Jumat, 15 April 2016

KONSILI NICEA

Di gereja Aleksandria terjadi pertentangan tajam mengenai hakekat YESHUA antara Aleksander dan Athanasius melawan Arius. Kelompok Aleksander berpendapat bahwa YESHUA itu identik dengan YAHWEH, sedangkan kelompok Arius berpendapat bahwa YESHUA itu serupa YAHWEH, bukan YAHWEH.

Kaisar Romawi Konstantinus Agung tahun 325 Tarikh Masehi memprakarsai diselenggarakannya semacam musyawarah yang disebut konsili untuk merumuskan ajaran Kristen itu seperti apa. Diundanglah 1800 uskup di seluruh dunia untuk berkumpul di kota Nicea. Namun yang hadir hanya antara 100 hingga 300-an orang saja. Ada yang bilang 100, ada yang bilang 200, dan ada juga yang bilang 300-an, nggak jelas mana yang benar.

Agenda konsili atau sinode;

1. Masalah pendapat Arius atau Arianisme.
2. Tanggal perayaan Paskah. Perayaan kebangkitan YESHUA pada hari Minggu.
3. YAHWEH dengan YESHUA apakah satu kehendak atau satu pribadi.
4. Perihal berbagai macam cara baptisan.
5. Status dari orang-orang yang murtad di masa penganiayaan kaisar Licinius.

Konsili juga menghasilkan 20 keputusan hukum;

1. larangan pengebirian diri sendiri; (lihat Origenes)
2. penetapan syarat-syarat minimum untuk katekismus;
3. melarang hadirnya seorang perempuan muda di rumah seorang rohaniwan karena hal itu dapat menyebabkan kecurigaan terhadap sang rohaniwan ;
4. penahbisan seorang uskup di hadapan sekurang-kurangnya tiga uskup provinsial dan pengukuhan oleh metropolitan;
5. dua sinode wilayah harus diselenggarakan setiap tahunnya;
6. pengakuan wibawa luar biasa untuk para uskup dari Alexandria dan Roma, untuk wilayah mereka masing-masing;
7. pengakuan terhadap hak-hak kehormatan dari takhta suci Yerusalem;
8. syarat persetujuan dengan kaum Novatian;
9–14. syarat untuk prosedur yang lunak terhadap orang yang murtad pada masa penganiayaan di bawah Licinius;
15–16. larangan pemecatan terhadap imam;
17. larangan riba di antara para rohaniwan;
18. para uskup dan presbiter akan terlebih dulu menerima Perjamuan Kudus (Ekaristi) sebelum para diaken;
19. pernyataan bahwa baptisan yang dilakukan oleh para penyesat tidak sah;
20. larangan berlutut selama liturgi, pada hari Minggu dan selama 50 hari Masa Paskah ["pentakosta"]. Berdiri adalah sikap normatif untuk berdoa pada saat ini, dan hal ini masih dilakukan di antara kaum Ortodoks Timur. (Kelak, Gereja Barat menerima istilah Pentakosta untuk merujuk pada hari Minggu terakhir dari Masa Paskah, yaitu hari ke-50.) Untuk teks lengkap mengenai larangan berlutut, dalam bahasa Yunani dan terjemahan bahasa Inggris, lihat kanon 20 dari akta konsili.

Konsili Nicea I ini menghasilkan kredo Nicea yang dikenal sebagai syahadat Nicea atau pengakuan iman rasuli, yang isinya sebagai berikut;

Versi Protestan:

"Aku percaya kepada satu Allah,Bapa Yang Mahakuasa,Pencipta langit dan bumi,segala kelihatan dan yang tak kelihatan.
Dan kepada satu Tuhan,Yesus Kristus,Anak Allah Yang Tunggal,lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman.Allah dari Allah,Terang dari Terang.Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati,diperanakkan,bukan dibuat;sehakekat dengan Sang Bapa,yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria;dan menjadi manusia;yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus;menderita dan dikuburkan;yang bangkit pada hari ketiga,sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya kepada Roh Kudus,yang jadi Tuhan dan Yang menghidupkan,yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak,yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan pada zaman yang akan datang. Amin."
Versi Katolik:

"Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
Aku mengakui satu pembaptisan
Akan penghapusan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
Amin."

Sebagai kesimpulan, pada 25 Juli 325, para uskup di konsili itu merayakan ulang tahun ke-20 kaisar. Dalam pidato sambutannya, Konstantin sekali lagi memberitahukan kepada hadirin betapa ia membenci pertikaian dogmatis. Ia ingin Gereja hidup dalam keharmonisan dan damai. Dalam sebuah surat edaran, ia mengumumkan tercapainya kesatuan praktik oleh seluruh Gereja pada hari perayaan Paskah Kristen.
Namun sinode ini tidak tegas. Arius serta teman-temannya dihukum bersamanya dan kaum Meletia memperoleh kembali hampir semua hak mereka yang sebelumnya telah lenyap. Selain itu Arianisme terus menyebar dan menyebabkan perpecahan di dalam Gereja, sepanjang sisa abad ke-4.

Tidak ada komentar: