Sabtu, 21 Mei 2016

LVII. AJARAN MEWAJIBKAN SUNAT

Ketika YAHWEH mengadakan perjanjian dengan Abraham, yakni janji untuk memberkati keturunannya, YAHWEH menuntut dari pihak Abraham untuk menyunatkan keturunannya. Setiap laki-laki yang ada di rumah Abraham, entah sanak keluarga maupun orang asing yang tinggal menetap di rumahnya wajib disunat;

Kejadian
17:10Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
17:11haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
17:12Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
17:13Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

"Dalam dagingmulah ........" Maksudnya YAHWEH mengikat perjanjian itu dengan Abraham secara daging, bukan secara rohani. Israel lahiriah bukan Israel rohani. Israel lahiriah adalah bangsa Yahudi, sedangkan yang dimaksud dengan Israel rohani adalah bangsa-bangsa bukan Yahudi yang masuk ke dalam aturan-aturan Yahudi, seperti orang-orang Kristen yang meliputi berbagai macam bangsa. Tapi perjanjian YAHWEH itu diikatkan dengan bangsa Yahudi, bukan dengan orang Kristen. Itulah sebabnya orang-orang Kristen sekarang ini tidak dikenakan kewajiban sunat.

Bagaimana dengan orang-orang Yahudi yang masuk Kristen?

1Korintus
7:17Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
7:18Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
7:19Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Tapi untuk menjaga supaya tidak menjadi batu sandungan, rasul Paulus menyuruh Timotius, muridnya yang bapaknya Yunani, ibunya Yahudi itu sunat;

Kisah
16:1Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
16:2Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
16:3dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Apakah arti sunat?

Yang dipentingkan dari sunat bukanlah dipotongnya kulit khatan, tapi pencurahan darahnya. Sebab darah itu untuk menyucikan;

Ibr. 9:22Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Perempuan mengeluarkan 3 macam darah dalam hidupnya;

a. Darah keperawanan sebagai tanda dia masih perawan ketika bersuami, sehingga perkawinan itu kudus sekalipun pasangan itu bukan orang Kristen. Di sini YAHWEH mempersiapkan anak-anak yang mereka lahirkan itu sudah kudus sejak kelahirannya, sehingga jika kelak anak-anak itu menjadi orang Kristen mereka sudah dikuduskan secara jasmaninya.

b. Darah menstruasi setiap bulan adalah untuk membersihkan rahimnya, sebagai tempat calon anaknya sehingga janin atau calon anak itu menempati tempat yang kudus.

c. Darah melahirkan anak adalah untuk memandikan anak itu supaya menjadi anak yang kudus. Itulah sebabnya bayi itu disebut suci.

Semua anak-anak yang kudus itu merupakan tanda bahwa mereka adalah anak-anak YAHWEH sekalipun bukan bangsa Israel, juga sekalipun mereka tidak mau mengakui dirinya sebagai anak-anak YAHWEH, seperti kaum Muslim. Tapi yang jelas YAHWEH-lah yang menciptakan mereka, bukan ayah-ibu mereka.

Jadi, darah perempuan adalah untuk menandai anak-anak ciptaan YAHWEH, sebagai perlindungan supaya iblis tidak membunuh mereka tanpa seiijin YAHWEH. Sedangkan darah khitan laki-laki sebagai tanda keturunan Abraham yang diberkati YAHWEH.

Kain setelah membunuh Habel diliputi rasa ketakutan oleh sebab dia sudah tidak mendapatkan perlindungan dari YAHWEH. Karena itu Kain meminta jaminan dari YAHWEH supaya jika ada makhluk yang bertemu dengannya tidak membunuhnya. Padahal pada zaman itu manusia masih sedikit, masih sama-sama keturunan Adam dan Hawa. Jadi, Kain takut pada iblis, pembunuh

Kejadian
4:13Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
4:14Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
4:15Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Yoh. 8:44Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Kudus itu meterai atau stempel atau cap YAHWEH. Setelah Adam dan Hawa berdosa, seandainya Hawa tidak dibuat menstruasi atau melahirkan dengan berdarah, maka anak-anaknya adalah anak-anak yang najis. Anak-anak yang najis harus mati di hadapan YAHWEH. Tapi oleh darah Hawa atau darah perempuan maka anak-anak itu terselamatkan. Itu adalah logika hukum. YAHWEH yang Mahasempurna pekerjaanNYA sempurna, sangat teliti dan sangat berhati-hati supaya tak bercela.

Apa beda darah khitan dengan darah penyembelihan hewan korban? Darah khitan untuk menguduskan sebagai keturunan Abraham, sedangkan darah penyembelihan hewan korban untuk menguduskan dari dosa. Darah khitan akan mencapai akhir sampai YAHWEH menggenapi janjiNYA yaitu membuat bangsa Israel menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, dan itulah YESHUA ha MASHIA. YESHUA ha MASHIA adalah berkat bangsa Israel untuk memberkati dunia. Sedangkan darah hewan korban akan mencapai akhir sampai darah YESHUA ha MASHIA dicurahkan. Sebab darah hewan korban itu hanyalah lambang untuk darah YESHUA ha MASHIA.

Jadi, kedua darah, yakni darah khitan dan darah hewan oleh YAHWEH dijadikan satu paket di dalam YESHUA ha MASHIA. Sehingga kedatangan YESHUA ha MASHIA memiliki banyak arti atau multi fungsi; sebagai berkat Israel, sebagai penebus dosa, sebagai pendiri Kekristenan, sebagai Kepala jemaat, sebagai Pengantara, sebagai Penerima kuasa, dan lain-lainnya.

Keyahudian secara jasmani sudah tidak memiliki arti apa-apa;

Yes. 49:6"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Sebab tujuan YAHWEH adalah menjadikan bangsa Yahudi sebagai berkat bagi bangsa-bangsa, bukan untuk melestarikan Keyahudian. Dan itu sudah tercapai oleh YESHUA ha MASHIA. Karena itu konsep keselamatannya bukan lagi "siapa yang berbangsa Yahudi" tapi "siapa yang percaya pada YESHUA?"

Yohanes 3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Sekarang di zaman YESHUA ha MASHIA tidak boleh ada darah lagi, baik darah hewan maupun darah manusia. Sebab darah siapapun tak ada arti dan tak ada nilainya apa-apa, tak ada yang melebihi darahNYA YESHUA. Karena itu buat apa dipamerkan darah-darah yang tiada gunanya itu? Lebih penting bersunat hati dari pada bersunat kulit khatannya saja;

Ul. 10:16Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.

Sunat hati artinya memotong perbuatan berdosa. Bertobat!

1Kor. 7:19Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Zaman ini jangan lagi ada darah! Sunat dengan alasan kesehatan, silahkan. Tapi sunat sebagai ritual keagamaan harus dihentikan. Saya sendiri sekalipun dari keluarga yang tidak bersunat, namun disunatkan ketika masih SD karena kulit khatan itu suka kena retsleting celana. Jadi, karena alasan "kecelakaan" itulah bukan untuk memenuhi syarat keagamaan.

Ismael sebagai nenek-moyangnya Arab atau Islam memang disunat. Tapi karena dia ketika itu masih tinggal di rumah Abraham sebagaimana ketentuannya bahwa setiap orang yang tinggal di rumah Abraham harus disunat;

Kej. 17:26Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Apakah ada perintah sunat di Al Qur'an? Sama dengan perintah sholat 5 waktu, tak ada di Al Qur'an! Kalau ayat tentang minum jahe di sorga, ada. Tapi tentang sunat dan sholat? Jibril lupa menuliskannya.

QS. 76:17   Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

Bagaimana dengan Muhammad yang lahir dari keluarga beragama Roma Katolik. Apakah Muhammad sunat? Kapan sunatnya?

Dan tanpa dasaran perintah Al Qur'an sunatpun dilebarkan ke kaum perempuan. Padahal YAHWEH secara jelas memerintahkan untuk laki-laki saja. Tak ada cerita di Alkitab tentang perempuan yang disunat.

MUI Tolak Larangan Khitan bagi Perempuan

 

  • “Larangan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, amanat UUD 1945, dan Hak Asasi Manusia,” tegas Ma’ruf.
  • MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI No: 9.A tahun 2008 tentang Khitan Perempuan tertanggal 7 Mei 2008 yang berbunyi: Khitan bagi laki-laki maupun perempuan termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

Majelis Ulama Indonesia secara tegas menolak larangan khitan perempuan oleh pemerintah atau pihak manapun, karena khitan merupakan bagian dari ajaran agama.
“Khitan merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakannya, baik untuk laki-laki maupun perempuan,” kata Ketua Harian MUI, KH. Ma’ruf Amin dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (21/1/2013).
Melaksanakan khitan adalah bagian dari beribadat menurut ajaran Islam. MUI meminta kepada pemerintah untuk tidak mengindahkan setiap upaya dari pihak-pihak manapun yang menginginkan adanya larangan khitan.
“Larangan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, amanat UUD 1945, dan Hak Asasi Manusia,” tegas Ma’ruf.
MUI pun merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 136/MENKES/PER/2010 yang mengatur Khitan terhadap perempuan.
“Jadi landasannya sudah ada, karena itu kita minta Permenkes itu harus disosialisasikan,” katanya. (Pz/Islampos) By Pizaro on January 21, 2013
Duniapun mempertanyakan: Sunat perempuan itu melindungi atau melukai? Mengapa ditanyakan "melukai" jika praktek itu tidak mengerikan? Apa kata WHO?

>> Wikipedia:
Khitan pada wanita sampai saat ini tetap menimbulkan kontroversi, termasuk di Indonesia, meski khitan pada wanita sudah dilarang sejak tahun 2006 dengan Surat Edaran Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes RI Nomor HK 00.07.1.31047 a, tertanggal 20 April 2006, tentang Larangan Medikalisasi Sunat Perempuan bagi Petugas Kesehatan. Menurut surat edaran itu, sunat perempuan tidak bermanfaat bagi kesehatan, justru merugikan dan menyakitkan.
Para ulama di Indonesia belum bisa menyetujui apakah khitan perempuan wajib, makruh, sunnah, atau lain.

>> Khitan perempuan dapat menambah risiko untuk kaum wanita terkena penyakit berbahaya seperti HIV

Di dunia banyak terjadi di Sabuk Afrika dan umumnya dilakukan khitan pada wanita secara berlebihan dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal, seperti akan sulit mendapat jodoh atau yang tidak dikhitan dikatakan pelacur.
Sunat pada wanita secara berlebihan dapat memicu pendarahan, infeksi, kesulitan buang air kecil dan menstruasi serta infeksi saluran kemih. Sedangkan dalam jangka panjang dapat memicu trauma emosi, kesulitan melakukan hubungan seksual dan melahirkan serta gangguan masalah kesuburan rahim dan juga kelahiran bayi mereka.[8]
Pada tahun 2015, diperkirakan ada lebih dari 200 juta perempuan di dunia yang telah mengalami khitan, termasuk sekitar 60 juta perempuan dari Indonesia
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan akan terus berupaya memberantas sunat perempuan yang melanda 140 juta wanita, praktek yang dapat menyebabkan mandul.
Sunat perempuan yang diacu WHO ini mencakup memotong sebagian atau keseluruhan atau melukai kelamin wanita untuk alasan non-medis.
Dalam situsnya untuk menyambut Hari Internasional Memberantas Sunat Perempuan, Rabu 6 Februari, WHO mengatakan khitan perempuan ini dapat berisiko pada "gangguan jangka pendek dan jangka panjang secara fisik, mental serta terkait kesehatan seksual."

Oh, hentikan itu! Hentikan itu! Mari kita suarakan: hentikan itu!

Tidak ada komentar: