Minggu, 08 Mei 2016

XLIII. SUMPAH ALLAH

Menurut kamus bahasa Indonesia, sumpah adalah pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada TUHAN atau sesuatu yang dianggap suci. Jadi, bersumpah itu dialamatkan kepada sesuatu yang lebih tinggi atau yang ditinggikan. Maksudnya, suatu persoalan yang tidak bisa diselesaikan secara logika atau secara hukum, persoalan itu kita serahkan kepada TUHAN atau kepada dewa yang kita percayai yang akan menyelesaikan secara supranatural.

Suatu persoalan yang rumit karena keterbatasan barang bukti dan saksi sehingga pengadilan tak sanggup menyelesaikannya, biasanya orang memakai jalan pintasnya dengan persumpahan. Orang yang kita tuduh bersalah, misalnya melakukan pencurian itu kita suruh dia bersumpah menurut agama yang dipercayainya. "Sumpah, demi TUHAN YESUS KRISTUS saya tidak melakukan pencurian itu." Maka oleh sumpah itu persoalan sudah berpindah tangan dari manusia kepada TUHAN, dan TUHAN akan menghukum orang itu dengan suatu penyakit yang aneh jika dia memang bersalah, atau tidak menghukum jika memang tidak bersalah.

Kel. 22:11maka sumpah di hadapan TUHAN harus menentukan di antara kedua orang itu, apakah ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya, dan pemilik harus menerima sumpah itu, dan yang lain itu tidak usah membayar ganti kerugian.

Ibr. 6:16Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

Sumpah itu mengakhiri segala perbantahan. Setelah disumpah tidak boleh lagi ada kecurigaan-kecurigaan atau mengungkit-ungkit persoalan itu kembali, Persoalan sudah dianggap selesai dan kedua belah pihak yang bertengkar harus berdamai.

Itulah sebabnya setiap pejabat yang dilantik diangkat sumpahnya dibawah kitab suci. Kitab suci diletakkan di atas kepala orang itu lalu orang itu mengikrarkan sumpah jabatannya. Di Indonesia yang mengakui keagamaan, kitab sucilah yang dipakai untuk bersumpah. Tapi di negara-negara yang tidak menjadikan agama sebagai pengikat, biasanya lambang-lambang negara seperti Pancasila atau UUD 1945 yang dijadikan sumpahnya: "Demi Pancasila dan UUD 1945 saya bersumpah................"

Kalau manusia bersumpah demi TUHAN, tapi bagaimana kalau TUHAN yang bersumpah, misalnya jika menjanjikan sesuatu kepada seseorang, bahwa TUHAN akan benar-benar menepati janjiNYA?

Kejadian
22:16kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Yah, YAHWEH bersumpah demi DiriNYA sendiri. Mengapa begitu? Rasul Paulus menerangkan karena tidak ada yang lebih tinggi dari YAHWEH.

Ibr. 6:13Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

Dan inilah contoh sumpah Abraham kepada raja Sodom;

Kej. 14:22Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:

Abraham bersumpah demi  TUHAN. Tapi perjalanan kesesatan bangsa Yahudi dari bersumpah demi YAHWEH, mereka bersumpahnya kepada langit dan bumi atau kepada Bait Suci; itulah yang dikecam ELOHIM YESHUA, yang kemudian harus ditiadakan di Kristen;

Matius
5:33Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
5:34Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
5:35maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
5:36janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
5:37Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jadi, orang Kristen yang menjadi pejabat pemerintahan harusnya menghindari acara sumpah jabatan, karena itu tidak dibenarkan.

Sekarang kita akan melihat bagaimana ajaran sumpah-menyumpah di dalam Al Qur'an;

QS. 4:62  Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

Ajaran di atas klop atau sama dengan ajaran YAHWEH di Perjanjian Lama, yakni bersumpah demi ALLAH, yaitu sesuatu yang lebih tinggi dari kalangan manusia. Tapi bagaimana ALLAHnya Muhammad kalau bersumpah?

QS. 70:40   Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Di sini kita melihat ALLAH bersumpah dengan TUHAN, yakni TUHAN YESHUA ha MASHIA atau ISA al MASIH. Padahal kita yang Kristen tahu kalau YESHUA itu derajatnya adalah ANAK, tidak sederajat dengan BAPA atau YAHWEH. Jadi, ALLAHnya Muhammad ini bersumpah kepada yang lebih rendah dari DiriNYA. ALLAH yang mulai keliru. Dan itu semakin hari semakin keliru, bersumpah kepada benda-benda mati yang tidak lain adalah ciptaanNYA. Mari kita lihat;

QS. 69:38    Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

Apa yang sedang kamu lihat? Cewek seksikah? Maka demi cewek seksi itulah ALLAH bersumpah.

QS. 75:1     Aku bersumpah dengan hari kiamat,

QS. 75:2    dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

ALLAH bersumpah pada orang yang bertobat. Bahwa orang yang bertobat itu lebih tinggi kedudukannya dari ALLAH?

QS. 81:15   Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

QS. 84:16    Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

QS. 90:1      Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

QS. 36:2      Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,

QS. 37:1      Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya,

Tapi iblis bisa lebih benar dari pada ALLAH-nya Muhammad;

QS. 38:82    Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Nah, apa yang kamu pikir tentang ALLAH, tentang Al Qur'an dan tentang Islam?

Tidak ada komentar: