Kamis, 12 Mei 2016

APA SAJAKAH YANG TELAH DIUBAH PENGETAHUAN?

Entah sejak kapan manusia mempunyai rasa takut mati. Tapi ilmu pengetahuan hingga kesombongannya di zaman ini masih belum sanggup merubah takdir mati. Bahkan di kota-kota besar pemerintah dipusingkan dengan lahan tanah kuburan yang mengartikan terjadinya peningkatan jumlah orang mati.

Entah sejak kapan manusia mempunyai rasa takut sakit. Tapi nyatanya kemajuan teknologi kedokteran selalu dibarengi dengan semakin banyaknya macam penyakit dan orang yang sakit. Jika pabrik-pabrik banyak yang bangkrut, justru saat ini bisnis rumahsakit yang laris manis.

Entah sejak kapan manusia mempunyai rasa takut terhadap bencana-bencana alam. Namun nyatanya semakin banyak dan semakin sering terjadi bencana-bencana alam.

Entah sejak kapan manusia membenci kejahatan. Namun seperangkat undang-undang, seperangkat lembaga penegakan hukum, hingga upaya-upaya memperberat hukuman, masih belum bisa menghentikan tindak kejahatan. Dan anehnya penjara sekarang ini kebanyakan diisi oleh orang-orang pintar, sarjana-sarjana, orang-orang kaya, pejabat-pejabat, orang-orang terkenal dan tokoh-tokoh masyarakat. Kelas bapak yang dipenjarakan. Bukankah harusnya yang nakal itu anak-anak? Jika yang nakal pucuk pimpinannya, maka seperti apakah bawah-bawahnya? Tidakkah itu pertanda suatu kejahatan yang sudah menyeluruh, meliputi seluruh atau semua manusia?!

Roma 3:10seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.

Entah sejak kapan manusia mengenal malu dengan alat kelaminnya sehingga disebut "kemaluan" dan disembunyikan dibalik celana. Mengapa teknologi modern ini masih belum bisa merubah "kemaluan" menjadi "kebanggaan" seperti orang membanggakan wajahnya yang cantik. Kemajuan zaman hanya berhasil membuat orang "tidak tahu malu", bukan merubah "kemaluan" menjadi "kebanggaan."

Entah sejak kapan manusia mengenal rasa hina dilahirkan dari vagina perempuan. Namun nyatanya teknologi masih belum sanggup memindahkan jalur kelahiran ke tempat yang lain, misalnya dilahirkan melalui mulut. Sekalipun ada teknologi operasi caesar, namun itu tetap bukanlah merupakan pilihan yang terbaik. Operasi caesar masih termasuk konsep "pengobatan" yakni untuk mengatasi keadaan pasien yang tidak normal, bukan untuk acara pemindahan kelahiran. Karena itu kita masih tetap menyandang "kehinaan" kelahiran ini.

Entah sejak kapan manusia mengenal rasa jijik terhadap "toilet." Tapi nyatanya setiap rumah masih membutuhkan toilet, setiap orang masih harus kencing dan BAB. Teknologi baru mencapai pembuatan parfum toilet.

Dulu tanpa mobil orang berjalan kaki atau naik kuda, nyatanya manusia bisa melalui hidupnya sepanjang 5.000 tahun tanpa kecelakaan kaki atau tabrakan kuda. Tanpa televisi, tanpa kulkas, tanpa kipas angin, tanpa AC, tanpa HP, tanpa internet, maupun yang lainnya. Apa masalah mereka dan apa kekurangan mereka? Lambat? Tidak bisa cepat? Buat apa cepat jika resikonya celaka?! Buat apa anda mempunyai mobil Lamborghini jika tak mempunyai nyawa lagi?

Saya tak mempunyai apa-apa, tapi saya masih hidup hingga 54 tahun sekarang ini. Tapi ada berapa ribu orang usia 25 tahun yang mati karena kecelakaan atau penyakit? Tidakkah saya masih beruntung sekalipun tak mempunyai apa-apa? Gila! Selama 54 tahun hidup hanya bisa menyimpan uang Rp. 25.000,- malam ini. Bandingkan dengan anda; umur berapa dan berapa total harta anda. Pasti anda lebih kaya dari saya, bukan?! Tapi, yakinlah bahwa saya lebih enjoy dari pada anda.

Dulu negara kita dijajah oleh bangsa Belanda sehingga hidup kita susah dan merana. Kini selama 71 tahun kita hidup dipimpin oleh bangsa sendiri. Apakah kita sudah bebas dari susah dan merana, jika setiap hari ada demo masyarakat yang tidak puas?! Dulu harga beras hanya Rp. 250,- sekilo, gaji Rp. 15.000,- bisa untuk hidup sebulan. Kini, semakin maju mengapa malah semakin mahal? Harusnya semakin murah, sebab arti teknologi itu adalah mempermudah, mempercepat, dan mempermurah.

Lihat pada kekuatan dolar Amerika; untuk UMR Rp. 3.000.000,- kita harus mengeluarkan uang sebanyak 3 juta. Tapi orang Amerika cukup mengeluarkan 230 saja. Itu namanya kemajuan. Semakin hari hidup itu harus semakin enteng, bukannya semakin berat. Di Amerika Serikat, harga rumah termurah sekitar 200.000 dolar. Buruh kita yang bergaji 3 juta bisa membeli 15 rumah setiap bulan di Amerika.

Sorry, ini bukan perhitungan kenyataan, tapi konsep seharusnya itu seperti itu. Sebab kalau hidup semakin hari semakin mahal dan semakin berat, lalu apa gunanya semua mesin-mesin industri itu?! Contohnya di dunia percetakan. Jika secara manual kemampuan maksimalnya 2.000 lembar sehari, tapi mesin bisa mencetak 10.000 lembar perjam. Bukankah keberadaan mesin itu mempermurah biaya produksi?! Di bidang pertanian, apa gunanya pabrik-pabrik pupuk kimia diberdirikan jika semakin memperberat biaya produksi?!

Bukankah cita-cita kita semua adalah mencapai kemakmuran? Kapan makmurnya jika semakin hari semakin menjauhi "kota" kemakmuran itu? Di mana kemajuannya? Di mana pencapaiannya? Di mana letak kesaktian ilmu pengetahuan dan teknologinya? Nyatanya makin memberati hidup kita! Itu namanya kebohongan!

Itu dari segi ekonominya, kedapatan bahwa teknologi semakin membebani kehidupan kita. Zaman ini kita harus beli mixer, blender, mesin cuci, kulkas, televisi, AC, sepedamotor, HP, komputer, dan lain-lainnya. Yamaha bisa bikin sepedamotor tapi kita harus membelinya dan dia harus untung, maka apa hebatnya itu bagi saya? Bandingkan dengan YAHWEH yang memberi kita hidup, udara, air, alam semesta, panas, hujan, bahkan hingga keselamatanpun secara gratisan. Pendek kata apa saja yang YAHWEH punya, diberikan ke kita secara cuma-cuma.

Teknologi hebat bagi orang yang punya duit, tidak bagi semua orang. Tapi TUHAN hebat "untuk" semua orang. Artinya "untuk" adalah dapat atau bisa atau boleh dinikmati oleh semua orang tanpa memandang bulu. TUHAN tidak memandang bulu. Orang kayapun dikasih gratisan.

Dulu harta kekayaan kita dijarah oleh penjajah Belanda. Tapi kini dihabisi oleh koruptor bangsa sendiri. Dulu nenek-nenek kita diperkosa oleh penjajah Belanda. Tapi kini cucu-cucunya diperkosa oleh bangsanya sendiri. Maka apa hebatnya kemerdekaan ini? Apa hebatnya kemajuan ini? Apa hebatnya gedung-gedung pencakar langit itu? Apa hebatnya ribuan pesawat terbang di langit? Apa hebatnya HP, laptop, komputer, dan lain-lainnya?

Apakah kita didamaikan? Apakah kita dimakmurkan? Apakah kita dibahagiakan? Apakah kita dibuat lebih baik? Apakah kita dibuat lebih bijaksana? Apakah kita dibuat lebih adil? Apakah kita dibuat lebih bermoral? Apakah kita diselamatkan?

Masihkah kita memuja-muja ilmu pengetahuan manusia?

1Korintus 13:8Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

YAHWEH tak membutuhkan semua teknologi buatan manusia. Ribuan tahun sebelum pesawat terbang ada, Henokh, Musa, Elia dan YESHUA ha MASHIA, serta para malaikat sudah bisa terbang tanpa alat apapun. YAHWEH punya salju untuk pengganti kulkas, punya angin untuk pengganti AC, punya kuasa menyembuhkan untuk pengganti kedokteran, punya doa untuk pengganti telepon, punya kuda untuk pengganti mobil, dan lain-lainnya. YAHWEH tak membutuhkan apa-apa dari manusia, tapi para ilmuwan itulah yang membutuhkan harta benda milik YAHWEH, seperti minyak, air, udara, panas, hujan, besi, timah, karet, kayu, plastik, kaca, tanah, laut, gunung, dan hukum-hukum alam yang YAHWEH ciptakan.

Karena itu apa yang hendak dibandingkan antara Alkitab dengan ilmu pengetahuan? Lebih baik mempercayai Alkitab dari pada mempercayai ilmu pengetahuan. Semenarik apapun, sebagus apapun, seindah apapun, dan selogis apapun ilmu pengetahuan lebih baik kita abaikan ilmu pengetahuan. Contohnya; menurut Alkitab setahun 360 hari, sedangkan menurut pengetahuan 364,25 hari, maka lebih baik kita berdiri di atas Alkitab. Menurut Alkitab umur dunia 6.000 tahun, sedangkan menurut pengetahuan milyaran tahun, lebih baik kita berdiri di atas Alkitab. Sebab Alkitab menggunakan kuasa, dan kuasa itu bisa membatalkan kebenaran yang macam apapun.

Kebenaran anda tak ada gunanya jika dihadapan hakim yang korup. Sebab sekalipun korup, hakim itu memiliki kuasa untuk memutarbalikkan keadaan. Orang benar dipenjarakan, orang salah dibebaskan. Itu namanya kuasa! Itulah sebabnya TUHAN kita sebut Mahakuasa.

Yesaya
29:9Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!
29:10Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya.

Tidak minum anggur tapi mabuk, tidak ngantuk tapi tertidur, melek tapi dipejamkan, itu namanya sihir. Sihir itu artinya kuasa! Mau apa kamu dengan segala kepintaran kamu? Kamu yang pinter dimasukkan neraka, sementara para nelayan yang bodoh dimasukkan sorga, masihkah kamu memilih kepintaran? Saya memilih lebih baik taat dan menuruti segala perintah TUHAN. Disuruh menyucikan hari Sabat, ya saya sucikan. Tak ada gunanya segala keindahan dan kemegahan ibadah di hari Minggu, jika itu bukan perintah TUHAN. Tak ada gunanya segala kemewahan Natal, jika itu bukan perintah TUHAN. Biarlah saya jalani hidup ini sebagai orang yang bodoh;

1Kor. 2:14Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Biarlah saya ini seperti lembu dari pada seperti Israel yang pintar;

Yesaya
1:3Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

Jadi, ilmu pengetahuan nyatanya hanya bisa merubah benda mati, tapi tak bisa merubah moral manusia. Manusia bisa hidup tanpa benda mati, tapi akan mati jika tanpa moral. Saya bisa hidup tanpa HP. Tapi kalau saya tidak bermoral, saya bisa membunuh anda. Kita bisa saling membunuh jika tak ada moral.

Tidak ada komentar: