Rabu, 27 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 18

Ibrani 12:18-29 berjudul: "Tanggung jawab yang berat."

Ibrani
12:18Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai,
12:19kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka,
12:20sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu."
12:21Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar."


Ketika Israel di padang gurun, jika YAHWEH menjumpai mereka di gunung Horeb, YAHWEH selalu datang dengan diiringi tanda-tanda alam yang dahsyat yang membuat bangsa Israel ketakutan. Karena takut dengan kedatangan YAHWEH itulah maka mereka menolak kedatangan YAHWEH dan meminta seorang nabi yang seperti nabi Musa saja. Dan permintaan mereka dipandang baik oleh YAHWEH, maka YAHWEH menjanjikan kepada nabi Musa akan menurunkan seorang nabi yang seperti nabi Musa. Itulah YESHUA ha MASHIA, ANAK YAHWEH;

Ulangan
18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

Kata YESHUA;

Yoh. 5:46Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

YAHWEH di Perjanjian Lama memang galak sekali. Kenapa? Sebab dalam rangka menegakkan hukum. Penegakan hukum memang harus disiplin sekali dengan tujuan mendorong percepatan timbulnya kesadaran. Disiplin yang keras diharapkan bisa mempercepat timbulnya kesadaran. Sebab di Kristen YAHWEH menuntut tumbuhnya kesadaran atau kasih, supaya orang sadar hukum bukan takut hukum, supaya orang melakukan hukum berdasarkan kasih - mengasihi YAHWEH, bukan oleh sebab ketakutan.

Kita sebagai orang-orang Kristen harus bersyukur tidak dijumpai YAHWEH yang galak, tapi dijumpai YESHUA yang lemah-lembut. Tapi sayang, kelemah-lembutan YESHUA disalahgunakan;

>> TUHAN dibuatkan patung dan digambar oleh tangan yang najis. Tak pernah ketemu TUHAN berlagak tahu TUHAN, akhirnya jadilah gambar TUHAN yang "kira-kira."

>> Hari Sabat dipindahkan ke hari Minggu.

>> Tidak tahu tanggal lahir TUHAN berlagak tahu, akhirnya jadilah tanggal lahir yang "kira-kira."

>> Cara berdoa menadahkan tangan diubah seperti orang-orang Hindu, Buddha menyembah patung-patungnya, lipat tangan tutup mata.


Ibrani 12:22Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

Jika Perjanjian Lama masih dalam perjalanan menuju ke Perjanjian Baru, kita ini sudah tiba di Perjanjian Baru. Kita hidup di zaman kasih karunia, bukan di zaman Hukum Taurat.

Di sini banyak orang Kristen Minggu yang tidak mengerti dan salah sangka, seolah-olah kasih karunia itu meniadakan Hukum Taurat. Padahal kasih karunia bukannya meniadakan Hukum Taurat, malah mengokohkan Hukum Taurat. Hukum Taurat malah semakin indah, semakin cantik dan semakin sempurna di dalam kasih karunia.

Rm. 3:31Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Tanpa adanya Hukum Taurat takkan ada kasih karunia, sedangkan tanpa kasih karunia Hukum Taurat takkan sempurna. Apakah Sekolah Dasar[SD] itu tujuan kita sekolah? Bukan! Tujuan kita sekolah adalah mencapai kesarjanaan. Tapi kita takkan menjadi sarjana kalau tidak melalui Sekolah Dasar duluan, bukan?!

Gal. 3:23Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Orang-orang Perjanjian Lama dikurung, diborgol, diikat oleh Hukum Taurat sampai Perjanjian Baru tiba baru dilepaskan dibawah hukum kasih karunia. Burung merpati juga perlu dikurung seminggu supaya hafal dengan rumahnya, baru setelah itu dibebaskan.

Jika burung merpati itu dikurung di rumah kita, masakan dia akan pulang ke rumah tetangga? Nggak mungkin! Jika Hukum Taurat melatih orang berhari Sabat, masakan Kristen berhari Minggu? Nggak mungkin!

Ibrani 12:23dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,
12:24dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Kita telah dimasukkan ke dalam suatu kumpulan besar orang dari segala zaman, dari segala bangsa, dari segala makhluk sorgawi, para malaikat dan pada YAHWEH sendiri. Suatu kumpulan yang sangat meriah[Ibrani 12:22]

Ibrani 12:25Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?

Kitab Ibrani ini dimaksudkan untuk menyadarkan orang-orang Yahudi yang menolak dan yang ragu-ragu terhadap YESHUA ha MASHIA. Kata-kata "Ibrani" memberikan pengertian sebagai keturunan Abraham;

Kejadian 14:13Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.

Ibrani dari kata Hebrew, menunjuk pada Eber, anak Sem[Kejadian 10;21], juga menunjuk pada kota Hebron, 3o kilometer di selatan Yerusalem. Ibrani - Hebrew - Heber/Eber - Hebron, kayaknya ada kemiripan vokal.

Ibrani 12:26Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."

Rasul Paulus mengutip dari;

Hag. 2:6(2-7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

Jika di gunung Horeb YAHWEH hanya menggoncangkan bumi, kelak YAHWEH juga akan menggoncangkan langit, artinya kiamat. Jadi, jika bumi bergoncang saja bangsa Israel sudah ketakutan seperti itu, betapa mengerikannya hari kiamat itu. Karena itu berbahagialah orang yang takut pada YAHWEH dan mentaati segala FirmanNYA.

Ibrani 12:27Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Langit dan bumi bisa digoncangkan. Hanya YAHWEH dan kerajaanNYA saja yang tidak bisa digoncangkan. Jika demikian seperti apa jadinya orang yang berharap pada kekuatan langit dan bumi, yakni orang-orang yang keduniawian?! Apa gunanya anda memiliki kekuatan, kekayaan dan kemuliaan di bumi yang menunggu satu kali waktu lagi untuk ditunggangbalikkan?!

Ibrani
12:28Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
12:29Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Tidak ada komentar: