Sabtu, 09 April 2016

HUKUM TIDAK MENGENAL PENGAMPUNAN

Kalau mau ampun-ampunan jangan membuat undang-undang atau hukum, tapi cukup berupa himbauan saja. Misalkan: "Buanglah sampah di tempatnya." Karena tidak ada aturan hukumnya yang bisa menyeret orang ke penjara, maka terjadinya pelanggaran terhadap suatu himbauan akan berakhir dengan permaafan. Tapi kalau suatu hal sudah dibuatkan undang-undang atau aturan hukumnya, maka demi penegakan hukum, agar hukum itu tidak dibuat mainan orang, maka setiap pelanggaran tidak tersedia pengampunan, tetapi harus diselesaikan secara hukum.

Himbauan tidak memerlukan polisi, jaksa, hakim, ruang sidang dan penjara. Tapi hukum memerlukan semuanya itu. Itulah beda antara himbauan dengan hukum. Dan polisi yang menyelesaikan perkara tanpa melalui sidang pengadilan, misalkan menerima suap, akan dianggap bersalah. Jadi, semua perkara hukum harus diselesaikan di ruang sidang.

Di Taman Eden, YAHWEH membuat hukum bagi Adam dan Hawa;

Kej. 2:17tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

"Pada hari itu juga kamu akan mati." Di sini terkandung 2 hal: waktu dan hukumannya. Waktunya: "Pada hari itu juga" sedangkan hukumannya adalah "kematian." Jika hukum itu diterapkan tanpa kebijaksanaan, maka YAHWEH akan kehilangan ciptaanNYA dan kasih YAHWEH tidak kelihatan. Karena itu untuk waktunya dibuatlah penundaan sedangkan untuk hukumannya tetap, yakni kematian. Alkitab mencatat Adam dikasih umur 950 tahun, sehingga ia berkesempatan melahirkan banyak keturunan. Satu orang harusnya mati tapi YAHWEH justru menciptakan bermilyar-milyar orang termasuk kita.

Manusia yang terusir dari Taman Eden tidak bisa lagi memakan buah pohon kehidupan, sehingga hidupnya digerogoti oleh usia dan menjadi mati;

Kej. 3:24Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Semua manusia pasti mengalami kematian karena tidak bisa memakan buah pohon kehidupan;

Why. 22:14Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Itulah kematian pertama sebagai tanda keturunan Adam. Setelah itu kita akan dibangkitkan untuk dihakimi perbuatan kita. Yang diselamatkan akan hidup selama-lamanya, sedangkan yang tidak diselamatkan akan dimasukkan ke lautan api sebagai kematian keduanya.

Nah, keselamatan yang diberikan YESHUA adalah atas pribadi kita, bukan sebagai keturunan Adam. YESHUA bukan menyelamatkan kita dari kematian pertama, tapi dari kematian yang kedua.

Karena YESHUA bukan keturunan Adam, bukan dari benih manusia, maka kematian YESHUA di atas salib bukanlah merupakan kematian Adam. YESHUA mati sekali untuk menebus kematian kedua kita. Dan penyelamatan YESHUA memberitahukan kalau YAHWEH tidak mengenal pengampunan dosa. Sebab kalau ada pengampunan dosa, YESHUA tak perlu menjadi PENEBUS dosa. Kalau ada pengampunan dosa hukum-hukum YAHWEH harus dibatalkan. Buat apa hukum kalau sanksinya tidak dijalankan.

Jadi, YAHWEH tidak mengenal pengampunan dosa. Kemurahan YAHWEH dinyatakan dari adanya pengoperan atau pemindahan dosa. Jika ada orang Israel yang berdosa dia akan menyembelih domba untuk dikorbankan. Dosa orang itu dipindahkan ke domba. Kematian orang berdosa digantikan dengan kematian domba yang dikorbankannya. Itulah yang YAHWEH ajarkan sejak permulaan dosa.

Kita yang harusnya mati digantikan oleh kematian YESHUA. Itu penebusan namanya, bukan pengampunan. Sebab hukum tetap dijalankan;

Ef. 1:7Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

YAHWEH tidak memberikan pengampunan. Yang memberikan pengampunan adalah SANG PENEBUS, yaitu YESHUA ha MASHIA. Hukuman yang untuk kita dipikul oleh YESHUA sehingga kita menikmati pembebasan.

Tapi bukankah kita diajarkan meminta pengampunan? "Ampunilah kami dari kesalahan kami." Benar! Sebab sudah ada penebusannya.

Ibr. 9:22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Tanpa penebusan takkan ada pengampunan, sebab YAHWEH itu mencintai hukum;

Yes. 61:8Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.

Orang takut pada polisi karena setiap kesalahan harus ditebus dengan harga yang mahal. Naik motor tidak memakai helm, bisa kena Rp. 50.000,- Coba seandainya polisi memberikan pengampunan, tidakkah akan semakin banyak orang yang akan melakukan pelanggaran?! Semua orang pasti lebih suka tidak memakai helm. Salah diampuni, salah diampuni, hukum seperti macan ompong.

Dan acara penebusan dosa hanya ada pada JALAN TUHAN, tidak ada pada agama-agama manapun.

Tidak ada komentar: