Rabu, 20 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 12

Ibrani 9:11-28 Berjudul: "YESHUA adalah Pengantara dari Perjanjian yang baru."

Ibrani
9:11Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Apakah "ROH yang kekal?" ROH yang kekal yang dimaksud adalah Jiwa atau Pribadi YESHUA yang kekal, yang tidak berdosa. Jika darah hewan menyucikan secara lahiriahnya, darah YESHUA menyucikan akal budi atau pikiran kita.

Tanpa ajaran YESHUA pikiran manusia hanya berisi pikiran duniawi, yang tidak ada kebenarannya di mata YAHWEH. Contohnya, sepandai-pandainya presiden Indonesia memimpin atau sepandai-pandainya seorang Albert Einstein, takkan pernah membuahkan kebenaran, takkan pernah mencapai ajaran Kristen. Baik presiden maupun Einstein takkan pernah memperkenalkan kita pada ELOHIM yang benar, pada YESHUA ha MASHIA sebagai JURUSELAMAT, pada dosa-dosa, pada ajaran kasih, dan lain-lainnya sebagaimana yang Alkitab ajarkan.

Paling bagusnya Jokowi paling hanya sebatas memenuhi tuntutan Pancasila dan UUD 1945. Dan paling bagusnya Einstein paling hanya sebatas membuat rumus-rumus kimia. Tapi kedatangan YESHUA membuat kita memiliki 2 pilihan; JALAN TUHAN atau jalan Jokowi, JALAN TUHAN atau jalan Einstein. Kalau ada orang menampar pipi kiri kita; kita balas atau kita ampuni. Kalau ada orang bermasalah dengan kita, kita selesaikan secara hukum atau kita selesaikan secara kasih?

Jalan Jokowi atau jalan Einstein takkan pernah menjadi pertimbangan YAHWEH. Tapi JALAN YESHUA itulah yang dipertimbangkan oleh YAHWEH.

Ibrani 9:15Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Perjanjian yang pertama yang dimaksud adalah ajaran atau Hukum Taurat. Sebaik apapun orang melakukan Hukum Taurat takkan mencapai kesempurnaan, sebab Hukum Taurat itu sifatnya hanya menuntut perilaku lahiriah, sedangkan YAHWEH menuntut perilaku yang berdasarkan pada kesadaran.

Sekalipun Hukum Taurat itu tak sempurna, namun Hukum Taurat itu perlu, yakni untuk menimbulkan atau mencetuskan kesadaran. Sebab tanpa pengajaran atau tanpa peraturan, maka takkan timbul kesadaran. Jadi, orang perlu diajar lebih dahulu baru dituntut pengertian atau kesadarannya.

Sebelum ada aturan memakai helm, tak ada orang yang memakai helm. Tapi setelah dikeluarkan peraturannya, maka sebagian orang menjadi mengerti tentang maksud dari peraturan itu, yaitu untuk keselamatan diri sendiri. Dari adanya aturan memakai helm itu lahirlah 2 type orang; orang yang memakai helm karena takut ditilang polisi, dan orang yang memakai helm karena membutuhkan keselamatan untuk dirinya sendiri. Orang yang memakai helm karena takut pada polisi kalau hendak bepergian akan bertanya: "Ada polisi, nggak?!" Sebab kalau tidak ada penjagaan polisi dia enggan memakai helm. Tapi orang yang kesadarannya telah terbuka, dia mengenakan helm bukan untuk polisi tapi untuk kepentingan dirinya sendiri.

Itulah sebabnya kita sering mendengar ayah kita berkata: "Kamu itu sudah diingatkan berkali-kali tapi koq masih belum sadar-sadar?" - "Kamu itu sudah diajari tapi koq nggak pintar-pintar?" - "Kamu itu sudah dinasehati, sudah dimarahi tapi koq masih bandel?" - "Kamu itu nakal kayak anak yang nggak pernah dididik." - "Kamu koq masih kayak anak kecil, kapan kamu dewasanya?" - "Kamu koq selalu menunggu diperintah baru mau menyapu, mengapa tidak berdasarkan kesadaranmu?"

"Kamu itu punya Alkitab, tapi koq kayak orang yang tak punya Alkitab?" - "Memangnya siapa yang menyuruh kamu ibadah hari Minggu?" - "Memangnya siapa yang mengajari kamu berdoa lipat tangan tutup mata?" - "Makan babi memang diperbolehkan, tapi apakah memang sudah kehabisan daging ayam sehingga berlahap-lahap seperti orang kelaparan, seperti orang yang baru keluar dari penjara?" - "Apakah bebas berarti harus memakannya?" - "Apakah bebas berarti harus kebablasan begitu?" - "Kapan kamu bisa diajak TUHAN berpikir dewasa?"

Jadi, sekalipun Hukum Taurat bukan tujuan, namun perlu diajarkan lebih dahulu. Dan setelah datang Perjanjian Baru, maka Hukum Taurat sudah waktunya dibuang ke tong sampah, sebab Hukum Taurat hanya menimbulkan murka YAHWEH. Kenapa? Sebab YAHWEH disuguhi perilaku lahiriah saja, disuguhi perilaku palsu, disuguhi kebodohan.

Sebab orang yang berjalan dengan masih melihat peta, itu tandanya orang baru, orang belum paham, belum pengalaman, belum mengerti. Orang yang masih membawa peta masih belum bisa dijadikan "guide." Belum bisa dijadikan petunjuk atau guru. Demikianlah orang yang masih membaca Taurat, pertanda orang yang masih ingusan.

Yohanes
5:39Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
5:40namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Orang-orang gereja Minggu adalah orang-orang yang masih ingusan. Sebab mereka tak tahu dengan yang ada tertulis. Mereka buta seperti orang Islam, orang Hindu, Buddha, dan lain-lainnya yang tak punya Alkitab. Punya Alkitab tapi seperti orang yang tak punya Alkitab.

Ibrani
9:16Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
9:17Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
9:18Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.
9:19Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
9:20sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
9:21Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
9:22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Menurut Hukum Taurat segala sesuatu harus disucikan dengan darah. Tanpa darah tidak ada penyucian. Itu adalah pelajaran mendasar untuk menerima pengorbankan YESHUA di kayu salib. Sebab banyak orang Yahudi yang kecewa dengan penyaliban YESHUA. Mereka menyangka YESHUA datang untuk menyingkirkan penjajahan bangsa Romawi. Pemikiran mereka sama seperti pemikiran kaum Muslim sekarang ini: "Bagaimana TUHAN dilahirkan perempuan, lapar dan haus, disalibkan dan mati?" - "Mana ada TUHAN selemah itu?" Mereka berpikir bahwa TUHAN itu Perkasa.

Kalau TUHAN Perkasa, maka iblis sudah binasa dan sudah tidak ada lagi orang-orang jahat. Anda yang mengolok-olok TUHAN atau melanggar FirmanNYA sudah pasti dihukum mati. Hari ini tak mungkin ada orang Islam, orang Hindu, orang Buddha, maling, copet, orang selingkuh, dan lain-lainnya. Yang ada semuanya orang-orang suci saja. Tapi itu namanya kiamat. Sebab suatu cerita film dibuat itu selalu menampilkan kemenangan kebenaran di akhir cerita. Dengan menampilkan kejahatan di depan, maka cerita itu bisa difilmkan.

Memangnya TUHAN-nya kaum Muslim itu galak atau perkasa kayak Superman? Jika TUHAN-nya Muslim perkasa, mengapa hari ini ada orang Kristen, orang kafir, orang makan babi, Ahok, orang Hindu, Buddha, maling, copet, dan lain-lainnya? Atau coba seandainya FPI dikasih kebebasan untuk melaksanakan misinya, apakah ada Ahok, apakah ada orang Kristen, apakah ada perempuan yang tidak memakai kerudung, apakah ada pelacuran? Pasti akan dihabisi oleh FPI semuanya, bukan?!

Jadi, jika TUHAN-nya kaum Muslim lemah-lembut, mengapa kaum Muslim masih kesulitan menerima YESHUA yang datang dalam suatu misi yakni menggenapi tuntutan Hukum Taurat bahwa segala sesuatu harus disucikan dengan darah?!

Ibrani 9:23Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.

Apa yang diajarkan YAHWEH kepada bangsa Israel merupakan gambaran dari pekerjaan YESHUA untuk suatu tujuan yang lebih besar dan lebih sempurna.

Ibrani 9:24Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Pada tanggal 22 Oktober 1844 itulah YESHUA masuk ke ruang Mahasuci di Bait Suci sorgawi untuk memulai suatu persidangan, memeriksa dosa tiap-tiap orang mulai dari orang pertama hingga orang yang terakhir nanti, yang setelah selesai acara persidangan itu YESHUA akan turun ke dunia untuk mengakhiri dunia;

Why. 22:12"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Ibrani
9:25Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Jika imam besar duniawi melakukan pekerjaan pendamaian setahun sekali yang dilakukan berulang-ulang, YESHUA hanya bekerja sekali saja untuk selama-lamanya.

Tidak ada komentar: