Sabtu, 14 Mei 2016

BELUM HUJAN ADA TUMBUH-TUMBUHAN

Hari ke-3 YAHWEH menciptakan tumbuh-tumbuhan, padahal Kejadian pasal 2 menerangkan masih belum ada tumbuhan apapun karena belum diturunkan hujan. Kontradiksikah?

Kejadian
1:11Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
1:12Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Bandingkan dengan;

Kejadian
2:5belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--

1. Tanaman itu membutuhkan tanah yang basah atau tanah yang subur, bukan membutuhkan hujan. Hujan diperlukan karena musim kemarau tanah-tanah menjadi kering. Jadi, hujan itu perlunya adalah untuk membasahi tanah. Kejadian 2 menerangkan bahwa sekalipun belum turun hujan, namun ada kabut yang membasahi seluruh permukaan bumi.

Kejadian 2:6 menunjukkan kecerdasan Alkitab, bukan?!

2. Pada pasal penciptaannya, Kejadian 1, yang dituntut YAHWEH adalah munculnya tunas-tunas muda. Tunas adalah biji yang baru bertumbuh, calon pepohonan. Contohnya adalah taoge atau toge yang biasa kita makan. Toge itu adalah tunas dari biji kacang hijau, bakal tanaman kacang hijau.

Untuk membuat toge nggak perlu hujan. Siapkan saja kapas, basahi dengan air lalu letakkan biji kacang hijau di kapas itu, maka beberapa hari kemudian pasti menjadi toge.

Dengan demikian gelar cendekiawan Muslim untuk Ahmed Deedat harus diserahkan ke saya. Sebab nyata sekali beliau itu hanyalah tong kosong yang nyaring bunyinya.

Syekh Ahmed Hussein Deedat (lahir 1 Juli 1918 – meninggal 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun) atau 'Ahmed Deedat' atau 'Ahmad Deedat' adalah seorang cendikiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama. Ia juga merupakan seorang pengarang, dosen, dan juga orator. Ia dikenal sebagai salah satu pembicara handal dalam debat public tentang masalah keagamaan. Pada 1957, Deedat bersama dua orang temannya, mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi presiden hingga 1996. Deedat wafat pada 2005 akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996.

Ahmed Hussein Deedat lahir di daerah Surat, India, pada tahun 1918. Ia tidak dapat hidup bersama ayahnya sampai tahun 1926. Ayahnya adalah seorang penjahit yang karena profesinya hijrah berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Ahmed Deedat.

Sheijdeedat.jpg





Tidak ada komentar: