Senin, 02 Mei 2016

XXXVI. ALLAH ISLAM DENGAN ALLAH KRISTEN

Ada 2 fakta yang membatalkan pernyataan bahwa agama Islam itu merupakan kelanjutan dari agama Yahudi dan Kristen/Nasrani, bahwa ALLAH Islam dengan ALLAH Kristen itu sama.

1. Fakta Al Qur'an:

QS. 2:62    Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ayat tersebut menyatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani itu mempunyai TUHAN sendiri.

2. Tuntutan Muslim Malaysia tentang nama ALLAH di Alkitab;

Kaum Muslim Malaysia menggugat agar Alkitab Kristen tidak memakai nama ALLAH, sebab ALLAH adalah ALLAH-nya Islam, ALLAH bangsa Arab. ALLAH dari kata: "al" - sesuatu, "ilah" - yang disembah. ALLAH bukanlah nama, melainkan gelar. Bahasa Ibrani untuk ALLAH adalah "ELLAH" dan itu menunjuk kepada YAHWEH, ELLAH Israel. Berbeda dengan "ALLAH" itu luas. ALLAH bisa menunjuk pada dewa-dewa dan patung-patung, dan benar-benar tidak boleh dikenakan terhadap YAHWEH. Bagi YAHWEH itu suatu kenajisan bila DiriNYA dipersamakan dengan dewa-dewa. Karena itu jika hendak menggunakan sebutan YAHWEH, pergunakan kata-kata: "ELLAH" atau "ELOHIM." Sekalipun "ELLAH" bunyinya hampir sama dengan "ALLAH", namun pengertiannya berbeda jauh sekali.

ALLAH bangsa Arab Jahiliyah, sebelum datangnya ajaran Muhammad terdiri dari 3: Al Lata, Al Uza dan Al Manna. Rumah ke-3 ALLAH tersebut di Ka'abah yang sekarang ini, oleh Muhammad disatukan menjadi ALLAH.

------------------------------------------------------
Sengketa "Nama Tuhan" di Malaysia: Benarkah Allah Hanya Untuk Islam?
http://www.kompasiana.com/dewagilang98/sengketa-nama-tuhan-di-malaysia-benarkah-allah-hanya-untuk-islam_553018d56ea834b8258b4575



"Berdasarkan penelusuran pribadi, saya menemukan bahwa polemik yang nyaris sama pernah juga terjadi di Indonesia. Beberapa pendeta Kristen pernah berkeinginan menghapus penggunaan kata "Allah" dalam terjemahan Alkitab versi bahasa Indonesia. Menurut pendeta itu, istilah "Allah" bukan berasal dari tradisi Yudeo-Kristen. Nama Tuhan yang tepat dalam tradisi itu adalah YHWH (Yahweh?), dan bukan "Allah".


Seorang Muallaf, yang juga mantan pendeta Katolik, bernama Jerald F Dirks menulis pendapatnya bahwa kata "Allah" adalah peningkatan dari kata "Al-Ilah". Menurutnya, kata "Al-Ilah", secara linguistik, dapat dibandingkan dengan kosakata bahasa Ibrani "Elohim" (dan El-Elohim). Baik bahasa Arab dan Ibrani tidak memiliki huruf-huruf vokal, melainkan alphabet yang terdiri atas konsonan. Dengan tiap-tiap "alif" dalam masing-masing alphabet ditransliterasikan dengan huruf "A", maka kedua kata itu menjadi "Al-Alh" untuk istilah Arab (Al-Ilah), dan "Alh" untuk bahasa Ibrani "El-Elohim". (Lihat "Abrahamic Faiths: Titik Temu dan Titik Seteru antara Islam, Kristen, dan Yahudi", terj: Santi Indra Astuti, Serambi 2006). Dengan mendasarkan pada pendapat Jerald, maka kata "Allah" bukan barang baru. Dalam artian, bukan muncul dari Nabi Muhammad Saww, tetapi jauh bahkan sebelum ia lahir. Tradisi Arab, dalam berbagai literatur, bahkan, menyebutkan bahwa masyarakat arab pra-Islam telah mengenal kata "Allah".


Namun, perlu dicatat, bahwa maksud kata "Allah" yang digunakan oleh masyarakat pra-Islam dan pasca kedatangan Islam sangat berbeda. Dari catatan yang ditulis oleh Ismail R al-Faruqi diketahui bahwa masyarakat Arab Selatan menggunakan kata "Allah" untuk menyebut dewa-dewa tertinggi mereka.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dewagilang98/sengketa-nama-tuhan-di-malaysia-benarkah-allah-hanya-untuk-islam_553018d56ea834b8258b4575

Namun, perlu dicatat, bahwa maksud kata "Allah" yang digunakan oleh masyarakat pra-Islam dan pasca kedatangan Islam sangat berbeda. Dari catatan yang ditulis oleh Ismail R al-Faruqi diketahui bahwa masyarakat Arab Selatan menggunakan kata "Allah" untuk menyebut dewa-dewa tertinggi mereka. 

---------------------------------------------------

Alkitab secara tegas menyatakan bahwa YAHWEH akan selamanya bersama bangsa Israel. Karena itu hanya ada "ELLAH" saja. Bangsa Arab tak pernah memiliki ELLAH. Karena itu jika Islam merasa memiliki TUHAN, maka itu adalah ALLAH, bukan ELLAH.

Sebab arti YAHWEH adalah ELLAH 12 suku Israel. Ketika 10 suku memisahkan diri dari kerajaan keluarga Daud, sehingga tinggal 2 suku saja yang eksis kepada keluarga Daud, maka sejak saat itu mereka menggantikan YAHWEH dengan ADONAI. Mereka tidak berani menyebut YAHWEH karena jumlah mereka tidak lengkap. Nah, mereka berbeda dengan kita yang bukan keturunan Israel. Jika keturunan Israel terikat dengan ketentuan 12 suku untuk menyebut nama YAHWEH, kita justru harus menyebut nama YAHWEH, sebagai tanda kita mengakui kesemua suku-suku Israel yang 12 itu. Jika kita menyebut ADONAI, mengartikan kita menolak yang 10 suku. Padahal YAHWEH itu setia terhadap ke-12 suku. Nama-nama ke-12 suku Israel sudah diukirkan ke pintu-pintu gerbang kota Yerusalem yang baru. Dan YAHWEH menargetkan untuk menyelamatkan tiap-tiap suku sebanyak 12.000 orang, sehingga berjumlah 144.000 orang yang akan diselamatkan di akhir zaman nanti.

Mengapa ke-2 suku itu tidak boleh menyebut YAHWEH? Sebab mereka harus selalu mengingat ke-10 saudara-saudara mereka, yang saat ini sedang dicerai-beraikan ke seluruh dunia oleh YAHWEH.

 Yeremia
32:37Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram.
32:38Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
32:39Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.
32:40Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.

Berikutnya, Al Qur'an menunjukkan perbedaan antara ALLAH Islam dengan ALLAH Kristen dalam hal keluasan wilayah kekuasaanNYA; 

ALLAH Islam wilayahnya hanya di Mekkah;

QS. 2:144  Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.


ALLAH Kristen wilayahnya tak terbatas;

QS. 2:115   Dan kepunyaan ALLAH-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap
di situlah wajah ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Mahaluas [rahmatNYA] lagi Mahamengetahui.”

QS. 2:177   Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada ALLAH, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.

Orang-orang Yahudi dan Kristen, penyembah YAHWEH tak ada yang menghadapkan wajahnya ke arah tertentu. Jika mereka berdoa mereka menengadahkan kepalanya ke langit. 

Tidak ada komentar: