Rabu, 08 Juni 2016

KORBAN RAMADHAN 2016

6 Juni 2016

4 Kendaraan Terlibat Tabrakan, 1 Tewas

http://www.harianjogja.com/baca/2016/06/06/kecelakaan-boyolali-4-kendaraan-terlibat-tabrakan-1-tewas-726377

Harianjogja.com, BOYOLALI–Kecelakaan maut terjadi di tikungan Desa Tanduk, Ampel, Senin (6/6/2016) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Dari informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kecelakaan melibatkan empat kendaraan, yakni mobil Escudo berpelat nomor AA 7951 DE, mobil Panther berpelat nomor F 1570 BT, dan dua sepeda motor. Satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka akibat kecelakaan ini.

Kecelakaan bermula saat mobil Escudo yang dikemudikan YB Daryono, 54, warga Mertoyudan, Magelang, melaju dari Semarang ke arah Boyolali. Mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sesampainya di tikungan Desa Tanduk, laju mobil ini oleng ke kanan. Mobil melewati markah jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Saat nyelonong ke jalur seberang, mobil Escudo akhirnya tertabrak mobil Panther yang dikemudikan, Ngatwono, seorang PNS Demak asal Karanganyar. Ngatwono tak bisa menghindari tabrakan lantaran jarak yang sudah dekat.
“Jaraknya kira-kira hanya dua meter. Setelah itu, mobil saya juga ditabrak dari belakang oleh dua pengendara sepeda motor,” kata Ngatwono, kepada penyidik kepolisian, kemarin.

Saat dievakuasi petugas Satlantas Polres Boyolali, pengemudi mobil Escudo, YB Daryono, masih mengembuskan napas. Namun, akibat luka parah pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuh, YB Daryono akhirnya meninggal dunia.
“Sedangkan pengemudi Panther dan dua pengendara sepeda motor selamat, hanya mengalami luka-luka,” kata Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, melalui Kanitlaka Ipda Widodo.
Ipda Widodo mengimbau pengendara lebih berhati-hati saat mengemudikan kendaraan dijalur rawan, salah satunya di ruas Ampel. “Terlebih, saat bulan Puasa biasanya arus lalu lintas menjadi lebih padat. Kami harap pengendara lebih berhati-hati,”ujar dia.

Sopir Hilang Kendali, Metromini Tabrak Tiang Listrik

http://news.okezone.com/read/2016/06/08/338/1409768/sopir-hilang-kendali-metromini-tabrak-tiang-listrik



JAKARTA - Sebuah Metromini 80 jurusan Kalideres-Angke siang tadi mengalami kecelakaan di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, yang menabrak sebuah tiang listrik di bahu jalan sehingga mengalami ringsek di bagian depan.
Menurut anggota Satuan Lantas Polrestro Jakarta Barat, Bripka Suyitno sopir saat itu tengah melaju dengan kecepatan tinggi hingga hilang kendali dan menabrak tiang listrik di pinggir jalan.
"Sopir hilang kendalu saat mengemudi," kata Suyitno, Jakarta Barat, Rabu (8/6/2016).
Kemudian, Suyitno melanjutkan di dalam Metromini tersebut tidak ada penumpang. Saat menghantam tiang listrik, kabel-kabel yang tergantung ditiang listrik hampir putus dan melambai kebawah saat Metromini menabrak tiang hinga penyok.
"Untungnya enggak ada korban jiwa," tuturnya.
Akibat kecelakaan tersebut, kini metromini diderek dan dibawa ke kantor Samsat, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Lalu sopirnya mengalami luka-luka dan dibawa untuk dilakukan pengobatan.
"Sopir masih belum bisa diperiksa sedangkan identitasnya juga belum kami data," jelasnya.
Sampai saat ini dia belom bisa memastikan apakah sopir tersebut dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang atau tidak.
(aky)


Tabrak Tiang Listrik, Abimanyu Tewas Mengenaskan

http://news.okezone.com/read/2016/06/08/338/1409669/tabrak-tiang-listrik-abimanyu-tewas-mengenaskan

Foto: Illustrasi Okezone


ANGERANG - Seorang siswa SMP 11 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abimanyu Devananda (14), tewas setelah menabrak tiang listrik di Jalan Ciater Raya, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Informasi yang didapat, korban saat itu mengendarai motor Mio Soul dengan nomor kendaraan B 6124 WBF. Ketika itu ia melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian, dia bermaksud untuk menyalip satu mobil yang ada di depannya.
"Tetapi dia terkejut karena tidak dapat mengendalikan motornya hingga akhirnya dia membanting kanan. Lalu menabrak tiang PJU yang ada di dekat Jembatan Ciater," kata Dedi, satpam perumahan setempat, Rabu (8/6/2016).
Setelah menabrak, Abimanyu yang tak mengenakan helm, sempat dibawa ke Puskesmas Pondok Benda. Namun, korban sudah tewas.
"Korban dibawa ke sudah tak bernapas. Lalu kita bawa ke Puskesmas Pondok Benda,"Jelasnya.
Tak lama kemudian ibu korban datang ke Puskesmas Pondok Benda. Dia mengatakan, korban saat itu sedang kesal dengan kakaknya. Sehingga dia diduga memacu gas motor dengan kecepatan tinggi. "Memang lagi ada masalah di rumah," kata ibu korban.
(wal)

Truk Hantam Minibus, Jalan Tol Surabaya-Gempol Macet Parah Berjam-jam

http://news.okezone.com/read/2016/06/08/519/1409440/truk-hantam-minibus-jalan-tol-surabaya-gempol-macet-parah-berjam-jam

SIDOARJO - Kecelakaan dengan melibatkan dua kendaraan terjadi di KM 34/300 Jalan Tol Surabaya-Gempol arah Porong menuju Surabaya, siang ini. Imbasnya, arus lalu lintas macet parah hingga 2,5 jam.
Kecelakaan ini berawal ketika salah satu ban truk bermuatan pasir yang sedang melintas, meletus. Truk kemudian oleng dan menabrak minibus yang melintas dari samping truk.
Setelah tabrakan itu, truk terguling tepat di tengah badan jalan tol. “Kemungkinan ban belakang truk itu tipis, kemudian meletus. Badan truk oleng lalu menabrak minibus,” kata pengemudi bus, Adit di lokasi, Rabu (8/6/2016).
Muatan pasir yang berada di dalam bak truk tumpah ke tengah jalan. Imbasnya arus lalu lintas dari arah Porong menuju Surabaya lumpuh sekitar 2,5 jam lamanya.
Polisi dan petugas jasa marga yang tiba di lokasi, sempat kesulitan mengevakuasi bangkai truk. Sementara itu, pengemudi truk diketahui bernama Rino, warga Surabaya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Sementara kemacetan akibat kecelakaan ini mencapai jalan arteri Porong. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa ke pool PJR Tol Jatim 2 di kawasan Waru, Sidoarjo.
(ris)

Pemotor Tewas Dihantam Truk saat Menyalip

http://news.okezone.com/read/2016/06/08/340/1409278/pemotor-tewas-dihantam-truk-saat-menyalip

BINJAI - Satu tewas di tempat saat pemotor ditabrak truk di Jalan Binjai-Stabat, Rabu (8/6/2016). Ironisnya, sopir truk langsung melarikan diri seusai kejadian tersebut.
Sementara jasad korban tergeletak dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Kejadiannya di dekat Pasar Lima Garuda Tangam.
Pantauan di lokasi, warga membantu mengamankan jasad korban agar tidak terlindas kendaraan lain yang melintas.
Sambil menunggu Polantas Polres Binjai, warga menutupi jasad korban dengan memakai daun pisang. Beberapa orang lainnya membantu mengamankan arus lalu lintas yang mulai macet.
Seorang saksi mata, Wawan mengatakan sebelum terjadi benturan, korban memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Saat akan menyalip kendaraan di depannya, korban langsung di hantam truk yang datang dari arah berlawanan.
(abp)


INNALILLAHI... Alami Kecelakaan Maut, Pelawak Ini Tewas Seketika

http://www.jpnn.com/read/2016/06/08/429725/INNALILLAHI...-Alami-Kecelakaan-Maut-Pelawak-Ini-Tewas-Seketika-

Ilustrasi. FOTO: JAWA POS GROUP


BUDURAN - Dunia komedian sedang berduka. Pelawak Lutfie atau biasa dikenal dengan nama beken Lutfie Galajapo, 48, meninggal dunia. Pelawak kebanggan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur itu tutup usia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lingkar Timur (JLT) Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (7/6) sekitar pukul 14.20.
Lutfie yang merupakan warga Jalan Kranggan V nomor 59, Surabaya dan juga memiliki rumah di Desa Siwalanpanji itu mengalami kecelakaan sesama motor.
Sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan sepeda motor lain dari arah berlawanan yang dikendarai Totok Hery Setijanto, 45, warga Karangmenjangan RT 4 RW 7, Surabaya.
Lutfie saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario nomor polisi L 6621 PJ. Dia melaju dari arah Desa Siwalanpanji (rumah) menuju ke Jalan Raya Buduran. 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat melintas di depan SPBU Siwalanpanji, Lutfie melaju terlalu ke kanan hingga masuk lajur ke arah berlawanan. Sedangkan dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda nomor polisi L 4970 FM yang dikendarai Totok Hery Setijanto 45, warga Karangmenjangan RT 4 RW 7, Surabaya.

Kecelakaan maut pun tak terhindarkan. “Korban diduga sedang tergesa-gesa dan melaju dengan kecepatan tinggi,” kata  Kanitlaka  Lantas Polres Sidoarjo Ipda Fahmi Adiatma.
Sang palawak terjatuh dengan posisi kepala terlebih dulu dan meninggal seketika di lokasi kejadian. Selamat jalan Lutfie… (gun/nov/jee)

Kacau!!! Sehari Dua Bus Transjakarta Celaka

http://www.jpnn.com/read/2016/06/08/429861/Kacau!!!-Sehari-Dua-Bus-Transjakarta-Celaka-

Ilustrasi. Foto: dok jpnn


JAKARTA - Aksi ugal-ugalan pengemudi Transjakarta (busway) terus terulang. Sepanjang hari kemarin, Selasa (7/6), terjadi dua kecelakaan bus Transjakarta. 
Peristiwa pertama terjadi saat bus gandeng Transjakarta menabrak portal pembatas jembatan rel kereta api di Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur. Akibatnya, portal pembatas kendaraan itu rusak. Begitupun bodi bus yang berharga miliaran rupiah tersebut.
Salah seorang saksi mata, Rahmat, 37, menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Sebelumnya, bus Transjakarta rute Kampung Melayu-Ancol itu melaju kencang di jalur reguler. Artinya, bus gandeng berwarna merah itu melaju di jalan biasa dan bukan jalur busway yang sudah diperuntukkan bagi angkutan umum tersebut. 
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berteriak mengingatkan pengemudi adanya portal tersebut. Tapi, karena bus melaju kencang peringatan warga itu tidak terdengar. 
Akibatnya, begitu tiba di lokasi terdengar suara benturan yang sangat kencang. Atap bus bernomor lambung TJ 0041 yang melayani koridor 5 itu tersangkut bagian portal. 
Meski menabrak, tapi sopir bus Transjakarta gandeng itu masih tetap berusaha melajukan kendaraannya. Hingga akhirnya besi portal menyangkut pada bagian sambungan bodi bus yang berada di tengah. 
”Sudah menabrak, bukannya bus berhenti tapi sopirnya maksain diri untuk terus maju. Mesin AC di atap bodi bus gandeng itu hancur berantakan dan berceceran di aspal jalan,” kata Rahmat.
Sementara  Rizky, 25, warga lainnya menuturkan, benturan hebat menyebabkan suara sangat kencang. Warga RW 06 Kampung Melayu, Jakarta Timur yang sedang santap sahur itu langsung berhamburan keluar rumah mencari sumber suara.

Mereka penasaran untuk mendekati sumber suara keras tersebut. Warga akhirnya berkerumun di lokasi kejadian. ”Bunyinya kencang sekali. Padahal rumah saya jaraknya sekitar 400 meter dari kolong jembatan Gunung Antang ini,” ujar Rizky.
Sementara, pramudi Transjakarta yang enggan disebutkan identitasnya itu terlihat langsung shock saat mengetahui busnya menabrak pembatas jalan. Pramudi ini sesekali duduk di trotoar dan sesekali berdiri sambil menelepon untuk memberitahukan peristiwa kecelakaan itu kepada rekan-rekannya.
Dia mengaku lupa kalau di bawah kolong jembatan terdapat portal. Padahal, setiap hari dia melintas di jalur Transjakarta, yang posisi jalannya lebih rendah. Dia mengaku baru saja berangkat dari Terminal Kampung Melayu untuk menuju Ancol. Sopir itu sendiri mengaku sudah bangun tidur sejak pukul 01.00 dini hari.
”Tadi berangkat dari Kampung Melayu. Lupa kalau di jalur reguler ada portal, padahal setiap hari saya lewat sini,” ujar dia. Dia sendiri mengaku tidak mengantuk dan mengemudi bus dalam keadaan sadar. Hanya faktor lupa kalau ada portal di bawah kolong jembatan.
Akibat kejadian ini, kaca bagian kiri depan bus Transjakarta itu retak. Kemudian kaca depan atau utama dan kaca jendela pengemudi turut retak. Sedangkan mesin pendingin ruangan yang di atas bodi kendaraan hancur berantakan. Beruntung saat kejadian bus belum melayani penumpang, sehingga tidak ada korban. 
Kecelakaan juga terjadi di jalur busway menimpa Kopaja terintegrasi Transjakarta. Bus dengan nomor body KAJ 075 itu mengalami kecelakaan di jalur busway di kawasan Warung Buncit, Pasar Minggu, Jakarta Selatan selepas Halte Buncit Indah arah Lebak Bulus, Selasa (7/6) pukul 08.30 WIB.
Pengemudi bus diduga ngebut dalam keadaan mengantuk, sehingga memicu terjadinya kecelakaan tunggal tersebut. Saksi mata yang juga petugas PPSU, Kusnadi, 47 mengatakan, sempat melihat bus Transjakarta dengan nomor Polisi B 7700 VR itu melaju kencang dari arah Mampang menuju Jalan Warung Buncit Raya.
”Saat saya lagi istirahat di dekat halte, terus lihat bus kencang banget. Sempat goyang-goyang. Terus seketika naik ke pembatas jalan, lalu nabrak pohon, lalu terguling,” ujar Kusnadi. Pekerja yang mengenakan baju orange itu menduga sopir bus Kopaja itu mengantuk. ”Setelah oleng bus langsung terguling,” tandas Kusnadi.

Akibat kejadian itu, kemacetan arus lalu lintas terjadi di dua lajur Jalan Warung Buncit. Lantaran bus Transjakarta tidak bisa melintasi jalur itu lantas keluar menggunakan jalur regular. Untungnya petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan datang mengatur lalu lintas. 
Bus Kopaja yang terguling itu langsung di derek ke Polres Metro Jakarta Selatan.  Sedangkan Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum, Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan tergulingnya bus Transjakarta rute Senen-Lebak Bulus itu memang karena sopir mengantuk. 
Joko Prasetyo, sopir bus itu, dibawa ke Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa lebih lanjut. ”Sopir mengantuk dan tak konsentrasi saat melintas di depan Graha Inti Fauzi,” kata Budiyanto. Dia juga menuturkan, akibat peristiwa itu, seorang penumpang terluka di bagian siku. 
Penumpang itu bernama Muhamad Slamet, 57, warga Cibinong yang mengalami luka di siku tangan kanan dan kuri robek serta kepala berdarah. Adapun enam penumpang lainnya yang dievakuasi lewat jendela kanan dan sopir tidak mengalami luka sama sekali.
”Penumpang yang terluka langsung dibawa ke Rumah Sakit JMC dan sekarang sudah pulang ke rumahnya,” ujarnya juga. Budiyanto menambahkan, sopir bus bisa dijerat Pasal 310 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang kelalaiannya yang menyebabkan orang terluka. 
Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat PT Transjakarta Prasetia Budi mengatakan, saat terbalik, bus Kopaja Transjakarta bernomor bodi KAJ 075 baru selesai menurunkan dan menaikkan penumpang di Halte Buncit Indah arah Lebak Bulus. 
Diduga sopir hilang kendali dan menabrak separator di sisi sebelah kanan bus hingga naik ke trotoar dan menabrak pohon di tengah median jalan. Selain sopir, para penumpang dan para penumpang, polisi juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk petugas on board Transjakarta. ”Kalau terbukti lalai dan membahayakan keselamatan penumpang, sanksi terberatnya dinonaktifkan sebagai pramudi,” tutur Prasetia. (ibl/dni/wok)

Tidak ada komentar: