Sabtu, 19 Maret 2016

XXX. PEREMPUAN DALAM JEMAAT

Sebenarnya, makhluk perempuan itu tidak ada. Yang ada hanyalah laki-laki dan itu disebut manusia. Jadi, yang disebut manusia itu adalah laki-laki, sedangkan perempuan bukanlah manusia. Perempuan itu diambilkan dari laki-laki, bukan dibuat secara tersendiri. Pada saat sebagai suami-istri, keduanya menjadi satu daging, yaitu satu manusia saja, bukan laki-laki dan juga bukan perempuan. Jika saya menyebut manusia itu laki-laki, itu bukanlah soal kelamin laki-lakinya, sebab kelamin laki-laki baru dibuat setelah ada kelamin perempuan, pasangannya.

Kej. 2:24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Kalau dalam bahasa Indonesia, "orang" itu tidak jelas laki-laki atau perempuannya. Itu harus diterangkan: "orang laki-laki" atau "orang perempuan." Tapi dalam bahasa Inggris, antara "orang" dengan "orang laki-laki" disamakan sebagai: "man", sedangkan perempuan menggunakan kata-kata yang berbeda: "woman."

Organ kelamin kita itu kaitannya dengan perut, sehingga ada perut ada kelamin, tak ada perut tak ada pula kelamin. Nah, kelak ketika kita dikasih tubuh yang baru oleh TUHAN YESUS, tubuh kemuliaan kita itu tidak ada lagi perutnya, tidak ada lagi usus, tidak ada lagi kelamin maupun anusnya. Di sorga tidak ada toilet, tidak ada orang yang membuang hajat, tidak ada hubungan biologis.

1Kor. 6:13Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Kita akan hidup seperti malaikat, tanpa perkawinan;

Mat. 22:30Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Batasan status perempuan; status perempuan itu dimulai dari haid pertamanya sampai tidak menstruasi lagi[menopause]. Jika pada saat menopause[berhenti haid] suaminya masih hidup, maka dia masih tetap sebagai perempuan. Tapi jika suaminya sudah mati, sehingga statusnya janda yang sudah menopause, maka statusnya sudah bisa sederajat dengan laki-laki, memiliki hak-hak sebagai laki-laki. Sebab dalam kehidupan berjemaat ada aturan-aturan yang membedakan antara laki-laki dengan perempuan, misalnya dalam hal kepemimpinan, perempuan dilarang memegang jabatan pemimpin. Tapi janda yang sudah menopause, sudah diperbolehkan menjadi pemimpin.

Perempuan sebagai ibu dari anak-anaknya memiliki hak memarahi anak-anaknya sampai batas anak-anak itu akil baliq. Jika anak itu perempuan, ibu masih berhak memarahinya sekalipun sudah akil baliq. Tapi jika itu anak laki-laki, seorang ibu harus memposisikan dirinya sebagai perempuan sedangkan anak laki-laki itu sudah menempati posisinya sebagai laki-laki yang di atas perempuan. Di saat itu seorang ibu sudah kehilangan haknya mengatur dan memarahi anak laki-lakinya. Jika anak itu nakal, ibunya harus melaporkan pada bapaknya atau paman-pamannya. Merekalah yang berhak mengatasi anak laki-laki itu.

Itu sebabnya TUHAN YESUS berani menyebut ibunya: "Hai perempuan!"

Yohanes
2:4Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Dalam Terjemahan Lamanya;

Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, apakah yang kena-mengena di antara Aku dengan engkau? Saat-Ku belum sampai."

Dalam versi bahasa Inggrisnya;

Jesus said to her, "Woman, what does your concern have to do with Me? My hour has not yet come."

Dalam kehidupan rumahtangga, suami haruslah dalam posisi kepala dan pengambil keputusan. Istri hanya boleh mengajukan usul atau saran-saran jika diminta oleh suaminya. Jika tidak dimintai pendapatnya, sebaiknya istri diam. Seorang suami berhak melakukan apa saja yang menjadi kewajibannya tanpa perlu meminta ijin pada istrinya. Tapi seorang istri jika hendak melakukan sesuatu harus seijin suaminya. Sebab suami adalah kepalanya istri;

1Kor. 11:3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Seorang perempuan yang bersuami tidak boleh berkomunikasi secara langsung dengan TUHAN, seperti ketika membaca Alkitab atau berdoa. Jika hendak berkomunikasi secara langsung dengan TUHAN untuk membaca Alkitab atau berdoa, perempuan harus mengenakan penutup kepala atau rambutnya. Tudung kepala/rambut itulah posisi suaminya. Karena itu untuk gadis atau janda karena tidak memiliki atasan: suami, boleh berkomunikasi dengan ALLAH secara langsung;

1Kor. 11:4Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
1Kor. 11:5Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
1Kor. 11:13Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Tudung atau kerudung hanya dikenakan oleh perempuan yang bersuami di saat-saat dia membaca Alkitab atau berdoa saja. Tudung Kristen berbeda dengan kerudung Muslimah. Jika kerudung Muslimah dimaksudkan untuk menutupi aurat, kerudung Kristen untuk menghormati suaminya.

TUHAN sendiri berfirmannya kepada kaum pria, supaya kaum suami meneruskan kepada istrinya;

Ams. 8:4"Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.

Ayat diatas menyamakan pria dengan anak-anak manusia. Adam sendiri sebelum ada Hawa, nama aslinya adalah Manusia. Baru setelah Hawa ada, dinamailah Adam.

Catatan: arti aurat adalah kelamin atau organ perkembangbiakan. Karena itu rambut bukan termasuk aurat. Kalau rambut termasuk aurat, mengapa rambut laki-laki tidak dimasukkan sebagai aurat juga? Mengapa hanya bagian-bagian tubuh perempuan saja yang disebut aurat? Sebab kalau soal hal yang bisa menimbulkan rangsangan seksual itu luas. Tanpa sosok perempuanpun laki-laki bisa dirangsang melalui daya imajinasinya. Belum lagi melalui gambar-gambar porno. Jadi, nggak perlu harus melihat rambut atau paha perempuan, bukan?! Dan konyolnya, perempuan berkerudungpun masih banyak yang menjadi korban perkosaan.

Kalaupun perempuan berkerudung tidak diperkosa, nyatanya banyak yang dikawin. Itu artinya sekalipun berkerudung masih menarik bagi laki-laki. Kerudung baru efektif jika tidak ada laki-laki yang mengawininya, artinya laki-laki sudah kehilangan selera. Karena itu saran saya untuk Muslim sebaiknya kaum perempuan itu dimasukkan ke dalam kardusnya kulkas biar nggak kelihatan, biar nggak ada yang naksir.

Yang membingungkan, bilangnya kerudung untuk menutupi aurat. Tapi nyatanya perempuan berkerudung justru kelihatan lebih cantik. Hah?! Bahkan busana Muslimahpun ketat-ketat memperlihatkan keseksian tubuhnya. Karena itu harusnya busana dan kerudung itu masuknya sebagai seragam kaum Muslimah, bukan sebagai penutup aurat.


Dalam pertemuan jemaat, perempuan dilarang memimpin laki-laki dan berbicara di depan umum. Jika ada pertanyaan harus ditanyakan pada suaminya di rumah;

1Timotius
2:11Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

1Kor. 14:35Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

14:37Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
14:38Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.

Alkitab menyatakan perempuan yang berbicara di depan umum adalah perempuan yang tidak menghargai suaminya, perempuan yang tidak sopan. Karena itu kita tidak perlu menghormati perempuan yang demikian itu.

Bagaimana dandanan perempuan Kristen?

1Timotius
2:9Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
2:10tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

Apa yang diajarkan untuk janda-janda?

1Tim. 5:14Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.

1Korintus
7:8Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
7:9Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Untuk janda-janda yang sudah berumur rasul Paulus menganjurkan supaya tidak kawin lagi. Tapi jika tidak bisa menguasai diri lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsunya.

1Tim. 5:6Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.

Sangat tidak pantas bagi seorang janda untuk hidup secara glamour. Dia sudah jauh panggang dari api, sudah sangat jauh dari Kekristenan. Karena itu janda seperti itu sudah mati selagi masih hidup. Dia sudah ditolak oleh TUHAN.

Tidak ada komentar: