Minggu, 10 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 4

Ibrani 4:1-13 berjudul: "Hari perhentian yang disediakan YAHWEH."

Judul itu sudah sangat jelas bahwa rasul Paulus sedang membicarakan hari perhentian harafiah, yakni hari Sabat. Tapi orang-orang gereja Minggu selalu berkelit tentang kitab Ibrani ini sebagai kitab yang memiliki makna rohani yang amat tinggi. "Jangan ditafsirkan secara harafiah" kata mereka. Tentu maksudnya adalah supaya mereka tidak tersandung di sini, sebab perkataan-perkataan rasul Paulus ini sebenarnya biasa-biasa saja. Tapi mereka maunya dilambungkan tinggi supaya kitab ini diartikan oleh para sarjana theolog. Sebab para sarjana theolog itu memiliki keahlian menjungkirbalikkan perkataan.

Mari kita baca satu persatu ayat;

Ibrani
4:1Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

Hingga hari ini kita tidak mendengar YAHWEH sudah menutup pendaftaran masuk sorga. Karena itu tawaran keselamatan masih dibuka hingga hari ini. Tapi jangan kita buat sembrono sehingga sekalipun tawaran itu masih dibuka tapi kita tak bisa masuk ke sana.

Ibrani
4:2Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

Tawaran keselamatan juga diberikan kepada orang-orang Israel. Tapi sayang hingga hari ini masih banyak dari antara mereka yang masih belum mau menerimanya. Orang-orang Israel kebanyakan  masih berkeras menolak YESHUA, sekalipun soal hari Sabat mereka tak masalah. Orang-orang Israel bisa menerima hari Sabat tapi menolak YESHUA. Sebaliknya, orang-orang Minggu bisa menerima YESHUA, tapi belum bisa menerima hari Sabat. Keduanya sama-sama pincangnya.

Ibrani
4:3Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

Di manakah tempat perhentian YAHWEH? Tempat perhentian YAHWEH ya di hari Sabat, sebab di hari itulah YAHWEH berhenti menciptakan. Sedangkan tempat perhentian yang kedua menunjuk ke tanah Palestina, sebab di tanah Palestina itulah bangsa Israel berhenti dari perjalanannya di padang gurun dan membagi-bagikan tanah pusaka ke 12 suku. Di tanah Palestina juga Kemah Suci yang selalu berpindah-pindah dibuat Bait Suci yang permanen, sehingga Yerusalem disebut sebagai kota YAHWEH. Sedangkan tempat perhentian yang ditawarkan kepada kita, orang-orang Kristen adalah kota Yerusalem baru. Itulah tempat perhentian kita dari pengembaraan rohani di dunia ini.

Ibrani
4:4Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."
4:5Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

Suatu kalimat yang sangat jelas, yang menerangkan bahwa orang-orang tertentu tak diijinkan masuk ke hari Sabat. Dan kalimat ini begitu tepat jika kita melihat pada orang-orang Kristen yang ibadahnya di hari Minggu. Adalah aneh jika orang Kristen pertemuan jemaatnya di hari Minggu. Di Alkitab tidak ada orang Kristen yang ke gerejanya hari Minggu. Rupanya mereka adalah orang-orang yang ditolak masuk ke hari Sabat. Sebab mereka adalah keturunan penyembah patung. Mereka adalah keturunan agama Roma Katolik. Mereka adalah orang-orang terkutuk!

Ibrani
4:6Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

Ayat itu memberitahukan adanya 2 kelompok orang Kristen, yaitu Kristen tua dan Kristen muda. Kristen tua adalah Roma Katolik, si "gereja tua" yang sekalipun tahu peribadatan Sabat, namun tak mau taat. Sedangkan Kristen muda tidak lain adalah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang baru lahir tahun 1844/1863 Tarikh Masehi. Gereja inilah yang bisa masuk ke hari perhentian Sabat.

Ibrani
4:7Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

Namun pada "hari ini" YAHWEH menawarkan kepada orang-orang Kristen buangan, dengan pesan: "Janganlah keraskan hatimu!"

Ibrani
4:8Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.

Seandainya orang-orang Roma Katolik mau mengikuti peribadatan Yahudi, tentulah YAHWEH takkan berbicara tentang hari yang lain. Sebab nabi Yosua sudah membagi-bagikan tanah pusaka kepada 12 suku Israel. Itu artinya Israel sudah masuk pada kesempurnaan untuk dijadikan standart bagi segala bangsa. Tapi Roma Katolik memposisikan dirinya anti Yahudi dan membuat acara sendiri. Mereka tidak mau dengan Sabat Yahudi, mereka membuat Sabat sendiri yakni Minggu.

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Di saat semua Kristen ibadahnya hari Minggu, nyatanya masih ada Kristen yang ibadahnya hari Sabat Alkitab. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh itulah wadah bagi umat YAHWEH.

Ibrani
4:10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah terminal Kekristenan. Anda sudah tidak perlu mencari-cari kebenaran yang lainnya lagi. Anda sudah tidak perlu berkelana ke gereja-gereja atau agama-agama yang lainnya lagi. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah tempat perhentian anda.

Saya lahir di GKI, lalu pindah ke Kharismatik Katolik, pindah lagi ke Bethany, Tiberias, GPdI, dan tahun 1998 saya masuk Advent. Tahun 2000 hingga 2004 ikut program pelayanan TSPM - Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat. Tahun 2004 hingga sekarang saya menjadi penginjil independen dan terpaksa harus bekerja di luar system. Saya tidak boleh berdiri di atas suatu denominasi manapun, tapi saya harus berdiri di atas Alkitab. Saya terpaksa harus menentang ajaran-ajaran Advent yang tidak sesuai dengan Alkitab. Saya harus menyatakan bahwa Advent telah sesat jalan. Jika orang bertanya: "Manakah gereja yang sempurna?" Tidak ada! Tapi jika orang bertanya: "Manakah gereja yang Alkitabiah?" Saya tanpa ragu-ragu akan menunjuk bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh itulah gereja yang Alkitabiah. Sedangkan gereja-gereja Minggu adalah gereja-gereja rusak yang tak bisa dipakai. Mereka itu seperti mobil yang nggak ada mesinnya. Lebih baik atheis dari pada ke gereja Minggu! Demi TUHAN itulah kebenaran.

Buat apa ke gereja kalau malah menambah dosa, menambah murka YAHWEH? Sebab ke gereja harusnya untuk mengurangi dosa, mengurangi murka YAHWEH.

Ibrani
4:11Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Berusahalah masuk ke Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Jangan lanjutkan ketidakbenaran gereja Minggu.

Ibrani
4:12Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

YAHWEH itu hidup. Karena itu YAHWEH tahu dengan munculnya gereja-gereja Minggu yang seperti jamur di musim hujan, yang dalam waktu singkat sudah terpecah menjadi 666 denominasi. Gereja-gereja ini telah membentuk pagar betis yang menghalang-halangi pertobatan orang pada kebenaran yang sejati. Setiap orang yang bertobat pasti akan terperangkap di salah satu gereja konyol itu. Orang akan memilih; gereja tangisankah, gereja tariankah, gereja hotelkah, gereja sewelewele-kah, gereja hingar-bingarkah, gereja militerkah, ada banyak pilihan.

Tidak ada komentar: