Minggu, 01 Mei 2016

DUA JALUR HAMBA TUHAN

Ada 2 jalur yang disebut sebagai "hamba TUHAN" yaitu tentang orang-orang yang membaktikan dirinya untuk melayani TUHAN:

Jalur ke-1: buatan TUHAN.

Dimulai dari TUHAN YESUS menunjuk Petrus sebagai kepala jemaat atau kepala para rasul;


Mat. 16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Berikutnya terjadi perputaran: guru-murid-guru-murid-guru-murid ................... yang semula murid menjadi guru ......... berlaku secara turun-temurun sebagaimana keimamatan Lewi. Kalau Lewi: bapak-anak-bapak-anak-bapak-anak.............. berdasarkan keturunan. Kalau Kristen: guru-murid-guru-murid-guru-murid ................. berdasarkan "sudut waktu":

Ibr. 5:12Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

SK - Surat Keputusannya sebagai guru didasarkan pada penumpangan tangan atau Firman TUHAN sendiri, bukan ijasah dan bukan pula SK dari organisasi gereja.

2Tim. 1:6Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Roma
10:13Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
10:14Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
10:15Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Nah, ini surat pengutusannya;

Matius
28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Seorang penginjil yang berasal dari TUHAN, bukan dari lembaga buatan manusia akan menunjukkan ayat itu sebagai bukti pengutusannya. Sehingga jika ditanya: "Siapakah kamu?" Saya menjawab: "Saya penginjil." Sedangkan kalau ditanya lagi: "Siapa yang mengangkat kamu sebagai penginjil?" Saya bisa menjawab: "TUHAN sendiri" lalu saya tunjukkan ayat tersebut.

Berbeda dengan seorang pendeta. Jika dia ditanya: "Siapakah kamu?" Pendeta itu pasti akan menjawab: "Saya pendeta dari gereja ..........." Sedangkan kalau ditanya: "Siapa yang mengangkat kamu menjadi pendeta?" Maka pendeta itu pasti akan menunjukkan surat tugasnya dari organisasinya.

Jadi, inilah tanda-tanda dari seorang yang diurapi oleh TUHAN sendiri:

1. Menjadi penginjil bukan atas keinginannya sendiri, bukan atas bakat atau kesenangan atau cita-cita, tapi atas panggilan TUHAN.

2. Umumnya nabi atau rasul TUHAN itu bukan orang-orang yang berpendidikan tinggi. TUHAN lebih suka memakai orang-orang biasa, yang bodoh, supaya nyata hikmatnya berasal dari TUHAN, bukan karena dia pandai. Modal dengkul, TUHAN yang memperlengkapi segalanya.

3. Diajar oleh TUHAN sendiri, bukan secara setahap demi setahap tapi secara sekaligus pada saat dibutuhkan. Apa butuhnya, itulah yang TUHAN berikan; ilmu instan - seketika - dadakan.

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Matius
10:19Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

4. Tidak mengeluarkan biaya sekolah. Menerima hikmat secara gratis.

5. Tidak mempunyai atasan. Atasannya ALLAH sendiri, bukan kalangan manusia;

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Imamat = kepemimpinan, Rajani = bersifat raja. Seorang hamba TUHAN tidak boleh tunduk pada siapapun. Alkitab dan hanya Alkitab saja prinsipnya. Harus memimpin, bukan mengekor.

6. Tidak menerima bayaran. ALLAH yang suruh ALLAH yang mencukupi segala sesuatunya.

7. Tidak mendaftarkan ajarannya ke lembaga pemerintahan - kementerian agama. Sebab ajaran TUHAN tidak mungkin untuk dimintakan ijin ke kalangan manusia.



Jalur ke-2: buatan manusia.

Gereja-gereja mendirikan sekolah theologia untuk mencetak pendeta-pendeta. Berbeda denominasinya jelas berbeda pula ajaran atau pahamnya. Karena itu tidak semua pendeta itu sama. Kalau gereja "A" menyatakan dirinya sebagai gereja yang benar, maka dia harus menyatakan pendeta-pendeta yang lainnya sebagai nabi palsu. Mau tak mau harus begitu, bukan?!

Jadi, tanda-tanda dari seorang pendeta lulusan sekolahan theologia adalah:

1. Menjadi pendeta berdasarkan angan-angan, harapan-harapan, impian-impian, bakat, kesenangan, atau cita-citanya sendiri.

2. Ketinggian ilmunya didasarkan pada gelarnya: S1, S2, S3........

3. Ilmunya didapatkan dalam kurun waktu tertentu - bertahun-tahun.

4. Harus mengeluarkan biaya sekolah. Urusannya sudah urusan duit. Dosennya butuh duit, mahasiswanya harus berduit. Miskin atau tak punya duit jangan harap bisa menjadi "hamba TUHAN."

5. Antara pendeta dengan pendeta ada jenjang jabatannya. Ada yang menjadi atasan ada yang menjadi bawahan. Gawatnya adalah kalau kebetulan sang atasannya mabuk sehingga membuat suatu keputusan ajaran yang salah, misalnya: 1 + 1 = 1, maka bawahannya hanya bisa berkata: "Ya, sudahlah, kita nggak usah protes. Apapun kebijaksanaan pimpinan kita laksanakan saja."

Ada pemeliharaan kesalahan.

6. Menerima bayaran. Karena diikat dengan bayaran sehingga tak berani berbuat macam-macam.

7. Segala kegiatannya harus formal, mendapatkan restu pemerintah. Otoritas TUHAN sebagai Yang Mahakuasa seperti macan yang dicabuti giginya. Pemerintah harus lebih dia taati dari pada TUHAN.

Tidak ada komentar: