Rabu, 15 Juni 2016

KIKAK-KIKUK NASIONAL

Bulan puasa ini menciptakan "kikak-kikuk" nasional; suami jadi kikuk dengan istrinya, istri jadi kikuk dengan suaminya, orangtua kikuk dengan anaknya, anak kikuk dengan orangtuanya, mertua kikuk dengan menantunya, menantu kikuk dengan mertuanya, yang pacaran kikuk dengan pacarnya, yang bertetangga kikuk dengan tetangganya, guru kikuk dengan muridnya, murid kikuk dengan gurunya, atasan kikuk dengan bawahannya, bawahan kikuk dengan atasannya, yang punya teman kikuk dengan temannya, warung kikuk dengan pelanggannya, pelanggan kikuk dengan warungnya.

Jumlah maling menjadi bertambah karena orang-orang yang tidak berpuasa juga harus sembunya-sembunyi, selintat-selintut. Jumlah dosa juga menjadi bertambah, sebab jika tidak puasa sudah termasuk dosa, dengan "kikak-kikuk" yang istilah kerennya "kemunafikan", maka dosanya menjadi dua kali lipat.

Demikianlah bulan suci ramadhan itu.

Tidak ada komentar: