Rabu, 18 Mei 2016

LIV. MUHAMMAD ADALAH PENGINJIL

Jika anda membaca Al Qur'an secara lengkap dan benar, anda akan kaget jika mendapati isi Al Qur'an yang sebagian besarnya membesarkan Kristen, seolah-olah Muhammad itu adalah penginjil, bukan sedang mendirikan agama Islam. Agama Islam akan kedapatan bukan apa-apa, selain sebagai menguatkan Kekristenan, sebagaimana seorang penginjil memberitakan Kekristenan.

Yang saya maksud dengan membaca secara benar adalah jika anda membaca dengan menghilangkan atau mengabaikan keterangan-keterangan khususnya yang bertanda kurung: [............]. Tanda kurung itu jangan dibaca. Itulah cara membaca Al Qur'an terjemahannya. Dan jika tanda kurung itu anda baca, sebenarnya bukannya mengarahkan ke Islam, tapi malah mengacaukan isinya, membuat ayat itu sulit dimengerti sehingga saya harus menyebutnya "kalimat gendeng" atau kalimat gila. Sebab itu sama halnya dengan menambahkan garam ke masakan yang sudah enak, sehingga masakan yang sudah enak itu menjadi kacau rasanya karena kebanyakan garam.

Saya akan memulai dari ikhwal Muhammad. Bahwa ketika Muhammad lahir tahun 570 Tarikh Masehi, agama dunia adalah Roma Katolik yang mulai menampakkan taringnya sejak tahun 538 Tarikh Masehi. Dibawah kekuasaan kerajaan Romawi agama Roma Katolik dijadikan agama resmi negara dan semua orang dipaksa untuk memeluk agama tersebut. Tak ada dan belum ada yang namanya agama Islam. Termasuk di tanah Arab-pun dibawah jajahan Romawi dan harus memeluk agama Katolik.

Jadi, orang atau bangsa Arab pada waktu itu agama resminya adalah agama Katolik, sedangkan agama tradisinya adalah penyembahan kepada dewa-dewa: Al Lata, Al Uza dan Manata. Sama seperti orang Batak[hanya contoh] yang masih memelihara tradisi-tradisi nenek-moyangnya sekalipun sudah masuk agama Kristen. Dan sama seperti kondisi di Indonesia ini di mana setiap orang diwajibkan mengisi kolom agama di KTP-nya, sekalipun jiwa yang sebenarnya adalah ateis. Demikian halnya dengan Muhammad, di KTP-nya beragama Roma Katolik, namun jiwanya adalah pedagang. Maksudnya, Muhammad tak pernah ke gereja tapi menghabiskan waktunya untuk berdagang.

Muhammad kawin dengan Siti Khadijjah, seorang janda dari keluarga yang taat dalam agama Katoliknya, sampai suatu kali di tahun 611, Siti Khadijjah bermimpi tentang matahari yang berputar-putar di atas rumahnya yang cahayanya masuk ke rumahnya. Mimpi itu ditanyakan artinya ke sepupunya; Waraqah bin Naufal. Dan Waraqah menjelaskan bahwa Muhammad bakal menjadi Lusifer, si pembawa cahaya.

Islam menyatakan bahwa Muhammad adalah si pembawa cahaya. Kalau di bahasa Latin-kan menjadi Muhammad adalah Lusifer. Kalau di bahasa Indonesiakan? Akh, jangan, bisa marah sekali mereka. 

Lusifer, dari bahasa Latin; Lucis artinya cahaya, dan ferre artinya membawa. Jadi, Lusifer adalah pembawa cahaya. Dengan kata lain penerima cahaya yang jatuh dari langit, seperti yang dinubuatkan oleh YESHUA ha MASHIA;

Luk. 10:18Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

Kesaksian YESHUA itu dikuatkan oleh rasul Yohanes;

Wahyu
9:1Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Bintang itu jatuh ke atas bumi; apa kata Alkitab?

Why. 12:12Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

Kaum Muslim dengan sangat bangga mengatakan bahwa Mekkah adalah titik pusatnya dunia/bumi, yang dengan kata lain berkata bahwa Mekkah adalah ibukotanya dunia atau pusat pemerintahannya dunia. Dan YAHWEH menyatakan DiriNYA adalah musuhnya dunia;

Yak. 4:4Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Kacamata Kristen dengan jelas melihat bahwa Muhammad itu adalah Lusifer!

Siti Khadijjah bertanya ke Waraqah yang beragama Katolik, maka lahirlah agama Islam. Tidakkah itu berarti Islam itu dilahirkan dari Katolik? Maka sekarang apakah misi Muhammad?

QS. 2:119  Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Muhammad adalah pembawa berita gembira. Bahasa Yunani dari berita gembira adalah Injil. Jadi, Muhammad adalah pemberita Injil dan pemberi peringatan. Apa yang diingatkan? Tentu saja supaya kita jangan melupakan Injil.

QS. 5:19   Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 6:92   Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

QS. 7:184   Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

Tugas Muhammad adalah memperingatkan bahwa Alkitab, yakni Taurat dan Injil itu sudah benar. Tak perlu ada kekuatiran tentang orang-orang Yahudi maupun Nasrani. Berpegang pada Taurat dan Injil saja sudah memenuhi syarat untuk disebut orang yang beragama.

Nabi Muhammad. Siapakah di antara kaum Muslim yang lebih besar dari Muhammad? Mari kita lihat bagaimana nabi Muhammad menjadikan Alkitab sebagai pedomannya, bahwa Al Qur'an tidak boleh keluar atau bertentangan terhadap Alkitab, melainkan harus berada di dalam Alkitab. Sehingga dengan kata lain Alkitab adalah kitab kebenaran yang hakiki atau yang mutlak;

QS. 30:47     “Dan sesungguhnya KAMI telah mengutus  sebelum  kamu beberapa

                       orang rasul kepada kaumnya, mereka  datang kepadanya dengan 
                       membawa keterangan-keterangan [YANG CUKUP].”

QS. 10:94   Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

QS. 6:91   Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia,

Selama kita masih manusia atau yang disebut manusia adalah yang menjadikan Taurat sebagai cahaya dan petunjuk, sebagaimana kata Mazmur;

Mzm. 119:105Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Apakah anda termasuk manusia? Jika termasuk manusia jadikan Alkitab sebagai terangmu.

QS. 11:17    dan sebelum Al Qur'an itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?.

QS. 43:4      “Dan sesungguhnya Al Qur’an itu DALAM INDUK ALKITAB [lauh
                     mahfuzh] di sisi KAMI, adalah BENAR-BENAR TINGGI [NILAINYA]
                     dan AMAT BANYAK MENGANDUNG   HIKMAT.”

Karena Al Qur'an itu berada dalam induk Alkitab, maka jika kedapatan ada ayat-ayat yang tidak sejalan dengan Alkitab harus diabaikan atau ditiadakan.

Jadi, bagaimana Islam bisa menjadi agama jika faktanya ajaran Al Qur'an yang sebenarnya itu seperti itu, yakni berfungsi sebagai pemberita Injil? Cobalah renungkan baik-baik!

Tidak ada komentar: