Minggu, 22 Mei 2016

BUAT PARA PENULIS CERITA FILM

Buat para penulis cerita, baik novel atau cerita film maupun sinetron, berhati-hatilah untuk tidak membuat cerita fiktif. Sebab anda menciptakan tokoh-tokoh imajinasi yang namanya tidak terdaftar baik di bumi maupun di sorga. Jokowi tak merasa mempunyai warga bernama itu, TUHAN  tak merasa pernah menciptakan orang itu, begitu pula kaum ibu tak ada yang merasa pernah melahirkan orang tersebut. Misalkan saja nama toko fiktif tersebut: Siti Maryam. Anda bikin cerita perempuan itu sudah jatuh dihimpit tangga. Seorang perempuan yang bernasib buruk yang diberondong oleh masalah demi masalah. Maka para pembaca atau para penonton dibuat berderai air mata, merasa kasihan banget dengan nasib perempuan itu. Tidakkah itu sebuah hujatan bagi TUHAN, seolah-olah TUHAN itu kejam sekali membiarkan Siti Maryam itu menderita sekali? Padahal TUHAN tak pernah tahu siapa Siti Maryam itu, juga tak merasa pernah memperlakukannya sedemikian rupa.

Anda mendapatkan upah dari menulis cerita tersebut sekaligus popularitas, tapi menjatuhkan nama TUHAN. Berhati-hatilah untuk tidak berlaku sembarangan terhadap nama TUHAN yang Mahamulia itu. Dan kepada para pembaca maupun penonton, khususnya orang-orang Kristen, sebaiknya jangan membaca atau menonton cerita-cerita fiktif. Jangan mengotori pikiran anda dengan cerita-cerita dongeng.

Tidak ada komentar: