Senin, 18 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 10

Ibrani 8:1-13 berjudul: "IMAM BESAR Perjanjian Baru."

Ibrani
8:1Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

ORANG yang membela dan mewakili kita itu kedudukannya di sebelah kanan YAHWEH. Apa tidak luar biasa sekali itu? Apa bukan suatu jaminan kepastian keselamatan kita, jika hubungan kita dengan ORANG itu baik-baik, yakni tunduk dan patuh pada segala ajaran ORANG itu?

YESHUA sendiri menyatakan bahwa segala perkara telah diserahkan kepadaNYA. BAPA sudah tidak mencampuri urusan kita dengan YESHUA. Bukankah itu artinya sangat penting bagi kita menjalin hubungan baik dengan YESHUA?

Yoh. 10:18Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasamemberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Ibrani
8:2dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.

Pelayanan YESHUA itu bukan di Bait Suci Yerusalem, tapi di Bait Suci sorgawi. Bait Suci sorgawi didirikan oleh YAHWEH, merupakan Bait Suci yang aslinya. Sebab Bait Suci yang dibuat nabi Musa itu mencontoh dari Bait Suci yang di sorga;

Kel. 25:9Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

Wahyu
11:19Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Ibrani
8:3Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.

Setiap orang yang menghadap raja, sebagai tanda tunduk dan patuh pada raja itu, biasanya membawa persembahan. Zaman dulu gereja yang di pedesaan, jika panen, pendetanya akan dikirimi hasil panenan jemaatnya sebagai ungkapan hormat mereka pada sang pendeta. Sementara kita yang di kota pasti mengenal yang namanya "oleh-oleh" yaitu sesuatu yang kita berikan kepada orang yang kita kunjungi. Kalau hari raya kita kenal: "Parcel" yang biasanya diberikan oleh pengusaha kepada seorang pejabat. Sedangkan tuan rumah akan memberikan "hidangan" untuk tamu yang dihormatinya.

Abraham memberikan persembahan persepuluhan kepada Melkisedek, Abraham menyembelih domba untuk hidangan tamu-tamunya, Kain mempersembahkan hasil pertanian kepada YAHWEH, Habel mempersembahkan domba kepada YAHWEH, Nuh mempersembahkan domba kepada YAHWEH, bangsa Israel memberikan persembahan-persembahan untuk imam Lewi, dan lain-lainnya. Demikian halnya dengan seorang imam besar yang hendak menghadap YAHWEH setahun sekali di hari Gravirat atau hari raya pendamaian, membawa persembahan domba, baik untuk dirinya sendiri maupun yang atas nama umat.

Nah, YESHUA ha MASHIA menghadap YAHWEH juga dengan persembahan, yakni darah dan dagingNYA sendiri, melalui peristiwa penyalibanNYA. Itu adalah persembahan yang terbesar, bahwa ANAK YAHWEH rela turun ke dunia sebagai Manusia biasa untuk menebus dosa-dosa umatNYA. Suatu langkah yang tak pernah menjadi gagasan para malaikat. Tak ada malaikat yang mempunyai gagasan untuk menebus manusia yang berdosa. Tapi YESHUA menyampaikan gagasanNYA kepada raja Daud bahwa DIA akan turun ke dunia untuk menjadi Korban penghapus dosa;

Mazmur
40:6(40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
40:7(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
40:8(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Ibrani
8:4Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.

Kapan YESHUA menjadi IMAM BESAR? YESHUA menjadi IMAM BESAR adalah setelah kebangkitanNYA. Ketika turun ke dunia DIA adalah ANAK DOMBA YAHWEH, yang turun ke dunia untuk disembelih - disalibkan.

Sebelum turun ke dunia YESHUA adalah ANAK YAHWEH. Belum ada jasa apa-apa bagi manusia, karena belum berbuat apapun. YESHUA bukan apa-apa, baik bagi YAHWEH, baik bagi malaikat maupun bagi manusia.

Gal. 4:4Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Turun ke dunia sebagai bayi manusia adalah langkah pertamanya sebagai JURUSELAMAT manusia. DIA turun sebagai ANAK DOMBA ELOHIM yang siap disembelih;

Yoh. 1:29Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Setelah bangkit dari kematianNYA, DIA naik ke sorga untuk menghadap YAHWEH guna kepentingan kita, yakni sebagai IMAM BESAR;

Ibr. 9:24Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Kelak jika DIA datang kembali, kedatangan keduaNYA, DIA datang sebagai SINGA dari YEHUDA. Bukan lagi Domba, tapi SINGA yang terluka telapak tangan, telapak kaki dan lambungNYA. DIA datang sebagai SINGA yang murka, SINGA yang geram yang siap membalaskan luka-lukaNYA.

Ibr. 10:30Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."

2Tes. 1:8dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.

Jadi, ketika YESHUA masih di dunia, DIA belumlah sebagai IMAM, sebab masih ada imam Lewi yang disahkan menurut hukum Taurat.

Ibrani
8:5Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Pelayanan imam-imam Lewi hanyalah gambaran dan bayangan dari apa yang dilakukan YESHUA di sorga.

Ibrani
8:6Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Apa yang dilakukan YESHUA jelas lebih besar dari apa yang dilakukan oleh Hukum Taurat;

>> YESHUA di Bait Suci sejati, bukan di Bait Suci tiruan.

>> YESHUA mempersembahkan darah dan dagingNYA sendiri, bukan daging hewan yang tak mungkin bisa dipakai untuk menyelamatkan manusia. Sebab yang dikutuk mati adalah manusia, bukan hewan. Karena itu yang harus mati adalah manusia bukan hewan.

>> YESHUA menjadi IMAM dengan peraturan Melkisedek, bukan berdasarkan Hukum Taurat.

Ibrani
8:7Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

Cacat Hukum Taurat adalah imam besarnya manusia biasa, dan korbannya hewan. Imam besar yang dibingungkan dengan dosa-dosanya sendiri, bagaimana hendak membersihkan dosa orang lain? Tapi YESHUA yang suci, sangat mungkin untuk menyucikan kita.

Ibrani
8:8Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,
8:9bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.
8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
8:11Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
8:12Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

Rasul Paulus mengutip dari Yeremia 31:31-34.

Ibrani
8:13Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Karena YAHWEH berbicara tentang Perjanjian Baru, maka yang Perjanjian Lama harus ditinggalkan.

Catatan: arti ditinggalkan adalah dihentikan bukan diporak-porandakan. Ajaran YESHUA bukanlah menghancurkan Hukum Taurat, tapi menggantikan. Berhati-hatilah di sini supaya orang-orang Minggu tidak menyalah artikan sebagai memporak-porandakan Taurat, sehingga halal mengubah Sabat ke Minggu. Sebab tak ada bangunan yang didirikan melenceng dari pola pondasinya, melainkan sesuai dengan pola pondasinya.

Ajaran YESHUA harus memiliki pola ajaran Taurat. Jika tidak menurut pola ajaran Taurat, maka kita jangan ikuti ajaran itu. Sebab ajaran Taurat harus merupakan pedoman bagi ajaran Perjanjian Baru.

Luk. 24:44Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Mat. 5:17"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Rm. 10:4Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Tidak ada komentar: