Senin, 04 April 2016

DIUJI PADA PILIHAN YESHUA ATAU YESUS

Gila! Ini sebuah kudeta, sebuah penggulingan kekuasaan. YAHWEH diganti ALLAH, YESHUA diganti YESUS.

>> YAHWEH itu nama sesembahan Israel, nama orang. Sedangkan ALLAH itu adalah sesembahan umum, gelar untuk sesuatu yang disembah. Masakan YAHWEH diganti ALLAH. Maukah nama anda dihilangkan lalu diganti: "seorang laki-laki?"

>> YESHUA itu memiliki arti YAHWEH yang menyelamatkan, sedangkan YESUS itu tak ada artinya sama sekali. Masakan nama yang berarti diganti dengan nama yang tidak ada artinya apa-apa? Maukah nama anda saya ganti dengan Meang-meong?

Alkitab itu milik YAHWEH dan YESHUA. Namun kini YAHWEH dan YESHUA menjadi nama asing yang tidak dikenali. YAHWEH dan YESHUA menjadi liar, menjadi tidak Alkitabiah, sementara ALLAH dan YESUS menjadi sah dan Alkitabiah. Lucu, pemilik asli ditendang diganti dengan pemilik palsu. ALLAH dan YESUS itu bajingan! Perampok! Pecundang! Kampret!

Itu kasus sertifikat palsu yang sering terjadi di masyarakat. Tiba-tiba tanah dan rumah anda ada yang mengaku sebagai miliknya berdasarkan sertifikat palsu yang dibuat berdasarkan persekongkolan perangkat desa. Sertifikat asli anda akan dinyatakan palsu, sedangkan yang palsu akan dinyatakan asli, lalu anda diusir dari rumah itu. Kasus-kasus itu sering terjadi di Orde Baru, sehingga orang kaya dibuat miskin dalam waktu semalam. Dirampok dengan surat bukan dengan pedang.

Nah, di sini kita diuji, kepada siapa Alkitab kita berikan? Kepada ALLAH dan YESUS atau kepada YAHWEH dan YESHUA? Siapakah TUHAN yang anda sembah? ALLAH dan YESUS atau YAHWEH dan YESHUA.

Bisakah anda berpikir bahwa itu sama? YAHWEH itu sama dengan ALLAH, YESHUA itu sama dengan YESUS? Jika kedua nama itu dalam level yang sama, maka sama. Tapi jika ada perbedaan level, maka keduanya tidak mungkin sama.

Misalnya, nama yang memiliki arti serupa dengan YESHUA adalah Yosua, dan Yesaya, maka YESHUA boleh disamakan dengan Yosua atau Yesaya. Tapi YESHUA dengan IESUS, itu jauh sekali derajatnya.

Dulu masalah ini tidak terlampau saya tekanan. Tapi oleh sebab nama Muhammad yang bisa diabadikan secara sama di seluruh dunia, bisa melintasi berbagai macam lidah dan bahasa, maka saya menjadi aneh, mengapa YESHUA bisa diterjemahkan semau-maunya ke dalam berbagai bahasa? Mengapa YESHUA yang harus mengikuti lidah dan bahasa orang, bukannya lidah dan bahasa orang yang mengikuti YESHUA yang adalah TUHAN?

Dari masalah inilah akan dipisahkan antara domba dengan kambing. Antara Kristen sejati dengan Kristen penggembira.

Tidak ada komentar: