Minggu, 24 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 15

Ibrani 11:1-40 berjudul: "Saksi-saksi iman."

Tanpa ujian dalam penderitaan jangan bilang anda memiliki iman. Sebab bukti iman adalah seperti apakah anda di saat dihadapkan dengan kesulitan dan penderitaan. Jangan terlalu pagi untuk menyombongkan keimanan anda sehingga akan seperti Petrus dan Yudas Iskariot yang menyangkali dan mengkhianati YESHUA. Iman itu seumpama piala. Jadi, tunjukkan kejuaraan atau kehebatanmu dengan piala. Jangan omong doank.

Itulah sebabnya saya ketawa kalau ada orang baik-baik saja keadaannya berkata: "Saya percaya YESHUA." Sebab iblispun percaya pada ELOHIM;

Yak. 2:19Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Sorry, saya berbicara sebagai orang yang berpengalaman dan berpengetahuan, sehingga tidak mudah ditipu, mengaku petugas PLN tapi tidak mempunyai surat tugas. Mengaku beriman tapi masih belum melewati serangkaian ujian. Sebab semua orang beriman di Alkitab dihadapkan oleh YAHWEH dengan tantangan. Tak ada orang Kristen di Alkitab yang bisa bepergian ke luar negeri, tak ada yang sempat jalan ke mall-mall, tak ada yang sempat menikmati ice cream, tak ada yang bisa pesta babi panggang, bahkan tak ada yang memiliki kartu ATM.

Dan. 12:10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

1Ptr. 1:7Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Ibrani
11:1Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah pengharapan yang memiliki dasar-dasar yang kuat untuk berharap. Harus ada kepastian bagi yang kita harapkan, bukan sebuah spekulasi atau untung-untungan. Dan sekalipun kita tak melihat sesuatu yang kita harapkan, namun kita memegang bukti-bukti yang kuat, sehingga ada kepastiannya bukan reka-rekaan saja.

Ibrani
11:2Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

Nenek-moyang kita adalah Abraham, sekalipun bukan secara lahiriah. Dari Abrahamlah dilahirkan agama Yahudi dan Kristen, sebab Abraham adalah bapa orang beriman.

Ibrani
11:3Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Logika kita bisa menerima perkataan Alkitab yang menerangkan bahwa alam semesta dijadikan oleh Firman YAHWEH. Justru teori-teori kejadian alam semesta, seperti teori evolusi atau big bang-lah yang tak masuk akal. Teori-teori itu dengan mudah bisa kita gugurkan, sehingga yang masih tampak kokoh adalah diciptakan oleh YAHWEH.

Ibrani
11:4Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Alkitab tidak mencatat apa yang dibicarakan Habel setelah kematiannya. Tapi yang jelas persembahan Habel berbicara tentang Hukum Taurat dan tentang pengorbanan YESHUA di kayu salib. Itulah sebabnya YAHWEH mengindahkan persembahan Habel karena selaras dengan rencana jangka panjang YAHWEH.

Ibrani
11:5Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
11:6Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Jika Henokh tidak memiliki iman yang sempurna, tidak mungkin ia diangkat oleh YAHWEH. Sebab setiap orang yang berpaling atau datang kepada YAHWEH harus percaya bahwa YAHWEH itu ada.

Ibrani
11:7Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Selama 600 tahun Nuh membuat bahtera seorang diri. Jika Nuh tidak melihat ke masa depan, yakni ke zaman air bah, tidak mungkin bahtera itu dibuatnya. Tak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa keyakinan.

Ibrani
11:8Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Abraham menuruti perintah YAHWEH untuk meninggalkan kampung halamannya sekalipun tak tahu ke mana tujuan kepergiannya. Bagaimana dengan anda, perintah TUHAN yang manakah yang telah anda laksanakan supaya anda layak disebut beriman? Apakah ibadah hari Minggu yang tak ada di Alkitab itu merupakan bukti keimanan anda? Berarti kelak harus ada Firman susulan yang membuktikan bahwa tindakan anda itu benar. Tapi jika kelak tak ada Firman lagi, berarti anda sedang ngawur. Sebab nyatanya bahtera Nuh ada gunanya. Juga kepergian Abraham nyatanya menghasilkan negeri Palestina hingga sekarang ini. Tak ada langkah-langkah iman yang konyol seperti yang sedang terjadi pada anda, sebab Alkitab telah ditutup oleh kitab Wahyu.

Ibrani
11:9Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
11:11Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Kejadian
15:5Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
15:6Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Ibrani
11:12Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
11:13Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
11:14Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
Keyakinan Abraham itu melintasi waktu yang ribuan tahun, yang sebelum itu menjadi kenyataan sudah mati. Sama seperti keyakinan kita akan keselamatan kita adalah keyakinan yang berwaktu ribuan tahun, sebab kita yakin bahwa sebelum janji itu terjadi, kita sudah mati duluan. Namun untuk janji yang ribuan tahun ke depan itu kita rela menderita sebagai orang Kristen. Itulah iman kita, yakni jika kita melakukan segala perintah YAHWEH yang tertulis dalam Alkitab. Jika tidak melakukan perintah Alkitab, ya bukan iman namanya.

Ibrani
11:15Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

Apa yang diyakini Abraham tentang tanah pusaka, jelas bukanlah tentang negeri Palestina duniawi sekarang ini. Sebab jika negeri duniawi yang dirindukan oleh Abraham, apa salahnya jika Abraham pulang kembali ke kampung halamannya? Tak mungkin YAHWEH yang punya sorga itu menjanjikan tanah di dunia ini. Jadi, iman Abraham itu sungguh dahsyat sekali, sehingga tepatlah bila dia disebut bapa orang beriman.

Ibrani
11:16Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

YAHWEH tidak malu disebut ELOHIM-nya Abraham, sebab kwalitas Abraham memang benar-benar orang yang sempurna.

Ibrani
11:17Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
Ishak adalah harta yang terbesar bagi Abraham, namun Abraham rela memberikannya pada YAHWEH. Bagaimana dengan anda, apa yang akan anda perbuat jika mobil anda ditabrak orang? Marah, memaki-maki, lapor polisi, minta ganti rugi? Hanya ditabrak saja, bukan dicuri, tapi anda sudah murka seperti itu. Hanya karena mobil saja anda sudah mencoreng nama YESHUA; "Orang Kristen koq galak banget, ya?!"

Ibrani
11:19Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Pikiran Abraham sederhana sekali, bahwa jika YAHWEH sanggup membangkitkan orang mati, mengapa harus ditahan ketika YAHWEH meminta Ishak? Nah, apakah YAHWEH tidak sanggup mengganti mobil anda dengan mobil yang lebih baik, sehingga anda korbankan citra Kristen?

Saya, kalau uang tak ada, tak punya. Tapi ginjal saya sudah saya tawarkan ke dua orang yang sakit ginjal secara gratis. Jadi, harta apa lagi yang saya tahan yang tidak saya berikan ke orang yang membutuhkannya? Pikiran saya sederhana saja, siapa tahu jika kelak orang-orang yang memakai ginjal saya itu menjadi orang-orang hebat yang memuliakan YAHWEH?!

Ibrani
11:20Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.

Ishak mempercayai janji TUHAN yang akan memberkatinya. Karena itu Ishak yakin tentang apa yang diucapkan kepada anak-anaknya; Yakub dan Esau akan terjadi tepat sebagaimana yang diucapkannya.

Jika anda yakin YAHWEH memberkati anda, mengapakah anda menjadi orang yang kikir? Mengapakah anda harus marah-marah ketika mobil ditabrak?

Saya kalau menyangkut ajaran Kristen, galak sekali. Sebab itu adalah tugas dan pekerjaan saya dari TUHAN. Pekerjaan itu bukan milik saya, melainkan milik TUHAN. Karena itu saya bertanggungjawab memelihara kepercayaan TUHAN tersebut. Tapi kalau tentang diri saya, tak ada sesuatupun yang harus saya hargai. Nyawa sayapun tak saya hargai, sebab nyawa saya ini sudah bukan milik saya lagi, melainkan telah dimiliki oleh YESHUA. Karena itu tentang nyawa saya, terserah pada YESHUA saja;

Gal. 2:20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

[berlanjut]

Tidak ada komentar: