dewa-dewa. Tidak bisa dikenakan terhadap YAHWEH.

Kitab Perjanjian Lama menyebut ajaran TUHAN itu sebagai Taurat TUHAN atau Taurat YAHWEH. Taurat artinya ajaran. Jadi, bangsa Yahudi diajar dengan ajaran YAHWEH. Dan sekalipun ajaran YAHWEH itu diturunkan dari generasi ke generasi atau secara tradisi, namun yang mengajarkan adalah TUHAN, bukan dewa-dewa. Karena YAHWEH itu esa, tidak ada tandingannya, maka Taurat YAHWEH itu tidak boleh kita sebut sebagai agama. Penyebutan "agama" jelas merupakan penghinaan terhadap YAHWEH, seolah-olah YAHWEH itu salah satu dari dewa-dewa.

Kalau kita menghormati YAHWEH sebagai ALLAH yang tiada tandingannya, maka kita takkan menyebut ajaran YAHWEH sebagai "agama", yang seolah-olah ajaran YAHWEH itu salah satu dari ajaran Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Khong Hu Chu, dan lain-lainnya.

Bagaimana dengan Alkitab LAI - Lembaga Alkitab Indonesia, yang memakai kata-kata: "agama?" Mari kita lihat perbandingan antara Terjemahan Baru dengan Terjemahan Lamanya;

Terjemahan Baru:

Matius 5:20   

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Terjemahan Lama:

Karena Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kebenaranmu terlebih daripada kebenaran segala ahli Taurat dan orang Parisi, sekali-kali tiada dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga.

New King James Version:

"For I say to you, that unless your righteousness exceeds [the righteousness] of the scribes and Pharisees, you will by no means enter the kingdom of heaven.

"Kebenaran" bukan "agama."

>> "Kebenaranmu" - apa yang kamu anggap benar.

>> "Kebenaran orang Farisi" - apa yang orang Farisi anggap benar. 

2. Berdasarkan pengertian umum;

"Agama" berdasarkan pengertian umum atau orang awam adalah ajaran kebaikan yang diakui oleh Departemen Agama. Di Indonesia ini ada 6 yang disebut agama: Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Khong Hu Chu.

Kalau kita berbicara tentang Kristen adalah yang ibadahnya hari Minggu. Di sini ada yang aneh jika Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada kenyataannya ibadahnya di hari Sabtu, namun dimasukkan sebagai Kristen juga. Padahal dalam namanya tidak ada kata-kata: "Kristen"-nya sebagaimana gereja-gereja Kristen lainnya.

Coba kita bertanyalah pada masyarakat umum di jalanan: "Pak, Kristen itu ibadahnya hari apa?" Kira-kira bapak tersebut akan menjawab hari apa? Jika jawabannya: "Minggu" berarti Gereja Advent secara umum bukanlah termasuk agama Kristen.

Jadi, agama Kristen berdasarkan pendapat umum adalah salah-satu dari 6 agama yang diijinkan Departemen Agama di Indonesia. Karena itu pendeta Kristen sejajar dengan pasturnya Katolik, sejajar dengan kiainya Islam, sejajar dengan biksu-biksu Buddha serta sejajar juga dengan para pemangku agama Hindu. TUHAN YESUS itu sejajar dengan bunda Marianya Katolik, sejajar dengan Allohnya Islam, sejajar dengan Buddha Gotama, sejajar juga dengan dewa Brahman.

Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu kalau seumpama masakan itu seperti Soto, Bakso, Nasi Goreng, Cap Jay, Gado-gado dan Pecel Lele Lamongan. Suatu pilihan berdasarkan selera atau kesukaan kita.

Istilah "Kristen" sendiri sebenarnya bukanlah nama yang TUHAN YESUS berikan, melainkan sebutan dari masyarakat Antiokia, yakni orang-orang Antiokia yang bukan pengikut rasul Paulus, orang-orang penyembah berhala di Antiokia. Serupa dengan kaum Muslim yang menyebut Kristen dengan "Nasrani." Sebutan dari orang luar, bukan dari dalam Kristen sendiri.

Kis. 11:26Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Sedangkan nama yang TUHAN berikan adalah JALAN TUHAN, tepatnya JALAN TUHAN YESUS. Harusnya sebutan yang diberikan oleh Pendirinyalah yang kita populerkan, bukannya sebutan yang berasal dari orang luar. Sama seperti masyarakat kita yang menyebut pompa air sebagai "Sanyo" atau sepedamotor sebagai "Honda." Padahal pompa air ada banyak merknya bukan hanya "Sanyo" sedangkan sepedamotor juga ada banyak merknya bukan hanya "Honda."

Apa jadinya pompa air yang merk "Hitachi" atau sepedamotor yang merk "Yamaha." Maukah nama-nama mereka dihanguskan? Mengapa kita tidak memakai nama "JALAN TUHAN" saja?

Kis. 24:14Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.


JALAN TUHAN YESUS bukanlah agama seperti Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu. TUHAN YESUS mempunyai jalan atau cara sendiri yang berbeda;

Yesaya
55:8Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

>> TUHAN YESUS tidak mau ditundukkan ke pemerintahan manapun. TUHAN YESUS tidak pernah mendaftarkan ajaranNYA ke pemerintahan Romawi, sebagaimana para pendeta mendaftarkan agama Kristen ke Departemen Agama RI. 

Yoh. 18:36Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

TUHAN YESUS membiarkan ajaranNYA disebut "sekte" sesat atau liar. Tidak merasa perlu untuk mendapatkan status agama resmi yang dilindungi Undang-undang RI.

>> TUHAN YESUS mempunyai cara sendiri untuk memberikan lapangan pekerjaan buat umatNYA, yakni sebagai penginjil, bukan sebagai karyawan bank Mandiri. Juga bukan sebagai tukang sapunya pabrik sepatu.

Yoh. 6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

>> TUHAN YESUS mempunyai cara sendiri untuk menyembuhkan penyakit umatNYA, yakni secara mukjizat, bukan secara kedokteran.

TUHAN YESUS sanggup mengatasi segala permasalahan kehidupan umatNYA dari berbagai segi tanpa memerlukan jasa-jasa manusia atau dunia. TUHAN YESUS tidak memerlukan apapun dari dunia ini. Karena itu jangan rangkaikan umat TUHAN YESUS dengan segala hal yang berbau dunia. Justru TUHAN YESUS memanggil orang-orang yang dari dunia ini agar meninggalkan segala hal keduniawian untuk masuk pada kehidupan ILAHI; - "Dari Mesir KUpanggil anakKU."

Bangsa Israel di padang gurun tidak membutuhkan tempat tinggal atau tanah Mesir, tidak membutuhkan daging Mesir, tidak membutuhkan air Mesir, tidak membutuhkan tabib Mesir, tidak membutuhkan dewa-dewa Mesir, tidak membutuhkan pemerintahan Firaun, dan lain-lainnya. Di padang gurun semuanya ALLAH yang menghidupi bangsa Israel.

Umat YESUS[umat Kristen] adalah suatu bangsa yang terdiri dari berbagai ras yang bisa membentuk pemerintahan sendiri, yakni KERAJAAN ALLAH. Jadi, mengapakah Kristen harus direndahkan dibawah pemerintahan Indonesia, sehingga untuk memberitakan Injil harus bergantung dari ijin pemerintah, mendirikan gedung gereja harus ijin dari pemerintah. Tidak perlu! Kalau urusan duniawi pribadi-pribadi Kristen, mereka harus tunduk pada peraturan negara setempat. Jika mencuri ya harus dipenjarakan. Tapi urusan KETUHANAN, TUHAN YESUS itu di atas segala raja. TUHAN YESUS adalah RAJA segala raja.

Jika mendirikan gedung gereja harus ijin, ya tidak usah mendirikan gedung gereja. Kita bisa mengadakan pertemuan jemaat di rumah-rumah, jemaat rumah atau gereja rumah. Tanpa ijin, tanpa merk dan tanpa tempat yang tetap. Kita mengadakan pertemuan secara berpindah-pindah. Hari Sabat ini di rumah pak Anton, hari Sabat berikutnya ganti di rumah pak Tony.

3. Jika agama-agama mengajarkan kebaikan berdasarkan akal pikiran manusia, ALLAH mengajarkan kebenaran, yaitu kebaikan yang lahir dari ALLAH. Bahwa kamu tidak mungkin menjadi orang baik jika tidak melalui ALLAH. Kamu tidak mungkin bisa menulis kalau tidak sekolah, tidak mungkin bisa berbahasa Inggris kalau tidak kursus, tidak mungkin bisa bermain musik kalau tidak kursus musik, dan lain-lainnya.

Kalau orang bisa benar tanpa ROH KUDUS, maka ALLAH tak perlu menurunkan ROH KUDUS.

ALLAH mengajarkan kasih bukan kasihan. Kasih itu pantulannya ke diri sendiri. Sebagaimana kita mengasihi diri sendiri, seperti itulah kita mengasihi orang lain. Tapi dalam perasaan kasihan terkandung kesombongan, terkandung perasaan diri sendiri lebih besar atau lebih baik dari orang lain.


4. Jika agama-agama mengajarkan keselamatan dari diri sendiri, yakni berdasarkan perbuatan baiknya, ALLAH menyelamatkan kita melalui YESUS KRISTUS. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Yang bisa menyelamatkan kita hanya YESUS KRISTUS. Karena itu tak ada gunanya kita berjungkirbalik dalam segala model kebaikan. Itu takkan menyelamatkan.

Dari diri kita hanya dituntut iman, bukan kebaikan. Sebab kita semuanya adalah orang berdosa, tak ada seorangpun yang baik. Yang baik hanya YESUS KRISTUS saja. Kebenaran dan kesucian YESUS-lah yang menyelamatkan atau menyelimuti kita. TUHAN YESUS itu seperti pakaian yang menutupi kemaluan kita. Segala dosa kita ditutupi seolah-olah kita tak berdosa.

5. Kekristenan itu adalah ALLAH PENCIPTA yang menyelamatkan ciptaanNYA. Itu saja themanya, tidak seperti agama-agama yang menitikberatkan pada hubungan baik antara sesama selama hidup di dunia ini. Sebab kalau soal hubungan baik antar sesama itu sudah terdapat dalam peraturan atau undang-undang pemerintah, tidak usah ajaran Hindu, Buddha ataupun Khong Hu Chu.

Kebaikan orang Kristen terhadap sesama merupakan imbas dari hubungan kita dengan ALLAH, merupakan hasil, merupakan buah, seperti asap knalpot adalah asap hasil pembakaran di mesin, bukan merupakan suatu usaha sebagaimana ajaran agama-agama lainnya. Kita takkan pernah berhasil mengusahakan kebaikan jika tanpa melalui ALLAH.

Karena itu Kristen ini paling tepatnya disebut JALAN TUHAN, bukan merupakan agama. Sebab Kristen ini unik, satu-satunya, tidak ada duanya, tidak ada bandingannya. Tidak bisa dipersamakan dengan ajaran manapun di dunia ini.

Jika Indonesia merupakan negara yang berdaulat, tidak dibawah suatu negara manapun, bukan negara di dalam negara, bukan kerajaan di dalam kerajaan, maka KERAJAAN YESUS KRISTUS juga harus berdaulat, tidak di dalam kerajaan manapun di dunia ini.

Jadi, JALAN TUHAN adalah jalan kita untuk masuk ke dalam KERAJAAN TUHAN YESUS.

Tidak ada komentar: