Kamis, 07 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 1

Kitab Ibrani sama seperti kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya, yakni berbentuk surat yang ditujukan kepada jemaat tertentu, yang dimaksudkan untuk menegor, menerangkan, membimbing, dan memaparkan suatu permasalahan yang sedang dipermasalahkan di suatu jemaat atau kumpulan. Dikanon ke dalam Alkitab adalah supaya bisa dijadikan pelajaran bagi orang-orang lainnya. Disebut Firman TUHAN karena sehaluan dengan Firman TUHAN. Jika tidak sehaluan dengan Firman TUHAN harus dikeluarkan dari Alkitab karena akan menimbulkan kontradiksi atau pertentangan yang menimbulkan kebingungan orang yang membaca atau mempelajarinya.

Karena begitu cermatnya proses pengkanonan Alkitab, sehingga kita yang saat ini membaca dan mempelajari Alkitab dibuat berdecak kagum. Sebab isi Alkitab begitu saling menguatkan dan saling melengkapi sehingga kita diyakinkan bahwa Alkitab ini benar-benar berasal dari YAHWEH. Karena sangat tidak mungkin manusia yang melakukannya.

Kitab Ibrani ini diyakini ditulis oleh rasul Paulus, sebab tidak ada keterangan yang jelas tentang siapa penulis sebenarnya. Dan sangat jelas ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang umumnya masih bingung dengan Kekristenan. Itulah sebabnya rasul Paulus menerangkannya bertolak dari Taurat Musa dan kitab para nabi Perjanjian Lama untuk memperkenalkan Tokoh Alkitab yang sesungguhnya adalah YESHUA ha MASHIA.

Kitab Ibrani 1:1-4 berjudul: "YAHWEH berfirman dengan perantaraan ANAKNYA."

Yang bisa kita tangkap yang pertama adalah adanya YAHWEH dengan ANAKNYA. Fakta ini dengan sendirinya mengugurkan ajaran Trinitas yang mengatakan bahwa YAHWEH = ANAK. Nyatanya YAHWEH sendiri, ANAK sendiri.

Rasul Paulus menerangkan bahwa disepanjang Perjanjian Lama, YAHWEH kalau berbicara selalu melalui nabi-nabi, yang berbicara berdasarkan pesanan YAHWEH, tapi di Perjanjian Baru, YAHWEH mengutus ANAKNYA, yakni YESHUA ha MASHIA, yang berbicara sebagai yang berhak mengajar Israel. YESHUA berbicara atas pikiranNYA sendiri, sesuai dengan otoritas yang dimilikiNYA selaku ANAK YAHWEH. Jadi, YESHUA ha MASHIA ini kedudukanNYA jauh lebih tinggi dari para nabi Perjanjian Lama yang bagi orang-orang Yahudi para nabi itu merupakan yang tertinggi. Pendapat orang-orang Yahudi itu tidak benar. Karena itu mereka harus berpaling pada YESHUA ha MASHIA.

Sebab nenek moyang mereka, yakni Yakub telah berbicara tentang YESHUA ha MASHIA sebagai yang berhak atas Israel;

Kej. 49:10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Nabi Musa sendiri menunjuk YESHUA ha MASHIA sebagai yang harus lebih didengarkan;

Ulangan
18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Dan justru oleh sebab adanya YESHUA ha MASHIA inilah YAHWEH menciptakan alam semesta. Sebab YAHWEH sendiri tidak membutuhkan apa-apa. Segala sesuatu dibuat untuk ANAKNYA;

Ibrani
1:1Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Jadi, siapakah YESHUA ha MASHIA? Rasul Paulus mengatakan bahwa YESHUA adalah gambar wujud YAHWEH. Jika kita tidak bisa melihat YAHWEH, bisa melihatnya melalui YESHUA ha MASHIA;

Yoh. 12:45dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Setelah YESHUA menjalani salib, DIA kembali ke posisinya semula yakni disebelah kanan YAHWEH;

Ibrani
1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Kedudukan itu adalah kedudukan yang sangat tinggi sekali, sebagaimana nama yang diberikan kepadaNYA adalah nama yang termegah: "YAHWEH yang menyelamatkan" - YESHUA, bukan YESUS juga bukan nabi ISA.

Ibrani
1:4jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Perikop yang berikutnya yaitu Ibrani 1:5-14 diberikan judul: "ANAK YAHWEH lebih tinggi dari malaikat-malaikat."

Bangsa Yahudi berpikir bahwa yang lebih tinggi dari para nabi adalah malaikat. Tapi rasul Paulus menunjukkan bahwa YESHUA itu lebih tinggi dari para malaikat. Karena dari antara para malaikat tidak ada satupun yang disebut sebagai ANAK YAHWEH; bahkan seluruh malaikat harus menyembah padaNYA;

Ibrani
1:5Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
1:6Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Sementara YAHWEH berkata tentang malaikatNYA bisa dijadikannya sebagai badai atau nyala api. Artinya, YAHWEH bisa memperlakukan malaikat sekehendak hatiNYA, sebab mereka hanyalah hamba-hamba yang melayani. Disuruh ke sana akan ke sana, disuruh ke sini akan ke sini, itulah posisi para malaikat;

Ibrani
1:7Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

Tetapi YAHWEH memuliakan YESHUA sebagai ALLAH;

Ibrani
1:8Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

YAHWEH adalah nama BAPA, sedangkan ALLAH adalah gelar umum seperti TUHAN. YESHUA adalah ALLAH tapi bukan YAHWEH. Dan karena jalan YESHUA itu lurus, maka YAHWEH mengurapi YESHUA sebagai tangan kananNYA;

Ibrani
1:9Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

"ALLAHMU" adalah ALLAHNYA YESHUA, yakni YAHWEH.

YAHWEH menjanjikan bahwa jikapun langit dan bumi akan binasa, tapi takhta YESHUA akan ada selama-lamanya;

Ibrani
1:10Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
1:11Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian;
1:12seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan."
1:13Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?"

Para malaikat adalah utusan YAHWEH untuk melayani kita yang diselamatkan;

Ibrani
1:14Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Jadi, segala yang ada di alam semesta ini, baik yang di langit maupun yang di bawah bumi adalah untuk YESHUA ha MASHIA. Karena itu marilah kita menaruh perhatian, mengarahkan pikiran dan mempelajari baik-baik hal YESHUA ha MASHIA ini. Siapakah dan seperti apakah sesungguhnya YESHUA yang ketika lahir di dunia ini hanya dikenal sebagai anak Yusuf, tukang kayu?! Benarkah DIA itu begitu dahsyat? Mari kita pelajari!

Tidak ada komentar: