Sabtu, 30 April 2016

APAKAH MEREKA MATI SYAHID?

Sehubungan dengan saya memisahkan antara YESHUA ha MASHIA terhadap YESUS KRISTUS sebagai pribadi yang berbeda, tentu timbul pertanyaan: "Apakah orang-orang Kristen penyembah YESUS KRISTUS yang mati dianiaya oleh kaum Muslim itu mati syahid?"

Di kalangan Kristen dikenal istilah "martir" yang berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: saksi bagi YESHUA ha MASHIA. Sedangkan syahid atau syuhada itu dari bahasa Arab, yang diartikan sebagai kematian membela Islam. Jadi, martir itu untuk Kristen, sedangkan syahid itu untuk Islam. Namun untuk diartikan secara umum bolehlah kita memakai keduanya, baik martir maupun syahid, dengan pengertian umumnya adalah mati demi apa yang diyakininya.

Dulu, sebelum munculnya Kristen-kristen palsu, yakni Kristen-kristen Minggu, yang ada hanyalah Kristen penyembah YESHUA ha MASHIA. Karena itu kata-kata "martir" secara jelas menunjuk pada Kristen-kristen sejati penyembah YESHUA ha MASHIA. Martir Kristen pertama adalah Stefanus, tahun 34 Tarikh Masehi. Kemudian ke-12 rasul secara berturut-turut menjadi martir paling akhir tahun 70-an ketika terjadi serangan ke kota Yerusalem oleh pasukan Romawi dan ketika pembakaran kota Roma oleh kaisar Nero. Sedangkan rasul Yohanes, satu-satunya rasul yang berumur panjang, mati tahun 95-an. Selain para rasul tentunya ada banyak sekali orang-orang Kristen yang menjadi martir waktu itu.

Mulai di zaman YESHUA ha MASHIA hingga tahun 1517 Tarikh Masehi, masih belum muncul gereja atau jemaat yang memakai nama: Kristen. Di zaman itu namanya masih JALAN TUHAN. Lahirnya gereja-gereja Kristen Minggu adalah semenjak Martin Luther memisahkan diri dari Katolik Roma, tahun 1517 Tarikh Masehi. Adapun Katolik yang artinya universal, jelas bukan termasuk JALAN TUHAN maupun Kristen. Sebab justru Katolik adalah penganiaya orang-orang JALAN TUHAN maupun Kristennya Martin Luther, sekalipun Katolik memakai nama YESUS.  Orang-orang JALAN TUHAN menganggap Roma Katolik sebagai musuh YAHWEH atau Anti MASHIA[anti Kristus] atau Babel, pelacur besar[Wahyu 17:1].

Munculnya Kristen-Kristen Minggu di tahun 1517 menggenapi nubuatan YESHUA tentang mesias-mesias palsu;

Matius 24:11Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

YESHUA menunjukkan waktunya adalah akhir zaman. Di akhir zaman, bukan di permulaan zaman, bermunculan banyak nabi palsu yang menyesatkan banyak orang. Ada 4 cirinya;

1. Akhir zaman - tahun 1517 Tarikh Masehi.

2. Palsu berarti menyerupai yang asli[mirip].

3. Banyak nabi palsu. Banyak artinya ada di mana-mana. Ketika anda menoleh ke kiri ada pendeta HKBP, ketika anda menoleh ke kanan ada pendeta GPdI. Banyak. Bahkan hingga kini mesin pendeta masih berproduksi terus, yakni sekolah-sekolah theologia setiap tahun melahirkan ribuan pendeta.

4. Banyak orang yang disesatkan. Dari 7 milyar jumlah manusia di dunia, sekitar 4 milyarnya adalah orang Kristen Minggu.

Kembali ke masalah mati syahid;

Jika mati syahid diartikan secara umum sebagai kematian membela keyakinannya, maka orang-orang Kristen Minggu yang mati demi YESUS KRISTUS bisa disebut sebagai martir atau mati syahid. Kenapa harus diartikan secara umum? Sebab saat ini ada banyak agama dan banyak sekte-sekte, yang masing-masingnya ada jiwa-jiwa martirnya.

>> Para pahlawan perjuangan Indonesia adalah martir bagi bangsa Indonesia.

>> Tentara Belanda yang mati ditembak pejuang Indonesia, tidakkah mereka itu juga disebut martir oleh pemerintah Belanda?

>> Tentara Amerika yang mati ditembak Irak apakah bukan martirnya Amerika?

>> Bukankah disetiap bangsa atau negara ada pahlawannya?

>> Jika ada polisi yang dibunuh ketika sedang bertugas, tidakkah dia disebut martirnya polisi?

>> Para teroris pembom bunuh diri, tidakkah disebut syuhada oleh kaum Muslim?

>> Mbah Marijan, sesepuh gunung Merapi yang bersikeras tidak mau diungsikan ketika gunung Merapi meletus, sehingga beliau mati terkena awan panas, tidakkah dia juga martirnya gunung Merapi?

>> Seorang karyawan yang mati karena melawan perampok, tidakkah dia merupakan martir bagi perusahaannya?

>> Orang-orang Roma Katolik, imam-imam ordo Jesuit juga banyak yang mati syahid sebagai seorang Katolik dan seorang Jesuit, yang dihukum mati oleh Jepang.

>> Orang-orang Islam juga banyak yang dibantai oleh ISIS, sesama Islamnya.

>> Anggota sekte Falun Gong di China juga banyak yang mati syahid.

Dengan melihat contoh-contoh di atas, maka konsep: "jadilah menurut yang kamu imani" maka kematian syahid orang-orang Kristen Minggu adalah untuk YESUS KRISTUS yang rambutnya gondrong, bukan untuk YESHUA ha MASHIA. Jika Islam, untuk Muhammad bukan untuk YESHUA ha MASHIA. Jadi, kematian mereka tak memiliki poin sama sekali buat YESHUA ha MASHIA. Malah kematian mereka itu menyakiti hati YESHUA ha MASHIA. YESHUA ha MASHIA menjadi semakin benci, sebab orang itu mati demi dewa kesia-siaan, bukan demi ELOHIM yang hidup.

Yeremia
2:10Menyeberang sajalah ke tanah pesisir orang Kitim dan lihatlah; suruhlah orang ke Kedar dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh! Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini:
2:11pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna.
2:12Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN.
2:13Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Pergilah ke Kedar, ke orang-orang Islam. Maukah mereka menukarkan allahnya? Maukah mereka masuk Kristen? Mereka begitu setianya dengan allah mereka, walaupun itu seperti kolam yang bocor. Tapi orang-orang Kristen yang memegang Alkitab bisa begitu mudahnya disesatkan ke YESUS KRISTUS. Seperti orang yang tak mempunyai Alkitab, seperti orang yang buta huruf, seperti orang yang tak memiliki hikmat ROH KUDUS, sehingga bisa disesatkan sedemikian rupa.


Bagaimana orang yang memegang peta bisa tersesat jalan?

Tidak ada komentar: