Sabtu, 02 April 2016

YAHWEH YANG DIHILANGKAN

Jika anda berpikir bahwa YAHWEH itu dihilangkan dari Alkitab LAI sebagai peristiwa yang baru terjadi di tahun-tahun 1900-an, saya akan tunjukkan kepada anda bahwa usaha-usaha menolak dan meniadakan YAHWEH itu merupakan usaha iblis dan kaki tangannya disepanjang zaman.

Kebencian dan penolakan orang terhadap YAHWEH itu dinyatakan melalui berbagai tingkatan ekspresi;

1. Ekspresi terang-terangan:

Ekspresi terang-terangan menolak dan membenci YAHWEH itu dinyatakan oleh orang-orang yang tak beragama, para penyembah berhala, agama Islam, Katolik, Kristen-kristen Minggu, Hindu, Buddha, Khong Hu Chu, dan lain-lainnya.

Orang-orang Islam, Katolik dan Kristen Minggu hanya mau pada "ALLAH", bukan pada YAHWEH. Itulah "ALLAH" bangsa Arab yang diusahakan menggantikan posisi YAHWEH, yang mulai muncul di tanah Arab sekitar tahun 500-an, dan mulai secara resmi dipergunakan untuk menggantikan YAHWEH, sekitar tahun 1900-an melalui Lembaga Alkitab Indonesia. Dan usaha itu berhasil menegakkan ALLAH dan menumbangkan YAHWEH. Bahkan ketika ada usaha yang menggugat kesalahan ini, maka sepasukan orang-orang Kristen bangkit berdiri menghalang-halanginya. Mereka meminta supaya masalah ini jangan diungkit-ungkit, nggak usah dipolemikkan, jangan membikin kebingungan umat, jangan menimbulkan perpecahan. Biarkanlah saja semua orang menyembah pada ALLAH bangsa Arab itu, menyembah pada YESUS KRISTUS yang rambutnya panjang, yang ibadahnya Minggu, yang berhari Natal 25 Desember itu. Jangan diotak-atik masalah itu! Jangan diungkapkan kebenarannya seperti apa.

2. Ekspresi abu-abu;

Ekspresi abu-abu adalah ekspresi yang tidak jelas posisinya di sebelah mana; kawan atau lawan? Inilah yang disebut sebagai serigala berbulu domba. Mengakunya Kristen tapi membenci kebenaran. Sebab Kristen itu harusnya mencintai kebenaran. Tapi manakala kepadanya dinyatakan bahwa ALLAH yang benar itu YAHWEH, bukan ALLAH, mereka gusar sekali! Mereka mau Kristennya tapi tak mau kebenarannya. Ketika dinyatakan yang benar itu YESHUA ha MASHIA, bukan YESUS KRISTUS, mereka marah sekali.

Sebab jika satu ROH, keduanya pasti langsung saling mengenal dan pasti melonjak-lonjak kegirangan menyambut penerangan, pencerahan dan pembenaran yang berlangsung. Sama seperti janin Yohanes Pembaptis dikandungan Elisabet melonjak-lonjak kegirangan ketika kedatangan janin TUHAN YESHUA ha MASHIA dikandungan Maria;

Lukas
1:41Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

Spontanitasnya adalah senang, bukan gusar! Kegusaran di berita pertama telah memberikan petunjuk siapa sesungguhnya jati diri orang itu, yaitu seorang Kristen yang kosong belum diisi dengan ROH KUDUS.

3. Ekspresi meredam;

Ekspresi meredam adalah ekspresi dari orang-orang yang mau menerima kebenaran tapi tak memiliki nyali untuk menunjukkannya. Kebenaran atau terang itu disimpannya untuk dirinya sendiri, bukan untuk dinyatakan kepada umum;

Mat. 5:15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Matius
10:32Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Itu adalah Kristen-kristen tiada gunanya, seperti garam yang telah menjadi tawar.

Tahu yang benar, harusnya bergegas memperbarui apa-apa yang salah, tapi karena ekspresinya meredam sehingga dia memilih pura-pura tak melihat dan pura-pura tak mendengar. Itulah posisi yang paling aman menurut pikirannya.

4. Ekspresi khianat;

Khianat adalah perbuatan yang dilakukan antar sesama teman sendiri. Itulah Yudas Iskariot yang mengkhianati YESHUA ha MASHIA. Yang memiliki bakat ini adalah orang-orang type ekspresi meredam. Punya kebenaran tapi berusaha menyembunyikannya. Dan karena tidak kuat menyembunyikan kebenaran itu terus-menerus, maka mencuatlah sifat khianatnya. Sebab kebenaran itu meronta-ronta terus menuntut untuk dinyatakan. Kebenaran tidak mau dibelenggu tapi akan menggeliat terus. Sama seperti api terang yang jika diletakkan dibawah kasur pasti akan membakar kasur itu, demikianlah kebenaran itu tak mau ditutup-tutupi. Karena tak tahan dengan geliat kebenaran, maka dipadamkanlah api kebenaran itu. Dari pada api itu membakar kasur, dipadamkannya. Tak peduli walau itu teman sendiri!


Matius 7:20Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Firman TUHAN itu bukanlah tontonan sehingga hanya ditonton doank, bukan musik sehingga hanya didengar doank, bukan bacaan sehingga dibaca-baca doank, tapi Firman hidup yang harus dihidupkan. Harus ada respon spontanitas sebagai tanda kontak yang baik. Jika mengirim SMS tidak segera sampai, pasti ada gangguan koneksinya.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi standart, untuk membuat peta, untuk penandaan-penandaan dan pengenalan akan lingkungan sekitar kita. "Siapa dia?" biarlah diketahui dari sini.

Tidak ada komentar: