Kamis, 14 April 2016

MEMBACA KITAB IBRANI 7

Ibrani 6:9-20 berjudul: "Berpegang teguh pada pengharapan."

Sekalipun rasul Paulus mengatakan orang-orang Yahudi itu seperti anak kecil, namun rasul Paulus masih menaruh harapan bahwa mereka mempunyai sesuatu untuk keselamatan mereka. Maksudnya? Tentu saja pada akhirnya mereka menyadari kekeliruan mereka dan bertobat;

Ibrani 6:9    Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

Orang-orang Yahudi itu masih mempunyai kasih dan pelayanan untuk TUHAN. Mudah-mudahan kasih dan pelayanan mereka itu dipertimbangkan oleh YAHWEH;

Ibrani 6:10   Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

Tapi alangkah baiknya jika mereka itu sempurna supaya keselamatan yang dijanjikan TUHAN menjadi suatu kepastian, bukan mudah-mudahan selamat oleh sebab jiwa mereka yang cacat;

Ibrani 6:11    Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

Ikutilah orang-orang yang patut diteladani iman dan kesabarannya;

Ibrani 6:12    agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Sebab oleh karena kebenaran iman Abraham sehingga YAHWEH mengangkat sumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya;

Ibrani 6:13-14   Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."

Kita perlu mencontoh Abraham yang sanggup menggerakkan hati YAHWEH untuk memberkati seluruh isi rumah Abraham. Coba bayangkan, oleh sebab kebenaran satu orang saja, bermilyar-milyar orang Yahudi diberkati. Dan berkat orang-orang Yahudi itu saking limpahnya sehingga memberkati bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Kunci rahasia Abraham adalah sabar menanti atau kerendahan hatinya;

Ibrani 6:15  Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Gambaran sumpah di antara kita adalah untuk mengokohkan diri kita dan untuk mengakhiri segala perbantahan. Jika orang mengangkat sumpah: "Aku bersumpah", itu akan meyakinkan orang-orang dan menutup atau mengakhiri perbantahan. Padahal sumpah itu belum tentu benar namun khasiatnya sangat ampuh. Maka betapa dahsyatnya jika yang mengangkat sumpah itu YAHWEH yang sumpahNYA diikatkan kepada DiriNYA sendiri. - "AKU bersumpah demi DiriKU sendiri."

Ibrani 6:16-17   Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

Oleh dua kenyataan, yakni sumpah manusia dan sumpah YAHWEH yang memberikan kepastian bagi suatu janji, maka mengapakah kita sampai menyia-nyiakan dengan menjadi orang Kristen yang setengah-setengah? Harusnya oleh kepastian janji YAHWEH itu kita didorong untuk menjadi orang Kristen yang totalitas, yang sempurna, sebagaimana tuntutan YAHWEH: "Kasihilah ELOHIM-mu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."

Ibrani 6:18-19  supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Sebab YESHUA telah masuk ke dalam janji YAHWEH untuk keselamatan kita sebagai Perintis. YESHUA dengan beraninya melepaskan kedudukanNYA sebagai ANAK YAHWEH, turun menjadi ANAK MANUSIA, menanggung penderitaan dan kematian di atas salib, sebagai IMAM BESAR, yang mewakili kita di hadapan YAHWEH.

Filipi
2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Jika YESHUA yang ANAK YAHWEH saja berani melakukan kebenaran dengan resiko yang besar, harusnya kita jangan menyia-nyiakan pengharapan yang dijanjikan kepada kita;

Ibrani 6:20   di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Tidak ada komentar: