Selasa, 10 Mei 2016

XLVII. YESAYA 29 BUKAN MUHAMMAD

Peristiwa di gua Hira ketika Muhammad pertama kalinya dijumpai oleh Jibril adalah Muhammad disuruh Jibril membaca namun Muhammad menjawab kalau dirinya tidak bisa membaca. Jawaban itu membuat Jibril marah sehingga Muhammad dicekik lehernya. Maka Muhammad langsung demam, dikasih selimut oleh Khadijjah, istrinya, sehingga Jibril menyebutnya "orang yang berselimut."

Kisah di gua Hira itu harusnya merupakan surah pertama di Al Qur'an. Tapi diubah-ubah oleh kaum Muslim, sehingga surah pertamanya sekarang ini adalah surah Al Fatihah, sedangkan yang kisah gua Hira ditempatkan sebagai surah yang ke-96; Al Alaq.

QS. 96:1   Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

QS. 96:2    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

QS. 96:3    Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

QS. 96:4    Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

QS. 96:5     Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Apakah di situ ada keterangan bahwa itu merupakan percakapan antara Jibril dengan Muhammad? Apakah ada keterangan lokasi bahwa itu di gua Hira? Apakah ada jawaban Muhammad bahwa dia tidak bisa membaca? Apakah ada cerita Jibril mencekik Muhammad? Apakah ada cerita Muhammad diselimuti oleh Khadijjah? Di mana ada kata-kata: "orang berselimut?"

QS. 73:1    Hai orang yang berselimut

QS. 74:1    Hai orang yang berkemul


Aneh juga jika berselimutnya ditempatkan di surah yang lebih muda; QS. 73 dan 74, sedangkan perintah membacanya ditempatkan di surah yang lebih tua, yakni 96. Seolah-olah Muhammad berselimut lebih dahulu, baru kemudian disuruh membaca.

Bagaimana anda merangkaikan surah-surah: 96, 73 dan 74 itu menjadi suatu kisah sebagaimana saya tuliskan di kalimat pertama tulisan ini? Tapi kaum Muslim bisa merangkaikannya menjadi suatu dongeng;

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda, "Jibril datang kepadaku pada saat aku tidur dengan membawa secarik kain Dibaj dan dalamnya terdapat tulisan. Malaikat Jibril berkata, `Bacalah!' Aku berkata,`Alcu tidak bisa membaca.' Malaikat Jibril mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati kemudian ia melepas cekikannya dan berkata, `Bacalah!' Aku menjawab, 'Apa yang harus aku baca?' Malaikat Jibril kembali mencekik leherku dengan kain Dibaj tersebut hingga aku merasa seolah-olah sudah mati, kemudian ia melepas cekikannya dan berkata, `Bacalah!' Aku berkata, 'Apa yang harus aku Baca?'


Kaum Muslim bukan hanya pandai mendongeng, namun pandai pula untuk mengklaim Yesaya 29:11-12 sebagai ayat untuk kenabian Muhammad. Tapi benarkah pasal itu sedang membicarakan bangsa Arab?

Yesaya 29:1Celakalah Ariel, Ariel, kota tempat Daud berkemah! Biarlah tahun demi tahun perayaan-perayaan silih berganti!

Ariel adalah nama kota tempat tinggal Daud, yaitu nama lain bagi Yerusalem. Pada pasal itu sedang diceritakan tentang YAHWEH yang marah dan hendak menghukum Yerusalem.

Yesaya 29:2Aku akan menyesakkan Ariel, sehingga orang mengerang dan mengaduh, dan kota itu akan seperti perapian bagi-Ku.

YAHWEH sedang menubuatkan kedatangan raja Nebukadnezar, raja Babel yang akan membakar habis kota Yerusalem dan akan mengangkuti penduduknya ke pembuangan di Babilon. Tapi bangsa-bangsa yang mengalahkan Yerusalem akan mendapatkan pembalasan dari YAHWEH, sehingga mereka yang berpikir bisa mengalahkan Yerusalem akan seperti orang lapar yang bermimpi makan kenyang, yang ketika bangun ternyata tetap lapar.

Yesaya 29:8seumpama seorang yang lapar bermimpi ia sedang makan, pada waktu terjaga, perutnya masih kosong, atau seumpama seorang yang haus bermimpi ia sedang minum, pada waktu terjaga, sesungguhnya ia masih lelah, kerongkongannya masih dahaga, demikianlah halnya dengan segala pasukan bangsa-bangsa yang berperang melawan gunung Sion.

Dan YAHWEH mengecam para nabi Israel yang tak tahu apa-apa; bisa membaca tapi seperti orang yang tak bisa membaca. Nabi-nabi yang tak ada gunanya, yang tidak bisa menggembalakan bangsa Israel, sehingga bangsa itu menjadi sesat ke penyembahan berhala;

Yesaya
29:9Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!
29:10Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya.
29:11Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";
29:12dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
29:13Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
29:14maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."

Jadi, Yesaya 29 itu tentang bangsa Israel, bukan tentang bangsa Arab ataupun Muhammad. Pasal itu memiliki kesamaan dengan Kristen-kristen Minggu saat ini, yang punya Alkitab tapi tak tahu apa-apa tentang isinya. Mereka tak tahu apa kebiasaan YESHUA[Lukas 4:16], apa kebiasaan para rasul[Kisah 17:2], seperti apa rambut YESHUA[1Korintus 11:14], bagaimana harusnya berdoa[1Timotius 2:8], apa saja perintah YESHUA[Matius 24:15], dan lain-lainnya.

>> Kamu punya Alkitab? Punya!

>> Apa isinya? Entahlah!

Punya Alkitab tapi seperti orang yang tak punya Alkitab;

>> Wahai umat Hindu, apakah kamu mempunyai Alkitab? Tidak punya!

>> Wahai umat Hindu, tahukah kamu apa isinya Alkitab? Mana aku tahu?!

Jadi, Kristen itu = Hindu yang tak tahu apa-apa tentang Alkitab. Benarkah demikian?

Tidak ada komentar: