Jumat, 13 Mei 2016

EZRA 2:5 VS NEHEMIA 7:10

Dengan Areea BOola

I. EZRA 2:5 VS NEHEMIA 7:10
Dalam Ezra, jumlah anak Arah TERTULIS: “775 orang“, TETAPI dalam Nehemia: “652 orang“.


Ezra

2:1Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2:2Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
2:3bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
2:4bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
2:5bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;

Jumlah bani Arah = 775 orang.

Nehemia
7:5Maka Allahku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka, para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang. Dalam daftar itu kudapati tertulis:
7:6Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
7:7Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
7:8bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
7:9bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
7:10bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang;

Menurut Nehemia bani Arah = 652 orang.

Lihat Ezra 2:1: "yang berangkat pulang dari pembuangan." Itu artinya Ezra menghitungnya ketika masih di Babel. Sedangkan Nehemia kita mendapatkan keterangannya dari ayat 1: "Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu."

Tidak ada penjelasan berapa lama selang antara pencatatan Ezra dengan Nehemia. Karena itu penyusutan 123 orang itu mungkin karena mati di perjalanan. Atau:

Nehemia
11:1Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain.
11:2Orang-orang memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem.
Para pemimpin membuat ketetapan dari antara 10 orang harus ada seorang yang mau tinggal di kota Yerusalem, sedangkan sisanya menyebar di kota-kota yang lainnya. Dan orang yang bersedia tinggal di Yerusalem disebut terpuji.

Kita melihat baik Ezra maupun Nehemia masing-masing mempunyai alasannya sendiri, sehingga terjadinya perbedaan masih logis.


II. 2RAJA-RAJA 8:26 VS 2 TAWARIKH 22:2.
Dalam 2 Raja-raja, umur Ahazia ketika naik raja TERTULIS: “22 tahun“, TETAPI dalam 2 Tawarikh: “42 tahun“.

UMUR ANAK LEBIH TUA 2 TAHUN DARI AYAHNYA?
>> 2Tawarikh 21:5 Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan
tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
>> 2Tawarikh 22:1 Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi
raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah
dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama
orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda,
menjadi raja.
22:2 Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan
setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu
Omri.
Yoram menjadi raja pada umur 32 tahun, dan lamanya memerintah 8 tahun, maka umur Yoram ketika turun takhta adalah 40 tahun. Ketika Yoram turun, digantikan anaknya: Ahazia yang sudah berumur 42 tahun. Masak anak bisa lebih tua 2 tahun dari bapaknya?
Ada informasi yang perlu mendapatkan kajian kita; menurut 2 Raja-raja 8:26, umur Ahazia ketika menjadi raja 22 tahun, sementara 2Tawarikh 22:2 menuliskan umur 42 tahun, sehingga ada selisih 20 tahun yang misterius.
>> 2Raja-raja 8:26 Ia berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun
lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri
raja Israel.
Setelah kematian Ahazia, ibunya: Atalya, mengangkat dirinya sendiri menjadi ratu. Atalya mengambil langkah membunuhi cucu-cucunya sendiri, yakni anak-anak Ahazia, supaya tidak ada anak Ahazia yang menjadi raja, sehingga dia bisa menjadi ratu selamanya. Tapi ada seorang anak Ahazia yang berhasil diselamatkan dari pembunuhan Atalya itu, yaitu Yoas bin Ahazia.
>> 2Raja-raja 11:2 Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia,
mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja
yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke
dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya,
sehingga dia tidak dibunuh.
>> 2Tawarikh 22:11 Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik
dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu,
memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur.
Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia
adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya,
sehingga ia tidak dibunuh Atalya.
>> 2Raja-raja 11:3 Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu
dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.
>> 2Tawarikh 22:12 Maka tinggallah Yoas enam tahun lamanya bersama-sama mereka dengan
bersembunyi di rumah Allah, sementara Atalya memerintah negeri.
Atalya menjadi ratu selama 6 tahun sebelum dibunuh oleh imam Yoyada yang melindungi anak Ahazia, Yoas bin Ahazia. Pada tahun yang ke-7, Atalya dibunuh oleh imam Yoyada. Karena di Israel tidak lazim system keratuan, mungkin pemerintahan ratu Atalya dimasukkan sebagai pemerintahan Ahazia, sehingga ada 13 tahun yang masih misteri.
>> 2Tawarikh 23:1 Tetapi dalam tahun ketujuh Yoyada memberanikan diri dan ia mengadakan
persepakatan dengan para kepala pasukan seratus, yakni: Azarya bin
Yeroham, Ismael bin Yohanan, Azarya bin Obed. Maaseya bin Adaya, dan
Elisafat bin Zikhri.
23:2 Mereka mengelilingi Yehuda dan mengumpulkan orang-orang Lewi dari
semua kota di Yehuda serta kepala-kepala puak orang Israel, dan mereka
semua datang ke Yerusalem.
23:3 Lalu seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Allah. Kata
Yoyada kepada mereka: "Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti
yang telah difirmankan TUHAN tentang anak-anak Daud!
>> 2Raja-raja 11:21 Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja.
>> 2Raja-raja 12:2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama
imam Yoyada mengajar dia.
Pada waktu ratu Atalya mati, umur Yoas baru 7 tahun dan masih dibawah pengawasan imam Yoyada, sekalipun pada umur itu sudah diangkat sebagai raja. Mungkin penulis kitab Tawarikh masih memasukkan pemerintahan Yoas selama dia belum dewasa sebagai pemerintahannya Ahazia, ayahnya, sehingga 13 tahun yang tersisa menunjuk pada umur Yoas 20 tahun, sebagai raja yang mandiri, yang tidak dalam bayang-bayang pengaruh imam Yoyada. Karena itu Tawarikh menuliskan umur Ahazia 42 tahun ketika ia menjadi raja dengan berusaha menyembunyikan pemerintahan ratu Atalya selama 7 tahun dan Yoas selama 13 tahun.
>> 2Raja-raja 12:1 Dalam tahun ketujuh zaman Yehu, Yoas menjadi raja dan empat puluh tahun
lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya, dari
Bersyeba.
>> 2Tawarikh 24:1 Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja, dan empat puluh
tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya, dari
Bersyeba.
Yoas memerintah selama 40 tahun. Entah perhitungannya dari ketika masih kecil atau ketika sudah dewasa. Jika perhitungannya dimulai umur 7 tahun, maka umurnya ketika mati adalah 47 tahun. Tapi jika perhitungannya dimulai dia usia 20 tahun, maka umurnya ketika mati adalah 60 tahun. Klop, ‘kan?!
Jadi, permasalahannya ada pada kebingungan penulis; apakah ratu Atalya dituliskan sebagai ratu
atau tidak, dan apakah Yoas yang masih anak-anak itu dituliskan sebagai raja atau tidak. Jika Atalya dan Yoas kecil tidak layak dicatatkan sebagai raja sendiri-sendiri, maka yang paling masuk akal adalah dimasukkan sebagai pemerintahannya Ahazia.

Tidak ada komentar: