Rabu, 25 Mei 2016

ISLAM DALAM NUBUATAN





1.            Apa yang terjadi ketika sangkakala kelima ditiup ?

“Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah BINTANG yang
jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci LOBANG JURANG MA
UT.” – Wahyu 9:1.

Orang-orang Muslimin percaya pada para Nabi Israel [The family of Imran] dan pada YESUS sebagai nabi ALLAH yang terbesar dan terakhir sebelum datangnya Muhammad utusan itu. Pertengkaran orang-orang Islam bukan dengan nabi YESUS tetapi dengan agama Kristen, agama resmi di Rum [Roma], yaitu Byzantine atau Kerajaan Roma Timur. Agama ini telah menjadi jahat dengan kekafiran Yunani yang berpaham banyak ilah [Politeisme] dan pe nyembah berhala. Islam menghadapi agama Kristen yang setengah kafir ini dengan mempro klamasikan hanya SATU ALLAH yang benar, sebagaimana yang dinyatakan kepada Abra ham. Antara orang-orang Kristen yang setengah kafir dengan orang-orang Hindu yang politeis, proklamasi Muhammad tentang monoteism, bercahaya sebagai suatu terang yang me nantang umat manusia supaya mencari ALLAH yang benar. 

Bangkitnya kekuatan Arab dibawah pimpinan Muhammad merupakan bintang yang dikirim dari sorga, kepada siapa kunci diberikan. Istilah yang diterjemahkan ‘lobang jurang maut’ adalah ‘abyssos’ dalam bahasa Yunani berarti  suatu tempat yang tandus. Itu digunakan un tuk melukiskan bumi dalam keadaan tidak karuan sebelum dibentuk TUHAN pada waktu pen ciptaan [Kejadian 1:2] dan selanjutnya melukiskan bumi hancur luluh setelah kebinasaan pa da hari kiamat. Tanah Arab di sini disebut Abyssos oleh sebab padang-padang pasirnya dan tempat-tempatnya yang tandus.

2.            Bagaimana nubuatan menggambarkan pasukan Arab ?

“Maka dibukakanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagai kan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Dan da ri asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kua sa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.” – Wahyu 9:2-3.

Tetangga-tetangga negeri Arab sudah biasa dengan pemandangan awan besar belalang-bela lang yang muncul di langit sebagai asap yang tebal. Dari tanah di padang pasir tempat mere ka berbiak, belalang-belalang itu bergerak maju sebagai tentara yang tidak terkalahkan. Ti dak ada kekuatan yang dapat menghalangi atau membinasakan mereka. Inilah pemunculan Islam ketika ia bangkit di tanah Arab. Sama seperti gerombolan belalang-belalang yang bia sa menutupi langit hingga menghalangi matahari, begitulah tentara Arab maju melintasi be nua-benua sambil mengalahkan bangsa-bangsa. Sementara muncul seperti belalangbelalang yang menyerbu, namun pasukan-pasukan itu tidak mempunyai kekuatan sebagai belalang yang membinasakan, tetapi tampaknya mempunyai kekuatan kalajengking untuk menyengat.

3.            Apakah perintah nubuatan kepada kekuatan Muslimin ?

“Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memaka i meterai ALLAH di dahinya.” – Wahyu 9:4.

Ketika suku-suku Arab berhimpun untuk menaklukkan Syria, pada tahun 632 TM, Abu Bakar, yang mengganti tampuk pimpinan setelah kematian Muhammad, memberikan perintah, seba gai berikut: “Apabila kamu bertempur dalam peperangan TUHAN, jalankan tugasmu sendiri sebagaimana orang-orang yang perkasa, tanpa membalikkan punggungmu; tetapi janganlah kemenanganmu dinodai oleh darah kaum wanita dan anak-anak. Janganlah membinasakan pohon-pohon palem, atau membakar ladang-ladang jagung. Janganlah menebang pohon bu ah-buahan, atau melakukan tindakan yang mencelakakan binatang ternak, hanyalah yang ka mu akan makan yang boleh dibunuh. Bilamana kamu membuat suatu perjanjian atau pembicaraan, peganglah hal itu dengan sebaik-baiknya, dan tetaplah berlaku sesuai dengan perkataanmu. Apabila kamu bergerak maju, kamu akan menemukan orang-orang yang beragama yang tinggal dengan tenang di dalam biara-biara, dan anjurkanlah kepada mereka supaya menyembah ALLAH seperti itu; biarkanlah mereka sendiri, dan janganlah membunuh mereka atau menghancurkan biara mereka; dan kamu akan menemukan semacam orang lain, yang tinggal di rumah sembahyang setan, yang telah mencukur gundul kepalanya; hendaklah eng kau dengan pasti memecahkan tengkorak mereka, dan janganlah memberi ampun kepada me reka sebelum mereka mengaku mengikut Muhammad atau membayar pajak.” – E. Gibbon,
“THE HISTORY OF THE DECLINE AND FALL OF THE ROMAN EMPIRE.”, pasal 51, alinea 10.
Pasukan Arab tidak maju sebagai pembinasa. Warna hijau adalah lambang kehidupan dan pemeliharaan ALLAH untuk ciptaanNYA. Pasukan-pasukan Muslimin membiarkan hidup pa ra penduduk setempat dan ladang-ladang mereka, mereka membawa keamanan di daerah itu dan mengakhiri penganiayaan  terhadap orang-orang Kristen oleh Roma dan Byzantium di mana saja mereka menegakkan kekuasaan. Ini adalah sesuai dengan nubuatan berabad-abad sebelumnya. Namun, ramalan itu melukiskan lebih dari pada kebijaksanaan para penakluk yang mendapat terang. Hal itu menunjukkan bahwa ALLAH memilih Islam sebagai bahaya bagi mereka yang menolak meterai ALLAH di dahi mereka [yaitu Hari Sabat]. Pada abad
Pertama Islam, orang-orang Kristen Coptic, Nestoria dan Armenia memelihara Hari Sabat bertentangan dengan orang-orang Kristen di Roma, Constantinopel, dan kota-kota yang me reka perintah.  Orang Kristen yang menghormati hari yang ketujuh menyambut para penak luk sebagai pembebas, tetapi sebaliknya Rum melawan mereka sebagai musuh dan menderita kekalahan. Kekuatan Islam bukan untuk melawan mereka yang memelihara hari Sabat ketu juh, melainkan mereka yang menolak hari Sabat ALLAH dan menyucikan hari kekafiran mata hari, hari Minggu.

4.            Apa ciri-ciri pasukan Arab ?

“Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama se perti muka manusia. Dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sa ma seperti gigi singa. Dan dada mereka seperti baju zirah dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.” – Wahyu 9:7-9.

-              Muka seperti muka manusia: mereka memelihara janggut.
-              Seperti rambut perempuan: rambut mereka panjang.
-              Mahkota seperti emas: mereka memakai penutup kepala atau turban yang bercahaya-cahaya.
-              Seperti gigi singa: orang-orang yang pemberani.
-              Kuda yang disiapkan untuk peperangan: Kuda Arab masih tetap merupakan ukuran mutu di kalangan ahli menunggang kuda, sedangkan ketrampilan menunggang kuda adalah suatu kesenian orang Arab.

5.            Kuasa apakah yang diberikan ALLAH kepada bangsa Arab ?

“Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka
itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.” – Wahyu 9:10.

Mereka mempunyai kuasa menyakiti. Ini berbeda dengan kuasa untuk membunuh. Kemurah an ALLAH di sini menjadi bukti. Bahkan sampai kepada mereka yang menjadi musuhNYA, IA memberi kesempatan untuk bertobat. Sama seperti sengatan kalajengking, menyebarnya aga ma Islam menyakiti agama Kristen. Hanya sedikit saja yang mengetahui penghukuman ALLAH atas kemurtadan mereka dan bertobat.
Lima bulan dihitung menurut prinsip nubuatan adalah 150 tahun.

Permulaan Muhammad mengajar kepada umum adalah tahun 612 TM, sampai pada pembangunan kota Bagdad oleh Al Mansur pada tahun 762 TM adalah 150 tahun.

6.            Nama apakah yang diramalkan akan diberikan kepada pemimpin Islam ?

“Dan raja yang memerintah mereka ialah MALAIKAT JURANG MAUT; namanya dalam ba hasa Ibrani ialah ABADON dan dalam bahasa Yunani ialah APOLION.” – Wahyu 9:11.

Di sini kita dapati 3 nama yang diberikan kepada pemimpin Islam; masing-masing oleh seke lompok orang yang berbeda-beda. Yang pertama ialah MALAIKAT JURANG MAUT. Kita sudah mengetahui bahwa Abyssos menggambarkan Arab, tempat kelahiran Islam. Kata bahasa Yunani yang lain untuk nama ini ialah AGGELOS yang artinya adalah UTUSAN. Atau UTUS AN DARI ARAB. Namun nama ini tidak diterima oleh orang-orang Yahudi atau Yunani. Ma sing-masing mereka mempunyai nama bagi dia dalam bahasa mereka sendiri yang berarti ‘PEMBINASA.’

7.            Apakah yang diperintahkan supaya dilakukan oleh malaikat yang keenam ? 

“Celaka pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan ALLAH. Dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu.” – Wahyu 9:12-14.

Panggilan terhadap malaikat yang keenam menjadi suatu pokok penyelidikan yang menda lam selama tahun 1830 – 1844 TM. Sesuai dengan nubuatan, bilamana sangkakala yang kee nam dibunyikan, empat malaikat akan dilepaskan dari sungai Efrat. Sudah diketahui dengan sebaik-baiknya bahwa sungai ini muncul dari Asia Kecil di daerah yang kemudian dikuasai oleh bangsa Turki.

8.            Bagaimana nubuatan melukiskan pasukan Turki ?

“Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warna nya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.” – Wahyu 9:17.

Dapatkah bahasa melukiskan dengan lebih tepat pasukan berkuda bangsa Turki ketika mereka mengendarai kuda menuju ke medan pertempuran dengan memakai seragam merah dan biru serta kuning ? Merah api dan biru dan kuning belerang ? 

Adalah anak buah Ottoman yang memulai senjata api dalam peperangan. Pasukan berkuda ini menembakkan senapan mereka dari pinggul mereka ketika mereka sedang mengendarai kuda, dan bagi nabi [Yohanes] itu tampaknya seakan-akan asap keluar dari mulut kuda. Cerita-cerita tentang kemenangan orang-orang Turki memenuhi banyak buku yang diterbit kan. Pada puncak kekuasaannya mereka mengancam untuk menaklukkan seluruh Eropa.

9.            Berapa lamakah waktu yang ditetapkan sebagai zaman kekuasaan Ottoman dan apakah ting
      kat kekuasaan ini ?  

      “Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi JAM dan HARI, BULAN
      dan TAHUN untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.” – Wahyu 9:15.

      Ottoman bangsa Turki yang muncul di atas pemandangan sejarah di tanah mereka di sumber air sungai Efrat diberi kuasa selama 1 Jam, 1 Hari, 1 Bulan dan 1 Tahun. Berbeda dengan apa yang diumumkan pada sangkakala kelima, kekuatan ini adalah untuk membunuh dan membinasakan. Rum lama yang disakiti oleh penaklukan yang dilakukan oleh Arab telah ditakdirkan akan jatuh di hadapan Turki. Kota Constantinopel yang besar pada akhirnya akan menyerah pada kekuasaan Islam. Tetapi tidak semua orang beragama Kristen yang murtad akan diserahkan kepada kepada Ottoman. Gelombang penaklukan berhenti sebentar di Rusia dan  Eropa sementara di seberang Danube suatu pergerakan pembaruan terjadi di kalangan orang -orang Kristen. Kuasa ini diberi waktu 1 jam, 1 hari, 1 bulan dan 1 tahun, atau 391 hari nubuatan, yang berarti 391 tahun.

      Inilah waktu yang ditentukan untuk kekuasaan Turki [Ottoman]. Kapankah waktu itu ? Tahun 1448 TM yang sisa dari kerajaan Byzantine adalah Constantinopel dan distrik  yang disekelilingnya. Walaupun demikian ini adalah sebuah kota yang hebat dan merupakan benteng pertahanan agama Kristen dibagian timur. Amurath, sultan Ottoman secara menentukan telah dikalahkan di Varna pada tahun 1444, suatu perang salib yang timbul di bagian barat sebagai harapan terakhir untuk memulihkan kekuasaan Kristen yang hilang. Di dalam kota itu terjadi perpecahan sehubungan dengan pengganti John Palaelogus yang meninggal dunia tahun 1449 dengan tidak mempunyai anak. Beberapa dari penduduk kota itu ingin bersekutu dengan agama Kristen di bagian barat sambil mengharapkan pertolongan. Yang lain berkata: Lebih baik turban dari sultan  daripada topi Paus. Constantine adik John memperoleh dukungan yang kuat; tetapi sebelum memberanikan diri naik takhta, ia mengirim wakil-wakil sebagai duta kepada Amurath, sang sultan, untuk meminta persetujuannya. Jadi, walaupun kota itu tidak diduduki secara militer sampai setelah suatu pertarungan yang sengit pada tahun1453, maka pada tahun 1449 itulah sultan memperlihatkan kekuasaannya yang sesungguhnya, karena pemerintahan Constantine bergantung atas persetujuannya. 

      Menghitung dari musim kemarau tahun 1449, 391 tahun akan membawa kita sampai kepada musim kemarau tahun 1840, yaitu berakhirnya masa kekuasaan Ottoman seperti yang dinubuatkan. Pada tahun 1840 pasukan Muhammad Ali yang dibawah komando anaknya, Ibrahim, sudah berada di pintu gerbang Istambul. Seluruh dunia mengharapkan kota itu akan jatuh. Rusia menawarkan untuk mempertahankan kota itu, dengan mengharapkan dapat menguasainya. 

      Kekuatan-kekuatan Eropa lainnya bergerak untuk mencegah gerakan Rusia. Pada konferensi
      yang diadakan di London tahun 1840, suatu ultimatum ditujukan kepada Mesir supaya meng
      undurkan diri dari Asia Kecil atau menghadapi pembalasan Eropa. Ibrahim Pasha menarik
      mundur pasukannya, dan kota itu selamat dari pendudukan militer. SF Mahmud dalam buku
      nya: “STORY OF ISLAM” hal 279-280  memberikan komentar mengenai peristiwa ini:
      “Hal itu menunjukkan satu perkara. Kerajaan Ottoman hidup dengan penderitaan mulai saat
      itu. Kalifah tinggal merupakan suatu bayangan dan kesultanan sudah menjadi olokan.”
      Tidak lama sebelum peristiwa-peristiwa ini  di Eropa, seorang mahasiswa nubuatan di Ame
      rika, Josiah Litch, membuat kepala berita dengan meramal tanggal pada akhir musim kema
      rau 1840 untuk gerhana kekuasaan Ottoman. Ketika peristiwa itu terjadi sebagaimana yang
      diramalkan, beribu-ribu orang Kristen dituntun untuk beralih kepada Kitab Suci dan menyeli
      diki nubuatan-nubuatan itu untuk mendapatkan artinya. Mereka meningkatkan kedudukan
      pergerakan Advent yang khususnya menyebarluaskan kebenaran-kebenaran tentang hari kia
      mat.
      Walaupun para sultan terus memerintah di Istambul sampai tahun 1918, mereka tidak mem
      punyai kuasa terhadap ekonomi dan masalah-masalah luar negeri dari kerajaan itu. Mereka
      kehilangan  hak milik mereka dalam peperangan dan tangan Eropa dan Rusia menguasai ad
      ministrasi mereka dengan sepenuhnya.

 Apakah peperangan Islam melawan agama Kristen yang murtad ini membawa pertobatan
     dan berakhirnya kemurtadan ?

      “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuat
      an tangan mereka; mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala da
      ri emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar
      atau berjalan. Dan mereka tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, percabulan dan pen
      curian.” – Wahyu 9:20-21.
 
      ALLAH merencanakan supaya manusia membuat catatan tentang penghukumanNYA, dan me
      nerima pelajaran-pelajaran yang direncanakanNYA untuk disampaikan di sana. Tetapi alang
      kah lambannya mereka belajar, dan betapa buta terhadap petunjuk-petunjuk Pemeliharaan!
      Peristiwa-peristiwa yang terjadi dibawah sangkakala yang keenam menciptakan celaka kedu
      a, namun penghukuman-penghukuman ini tidak membawa perbaikan dalam cara-cara dan
      moral manusia. Mereka yang luput dari celaka-celaka itu tidak mempelajari apa-apa dengan
      mereka melihat penghukuman ALLAH.

Tidak ada komentar: