Selasa, 07 Juni 2016

APAKAH PEMBICARAAN KRISTEN?

Dalam hidup kita, kita dikenalkan dengan kelas-kelas dan tingkatan-tingkatan, seperti: kelas 1 dengan kelas 2, kelas ringan dengan kelas berat[dalam tinju], tingkat anak-anak dengan tingkat dewasa, dan lain-lainnya. Alkitab juga mengajarkan kita tentang kelas duniawi dengan kelas rohani. Dan itu harus berbanding terbalik.

Apa yang dikejar orang-orang duniawi harus berbeda dengan apa yang dikejar oleh orang-orang rohani. Pada intinya orang-orang duniawi itu mengejar kesenangan dan membenci kesusahan. Sekalipun orang-orang rohani juga tidak disuruh mengejar kesusahan dan membenci kesenangan, namun orang-orang rohani dipersiapkan oleh TUHAN untuk siap susah dan siap tidak mendapatkan kesenangan. Jadi, sekalipun menjadi umat TUHAN itu menderita namun tidak setiap yang menderita itu umat TUHAN. Bahasa sederhananya, menjadi orang beragama itu susah tapi tidak setiap yang susah itu agama. Kebenaran itu susah tapi tidak setiap yang susah itu kebenaran. Ini perlu kita pahami agar kita tidak disesatkan oleh pemahaman orang-orang Islam, yang karena susahnya menjalankan keagamaan mereka sehingga mereka berpikir bahwa Islam itu kebenaran.

Melaksanakan sholat 5 waktu itu sukar sekali, melaksanakan ibadah puasa itu sukar sekali, bahkan membaca Al Qur'an itu juga sukar sekali, maka mereka merasa bahwa itu semua karena godaan setan. Karena tantangan itu mereka anggap godaan setan, maka Islam mereka yakini sebagai berasal dari YAHWEH. Padahal orang-orang Hindu, Buddha, Khong Hu Chu dan lain-lainnya juga kesukaran menjalankan agamanya masing-masing.

Jadi, kebenaran adalah kebenaran, tidak bisa dimanipulasikan dengan alasan apapun. Jika tidak benar, ya tetap saja tidak benar sekalipun sukar. Sedangkan yang benar tetaplah benar sekalipun mudah. Contohnya para nabi yang begitu gampangnya menyembuhkan orang sakit atau membangkitkan orang mati. Sekalipun pekerjaan itu gampang sekali, tetaplah kebenaran.

Nah, jika orang duniawi itu mengejar kesenangan dan membenci kesusahan, itu adalah pelajaran dasar. Sebab tanpa diajari semua orang juga sudah memiliki keinginan itu. Sejak kecil anak-anak sudah menunjukkan kesenangannya adalah mainan. Kalau mainan senang, kalau belajar malas. Itu alamiah sekali, tidak terkandung pelajaran apapun. Kalau dikasih yang baik-baik berterimakasih, itu adalah logika anak-anak. Tapi orang-orang rohani menerima pengajaran yang sangat berarti dari TUHAN, yakni mengucap syukur dalam kesusahannya. Makanannya sudah bukan susu lagi, melainkan makanan keras.
Jalanannya sudah bukan dilantai yang rata lagi, melainkan di jalanan yang berbatu-batu.

Alkitab, dari kitab pertamanya hingga kitab terakhirnya, semuanya yang dibicarakan adalah kesusahan! Kesusahan adalah pelajaran dari YAHWEH sejak kejatuhan Adam dan Hawa;

Kejadian 3:15Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
3:16Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
3:17Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

>> Permusuhan; Habel dibunuh Kain, para nabi dimusuhi dan dibunuh, YESHUA melawan Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat, para rasul dibunuh, bahkan orang-orang Kristen banyak yang dianiya dan dibunuh. Itu adalah makanan Kristen;

Mat. 10:34"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Kristen membawa damai sorgawi, namun damai sorgawi itu ditolak oleh dunia. Di sinilah timbulnya pertentangan itu.

Kepada Adam dan Hawa, YAHWEH menunjukkan jalanan yang harus mereka tempuh adalah jalan kesusahan. YAHWEH tidak menunjukkan jalan gemerlap kota Jakarta, bukan jalan toll Jagorawi, bukan kantor-kantor atau gedung-gedung megah ber-AC, tapi semak duri.

>> Bangsa Israel dilahirkan untuk menikmati perbudakan di Mesir.

>> Di padang gurun, mereka bukan disuruh makan tidur, tapi diajar disiplin keagamaan.

>> Penganiayaan dan pembunuhan nabi-nabi utusan YAHWEH. Para nabi bukan seperti direktur yang ditempatkan di kantor yang nyaman dengan gaji yang besar, tapi dihadapkan dengan kesusahan.

>> YESHUA, ANAK YAHWEH sendiri turun ke dunia bukannya menerima kehormatan melainkan kesusahan hingga mati disalibkan.

>> Para rasul dan orang-orang kudus manakah yang bisa menikmati mobil, pesawat terbang, AC dan hotel bintang lima?

2Kor. 11:27Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Jalan TUHAN bukan jalan yang lebar tapi jalan yang sesak;

Wahyu
7:13Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.


Mat. 7:14karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Matius 10:38Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Jadi, seperti itulah makanan orang-orang Kristen. Mengapa heran?!

Tidak ada komentar: