Minggu, 29 Mei 2016

PINTAR KEBODOHAN - APAKAH ITU?

Pintar kebodohan sebenarnya bukanlah istilah baru, sebab itu sama dengan pintar memasak, pintar menulis, pintar membaca, dan lain-lainnya. Cuma saja kepintarannya adalah kebodohannya, yakni orang-orang yang memamerkan kebodohannya sebagai seolah-olah kepintarannya. Kesadarannya sama seperti orang gila yang tidak merasa gila atau orang idiot yang tidak merasa idiot. Sebab dia tidak mau mengembangkan dirinya.

Orang-orang yang menikmati kemanjaan dan pemujaan-pemujaan pada dirinya telah membentuk konsep pemikiran bahwa dirinya adalah orang yang terhebat, sehingga orang lain dianggapnya bodoh. Tapi orang yang sering mengalami hinaan dan tekanan akan membuka pikirannya untuk melihat perbandingan-perbandingan antara dirinya terhadap orang lain, sehingga dia memiliki 2 keadaan; "sebenarnya siapa yang bodoh dan siapa yang lebih pintar?" Tidak seperti katak yang dalam tempurung, yang merasa hanya ada dirinya sendiri.

Orang-orang yang "pintar kebodohan" itu banyak sekali ada di sekitar kita. Siang tadi di sebuah angkot ada seorang penumpang yang turun yang tidak mempersiapkan ongkos angkotnya sehingga ketika turun harus merogoh-rogoh sakunya. Cukup lama dan membuat kemacetan kendaraan yang di belakang, sehingga mereka membunyikan klakson berkali-kali. Itu 'kan bodoh sekali? Harusnya sebelum turun disiapkan ongkosannya dan jika uangnya harus kembalian harusnya diberikan sebelum turun supaya sopir mempersiapkan kembaliannya. Bukankah harusnya begitu? Tapi penumpang model demikian itu banyak sekali!

Di peristiwa tabrakan, pengendara yang jelas-jelas salah masih ngotot merasa dirinya benar sehingga terjadilah pertengkaran. Di Facebook ini banyak orang yang mengirimkan gambar-gambar porno tanpa merasa bersalah, bahkan sangat bangga. Contoh lainnya; perempuan yang memamerkan auratnya secara tak tahu malu, membuang sampah sembarangan, menyombongkan jago minum-minuman keras, memamerkan jago kebut-kebutan motor, menyombongkan kecantikannya, menyombongkan kekayaannya, dan lain-lainnya. Sesuatu yang bagi orang lain kebodohan, tapi bagi mereka itulah yang sangat membanggakan.

Tentang hal ini Alkitab menuliskan;

Rm. 3:23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Dosa membuat orang kehilangan kemuliaan YAHWEH. Hal-hal yang baik, yang benar dan yang kudus terhilang dari pikiran manusia, sehingga hal-hal yang tidak baik, yang tidak benar dan yang najis yang memenuhi akal budi mereka. Di sinilah manusia memerlukan pertolongan ROH KUDUS supaya ROH KUDUS itu membukakan kegelapan pikiran mereka, supaya mereka bisa melihat kembali kemuliaan YAHWEH, seperti orang yang matanya dibantu dengan kacamata sehingga penglihatannya dipulihkan.

Anak-anak. Ada anak yang suka bermain lumpur, tapi ada anak yang tidak mau bermain lumpur. Apa yang membuat berbeda? Pendidikan! Yang seorang dibiarkan saja bermain lumpur oleh mamanya, sementara yang lainnya dilarang bermain yang kotor-kotor oleh mamanya. Yang tidak dididik tidak tahu kalau itu kotor sehingga dia menganggapnya baik.

Suatu kali saya harus belanja barang di tempat yang jauh sekali sampai ada seorang teman yang memberitahu kalau di dekat rumah saya ada toko yang menjual barang tersebut. Wouh, ternyata pengetahuan itu mahal sekali, bukan?! Pengetahuan bisa merubah yang jauh menjadi dekat, yang salah menjadi benar, yang sulit menjadi mudah, yang sesat menjadi diluruskan.

Orang-orang gereja Minggu marah ketika saya berkata: nama YESUS KRISTUS itu harus dibuang ke tong sampah, sebab ada pengungkapan kebenaran bahwa nama YESUS yang sebenarnya adalah YESHUA ha MASHIA. Yang lainnya merasa bangga dengan hari Minggu, dengan gambar YESUS dan hari Natalnya. Orang-orang Islam merasa bangga dengan nabinya yang poligami, tidak merasa janggal dengan perkawinan Muhammad yang mengawini anak di bawah umur, dan mereka mengharamkan babi. Apa sebab? Sebab itulah ajaran yang mereka terima selama ini. Tapi waktu berjalan dan pengetahuanpun berkembang, sehingga siapa tahu kelak pikiran-pikiran demikian itu bisa berubah?

Karena itu tidak ada yang perlu dibanggakan dengan kebodohan anda itu, sebab pada saat ini juga masih banyak saudara-saudara kita di segala penjuru dunia yang masih hidup dalam kebodohan yang tidak disadarinya. Masih banyak yang jahat, yang atheis, yang Islam, yang Hindu, yang Buddha, yang Khong Hu Chu, dan lain-lainnya. Apa yang bagi kita kesalahan, bagi mereka masih merupakan kehebatan.

Mungkin dalam hal teknologi juga begitu. Kita yang di Indonesia sudah sangat puas dengan kemajuan teknologi kita. Padahal bagi negara-negara maju, kita ini negara yang masih jauh ketinggalan. Tapi kita pasti marah dan tersinggung jika dibilang tidak maju. Kenapa? Karena wawasan kita seperti katak dalam tempurung. Karena kita belum pernah bepergian ke luar negeri sehingga belum memiliki perbandingan.

Mengaku salah adalah kebenaran dari pada kesalahan yang dianggap kebenaran!

1Yoh. 1:9Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Jangan lupa, di saat anda mencuri ada orang yang berlaku jujur, di saat anda melakukan kesalahan ada yang melakukan kebenaran, di saat anda jatuh ada yang sedang berdiri, di saat anda mempostingkan gambar porno ada yang sedang menyucikan pikirannya, di saat anda tidur ada yang bangun, di saat anda anti TUHAN ada yang mencintai TUHAN, di saat anda jahat ada yang menjadi polisi. Maksud saya, apa yang menurut anda baik belum tentu menurut orang lain juga baik.

Dalam satu kelas yang berisi 40 murid, yang diajar oleh seorang guru, menciptakan beragam kepintaran. Ada murid yang sangat pintar, ada yang cukup pintar serta ada juga yang sangat bodoh. Dan kata peribahasa di atas langit ada langit lain yang lebih tinggi. Karena itu jangan merasa diri seolah-olah sendirian.

Tidak ada komentar: