Sabtu, 28 Mei 2016

JANGAN HALANGI PEKERJAAN SAYA



“MENGAPA penganiayaan itu nampaknya seperti tertidur ? SEBAB SATU-SATUNYA  ialah bahwa jemaat TELAH MENYESUAIKAN DIRI dengan standart duniawi, oleh sebab itu tidak menimbulkan perlawanan. AGAMA pada zaman ini bukanlah agama yang bertabiat suci dan kudus sebagaimana yang menandai iman Kristen pada zaman KRISTUS dan  rasul-rasulNYA. Hanyalah oleh karena ROH BERKOMPROMI dengan dosa, oleh karena  kebenaran agung FIRMAN TUHAN TIDAK BEGITU DIHORMATI, oleh karena SEDIKITNYA kesalehan yang vital di dalam jemaat, YANG MEMBUAT Kekristenan sangat terbiasa  dengan dunia ini. BIARLAH ADA KEBANGUNAN IMAN dan KUASA jemaat yang mula-mula itu, MAKA roh penganiayaanpun akan dibangunkan dan api penganiayaan itupun akan DISULUT kembali.” – Kemenangan Akhir, hal. 50

“TETAPI SAYA jauh dari rasa takut, SAYA BERSUKACITA bahwa Injil itu sekarang, SEPERTI pada zaman dahulu, PENYEBAB KESUSAHAN dan perselisihan. INILAH SIFAT dan tujuan Firman ALLAH………BERHATI-HATILAH, jangan menginjak- injak Firman  ALLAH yang Kudus DENGAN DALIH MEMADAMKAN PERSELISIHAN.” – Kemenangan Akhir, hal. 166.

“Sekarang jemaat berada dalam BAHAYA YANG SANGAT MENAKUTKAN. Penjara, penyiksaan, api dan pedang adalah LEBIH MEMBAWA BERKAT dibandingkan dengan ini.  Sebagian orang Kristen berdiri teguh menyatakan mereka tidak mau berkompromi. Sebagian yang lain setuju MENYERAH atau MEMODIFIKASI sebagian bentuk kepercayaan mereka, dan bersatu dengan mereka yang telah menerima sebagian Kekristenan itu, dan mengatakan bahwa ini adalah bentuk pertobatan mereka sepenuhnya… Kebanyakan orang Kristen pada akhirnya SETUJU MENURUNKAN STANDART mereka, sehingga terbentuklah satu PERSEKUTUAN antara Kekristenan dan kekafiran…  Sementara para  pengikut KRISTUS dipersatukan dengan para penyembah berhala, agama Kristen TELAH  MENJADI RUSAK, dan jemaat telah KEHILANGAN kesucian dan kuasanya.” – Kemenangan Akhir, hal. 44.

>> Jagalah supaya YAHWEH tidak bertindak menjungkirbalikkan hidupmu, karena kamu menghambat suara YAHWEH.

Tidak ada komentar: