Jumat, 13 Mei 2016

PENCIPTAAN TERANG DENGAN MATAHARI

Cendekiawan Muslim; Ahmed Deedat mempertanyakan Kejadian 1; bagaimana hari pertama hingga hari keempat ada terang jika matahari baru diciptakan di hari yang keempat?

Sains menyatakan bahwa sumber terang adalah matahari. Karena itu jika matahari baru diciptakan di hari yang keempat, tidak mungkin ada terang di hari pertama hingga hari ketiga atau keempat. Itulah yang saya sebut sebagai keterbatasan ilmu pengetahuan manusia. Ilmu pengetahuan manusia atau sains hanya melihat apa yang dilihat oleh mata, sedangkan YAHWEH sanggup melihat hal-hal yang tak kelihatan.

Banyak hal yang tidak sanggup dilihat oleh sains;

>> Sains tidak melihat pembuatan manusia dari debu. Yang sains lihat manusia dilahirkan dari hubungan biologis.

>> Sains tidak melihat tumbuh-tumbuhan diciptakan dari Firman ELOHIM. Yang sains lihat tumbuh-tumbuhan itu berasal dari teori-teori, dari dugaan-dugaan, dari hipotesa-hipotesa, dari perkiraan-perkiraan saja.

>> Sains tidak melihat binatang diciptakan dari Firman ELOHIM. Yang sains lihat binatang itu berasal dari teori-teori, dari dugaan-dugaan, dari hipotesa-hipotesa, dari perkiraan-perkiraan saja.

>> Sains menggantungkan terang hanya pada matahari, sehingga jika tidak ada matahari tak adalah terang. Tapi YAHWEH tidak demikian, sebab IA Mahakuasa.

>> Sains menggantungkan penyembuhan penyakit hanya pada obat bikinannya sendiri. Tapi YAHWEH tidak demikian, sebab FirmanNYA Mahakuasa.

>> Sains menggantungkan kehidupan hanya pada kerja jantung saja sehingga jika jantung seseorang tak berdetak, matilah orang itu. Tapi YAHWEH sanggup membangkitkan orang yang sudah mati.

Di sinilah diperlukan iman yang daya kerjanya melebihi mata. Terhadap ilmu pengetahuan kita tidak memerlukan iman sebab sudah sangat nyata. Tapi terhadap hal-hal yang ILAHIAH harus dilihat dengan iman.

Alkitab dengan sangat sederhana dan jelas sekali menerangkan bahwa di hari yang pertama ELOHIM menciptakan terang. ELOHIM tidak menciptakan matahari, tapi menciptakan terang. Suatu terang yang tidak berasal dari matahari, tapi berasal dari Firman YAHWEH;

Kejadian 1:3Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Dan kemampuan YAHWEH mengadakan terang yang tidak berasal dari matahari dikuatkan oleh kesaksian Yohanes, 1600 tahun setelah kitab Kejadian itu dituliskan, yakni di kitab Wahyu;

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

YAHWEH tidak butuh matahari untuk masalah terang. Masalah terang adalah masalah yang sangat sepele sekali bagi YAHWEH.

Tentu pertanyaannya, jika tidak perlu matahari karena di hari pertama hingga ketiga atau keempat sudah ada terang, mengapa YAHWEH menciptakan matahari? Tentu saja karena YAHWEH memiliki tujuan-tujuan dan perhitungan-perhitungan sendiri, setidaknya untuk mengajar dan menguji kita, sebab terbukti matahari didewakan banyak bangsa sehingga dijadikan saingan bagi YAHWEH.

Ulangan
4:19dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,
4:20sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini.

Maka timbullah ujian bagi kita; siapakah yang kita TUHAN-kan; YAHWEH atau matahari?!

Selain masalah matahari ada banyak hal-hal yang sebenarnya tidak perlu tapi yang YAHWEH buat, seperti:

a. Kelamin. Di sorga semua orang hidup seperti malaikat, sehingga kelamin tidak diperlukan lagi. Di bumi saja, Adam dan Hawa diciptakan tanpa kelamin. Ishak, Yohanes Pembaptis dan YESHUA ha MASHIA juga tidak memerlukan hubungan kelamin.

Terbukti bahwa "yang tidak perlu" inilah yang kita ributkan selain matahari. Perzinahan dan perkosaan menjadi penjebak dosa. Di sinilah orang-orang yang jiwanya tidak bersih akan terjerembab. Dari sini YAHWEH memilah-milahkan mana yang kambing dengan mana yang harimau. Mana yang makanannya rumput dan mana yang makanannya daging. Mana orang yang otaknya kelamin dengan orang yang otaknya berisi kemuliaan TUHAN. 

b. Toilet. Alkitab menyatakan bahwa perut dengan segala rangkaiannya, yakni kelamin dan usus akan dimusnahkan sehingga kita tidak lagi kencing maupun BAB.

Dan apa "yang tidak perlu" ini, yakni makanan yang dari mulut masuk ke perut lalu dibuang ke toilet terbukti juga mempunyai andil yang besar dalam menjebak kita ke dalam dosa. Dosa keserakahan, pertengkaran halal dan haramnya, pertengkaran dalam masalah nafkah atau rejeki, dan lain-lainnya. Demi masalah perut orang bisa saling membunuh, mencuri, merampok dan korupsi.

1Kor. 6:13Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

c. Sains sendiri menciptakan hal-hal "yang tidak perlu", seperti sepedamotor, mobil, televisi, kulkas, AC, HP, internet, komputer, pesawat terbang, mixer, blender, magic jar, mesin cuci, dan lain-lainnya. Sebenarnya itu semua tidak perlu tapi oleh sains dianggap penting sekali. Bahkan sains menganggap kiamat kalau tidak ada benda-benda itu. Padahal manusia sudah hidup 6.000 tahun tanpa itu semua.

Kembali ke matahari;

Di hari keempat YAHWEH menciptakan matahari dan planet-planet yang lainnya. Matahari sebagaimana yang kita tahu adalah merupakan salah satu planet dalam tata surya kita. Dan sebagai jenis planet, tentulah matahari memiliki konsep yang sama dengan planet-planet yang lainnya. Alkitab menjelaskan itu;

Kejadian 1:2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Belum berbentuk karena belum dibentuk, kosong karena belum diisi dan gelap karena belum diterangi. Kalau sudah dibentuk maka akan berbentuk, kalau sudah diisi akan berisi dan kalau sudah diterangi akan terang. Sama seperti beras yang belum dimasak belum menjadi nasi, demikianlah YAHWEH mengatur dan menetapkan daratan untuk tempat berjalan, lautan untuk tempat air, bumi untuk tempat manusia, matahari untuk menerangi bumi, bulan untuk malam, planet yang satu untuk ini, planet yang lainnya untuk itu. Masing-masing ciptaan dikasih tugas sendiri-sendiri. Atau sama seperti prajurit, jika diperintahkan berjalan akan berjalan, jika diperintahkan berhenti akan berhenti. Mataharipun kalau tidak diciptakan takkan ada matahari dan kalau tidak dikasih terang juga takkan mempunyai terang. Segala sesuatu sangat bergantung dari perintah SANG PENCIPTA;

Yesaya 48:13Tangan-Ku juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan.

Pernah tahu plester obat merk Tensoplast atau Handyplast? Itu adalah plester biasa yang ditempeli obat Rivanol, sehingga bisa dipakai untuk menyembuhkan luka-luka kecil. Demikian pula dengan matahari sebagai planet biasa yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita itu ditempeli terang yang YAHWEH ciptakan di hari yang pertama itu, sehingga mataharipun bersinar terang.

Jadi, matahari itu ada kisah kelahirannya, bukan nongol sendiri. Ada kronologisnya bahwa terang yang dimilikinya itu berasal dari terang yang diciptakan di hari pertama. Dan sebagaimana awalnya tak ada matahari, demikianlah akhirnya nanti juga tak ada matahari. Di sorga tak ada matahari lagi. Sebab tugasnya mengajar dan menguji manusia sudah selesai.

Tidak ada komentar: