Jumat, 20 Mei 2016

"KORBANNYA ORANG YANG TIDAK BERDOSA"

Kalau ada peristiwa bom dan memakan korban jiwa biasanya orang berkomentar: "Yang menjadi korban orang-orang yang tidak berdosa........" Perkataan ini bertentangan sekali dengan Alkitab yang menyatakan semua orang adalah berdosa;

Rm. 3:23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Harusnya dikatakan: "mereka itu orang-orang yang tidak bersalah", maksudnya tidak bersalah terhadap orang yang meledakkan bom itu. Sebab dosa itu kaitannya dengan TUHAN, yakni pelanggaran terhadap hukum-hukum TUHAN. Dan yang tahu seseorang itu berdosa atau tidak adalah TUHAN, sebab wilayah dosa itu luas sekali;

1. Orang yang tidak percaya YESHUA, seperti ateis, Islam, Hindu, Buddha, dan lain-lainnya.

Yohanes 3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Kita boleh menyebut orang-orang itu sebagai orang yang berdosa, sebab Alkitab menyatakannya begitu, sehingga bukan termasuk kita yang menghakimi, melainkan Firman TUHAN yang menghakimi mereka;

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Fungsi Alkitab itu untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik ke jalan yang benar. Karena itu menyatakan kesalahan orang berdasarkan Alkitab itu tindakan yang benar. Yang tidak benar jika menyatakan kesalahan tanpa landasan Alkitab.

2. Orang yang percaya YESHUA tapi tidak melaksanakan perintah-perintahNYA;

Yoh. 14:15"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Apa saja perintah YESHUA? Perintah YESHUA bukan hanya perintah kasih saja, tapi ada juga perintah-perintah yang lainnya, seperti memberitakan Injil, menuruti 10 Perintah YAHWEH, siap dibenci semua orang, siap menderita, tidak malu mengakui Kekristenannya, meninggalkan keduniawian, menegakkan kebenaran, menyatakan kesalahan, membenci kejahatan, memelihara kekudusan, mempelajari kitab Daniel, membagikan nubuatan Daniel-Wahyu,dan lain-lainnya.

Matius 24:15"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--

Wahyu
1:1Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.


3. Penyesat-penyesat;

Yang disebut penyesat adalah siapa saja yang mengajarkan ajaran yang selain Alkitab. Jika ada orang yang memperkatakan perkataan yang tidak bersumber dari Alkitab kepada orang lain, maka dia sudah menjadi penyesat atau nabi palsu. Misalnya orang Islam berkata-kata tentang Keislaman kepada temannya, maka orang itu sudah termasuk mengajar, mengajarkan sesuatu yang tidak benar. Jadi, tidak harus di hadapan banyak orang. Di hadapan satu orangpun sudah termasuk nabi palsu. Tapi orang yang berdiam diri termasuk umat bukan pengajar. Sebab sekalipun umat juga dihukum tapi hukumannya lebih ringan dari pada hukuman seorang guru.

Mat. 5:19Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Luk. 17:2Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

Kembali ke masalah korban bom;

Jika kita mengatakan "mereka itu tidak berdosa" memberikan kesan seolah-olah kematian akibat bom itu bisa menyucikan dosa-dosa mereka. Padahal Alkitab menyatakan bahwa YESHUA sajalah yang bisa menyucikan dosa. Karena itu kematian akibat bom itu sama sekali tidak bisa menyucikan dosa-dosa mereka. Kematian itu hanya menghentikan mereka dari perbuatan-perbuatan dosa lebih lanjut sebagaimana kasus-kasus pembunuhan lainnya. Sama seperti orang yang selesai belanja di Alfamart harus menyelesaikan total belanjaannya di kasir. Belanjaannya sudah ditotal sebab sudah selesai. Tapi kita yang masih hidup ini adalah orang-orang yang sedang asyik berbelanja dosa. Satu persatu dosa kita masukkan ke keranjang dosa.

Tidak ada komentar: